facebook

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Sebagai Bukti Ketaatan Kepada Allah SWT

Rifan Aditya
Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Sebagai Bukti Ketaatan Kepada Allah SWT
Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail Sebagai Bukti Ketaatan Kepada Allah SWT (Pixabay)

Peringatan Hari Raya Idul Adha tak lengkap rasanya jika kita tidak mengenang sejarah penyembelihan hewan untuk kurban. Cerita ini tak lepas dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail.

Suara.com - Hari Raya Idul Adha akan diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah, yang tahun ini jatuh pada tanggal 10 Juli 2022. Lebaran kurban ini identik dengan kisah Nabi Ibrahim dan Ismail.

Peringatan Hari Raya Idul Adha tak lengkap rasanya jika kita tidak mengenang sejarah penyembelihan hewan untuk kurban. Cerita ini tak lepas dari kisah Nabi Ibrahim dan Ismail, ayah dan anak ini membuktikan arti ketaatan yang sebenarnya kepada Allah SWT. 

Semasa hidup Nabi Ibrahim AS yang merupakan ayah dari Nabi Ismail keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat. Kasih sayang di anatara keduanya snagatlah besar. Namun karena ketaan kepada Allah SWT, mereka harus saling merelakan untuk berpisah. 

 Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail 

Baca Juga: 5 Amalan Bulan Dzulhijjah Sesuai Sunnah, Amalkan Agar Mendapat Keberkahan

Berikut ini kisah Nabi Ibrahim dan Ismail hingga awal mula diperingatinya Hari Raya Idul Adah setiap tahun.  

Kisah Nabi Ibrahim bermula saat dirinya mengunjungi istri dan anaknya, Hajar dan Ismail di Mekah. Suatu hari Nabi Ibrahim, Hajar dan Ismail menggiring ternaknya yang berjumlah puluhan ekor.

Tak teras hari mulai larut, ketiganya memutuskan tidak melanjutkan perjalanannya. Mereka memilih bermalam disuatu tempat yang bernama Masy'aril Haram. Karena terlalu lelah mereka pun langsung terlelap. 

Di tengah nyenyaknya tidur Nabi Ibrahim, tiba-tiba saja beliau bermimpi buruk. Ia bermimpi Allah SWT memerintahakannya untuk menyembelih putra semata wayangnya, Ismail sebagai kurban. 

Seketika itu beliau langasung terbangun dari tidur nyenyaknya, ia duduk dan berusaha mengartikan mimpinya itu. Ia ingin memastikan apakah mimpinya itu benar datang dari Allah ataukah dari jin. Hingga akhirnya beliau terjaga sampai pagi dan tak mau menceritakan  mimpinya kepada istri dan anaknya. Beliau khawatir jika menceritakan mimpinya itu hanya akan membuat takut Hajar dan Ismail. 

Baca Juga: Niat Sholat Idul Adha untuk Imam dan Makmum, Lengkap dengan Doa Setelah Sholat

Mereka kemudian melanjutkan perjalanannya berasama puluhan ternaknya. Di tengah perjalanan mereka juga sempat beristirahat sejenak lalu melanjutkan perjalananya kembali. Sepanjang perjalanan itu, Nabi Ibrahim tak banyak bicara sementara Ismail nampak selalu ceria dan wajahnya berseri. 

Komentar