facebook

Cuma Punya Sembilan Murid, SMP Negeri di Buton Utara Terancam Tutup

Chandra Iswinarno
Cuma Punya Sembilan Murid, SMP Negeri di Buton Utara Terancam Tutup
Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Utara akan memberlakukan sistem zonasi dan jalur prestasi bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan. [Foto: Aris/Telisik]

Satu sekolah menengah pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) terancam tutup.

Suara.com - Satu sekolah menengah pertama (SMP) yang ada di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra) terancam tutup. Kondisi tersebut terjadi, lantaran jumlah siswa yang bersekolah tersebut sangat kurang.

SMP Negeri Satu Atap 2 Kulisusu di Desa Waculaea, Kecamatan Kulisusu, Buton Utara hingga kini hanya memiliki sembilan siswa. Pun pada tahun ini siswa yang mendaftar di SMP tersebut pun hanya dua orang.

"Sementara gurunya di situ (SMP Satap 2 Kulisusu) cukup. Ada guru bahasa inggris, matematika, IPA, kemudian bahasa indonesia, IPS, yang intinya lengkap gurunya," keluh Kepala SMP Satap 2 Kulisusu Suniati seperti dikutip Telisik.id-jaringan Suara.com.

Lebih lanjut, Suniati berharap agar pendidikan di SMP Satap 2 Kulisusu tetap berlangsung, agar diperjuangkan dengan sistem zonasi.

Baca Juga: Balon Gas Meledak Saat Perayaan Ulang Tahun SMP Negeri 1 Kendari, 3 Orang Alami Luka Bakar

Sementara itu, Kepala SDN 1 Waculaea Nurhayati mengatakan, pihaknya sudah menekankan para siswanya yang sudah tamat untuk mendaftar di SMPN Satap 2 Kulisusu di Desa Waculaea itu.

"Hanya mereka tidak mau mendaftar ke Satap, kecuali di Ereke," ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Utara Kusman Surya mengatakan, pendaftaran bagi siswa yang melanjutkan sekolah di Kabupaten Buton Utara akan diberlakukan sistem zonasi dan jalur prestasi berdasarkan surat keputusan yang akan dikeluarkan oleh pihak Dinas Pendidikan pada Senin (4/7/2022).

Soal permasalahan siswa SDN 1 Waculaea yang sudah mendaftar di Ereke atau tidak mendaftar di SMP Satap tersebut, Kusman Surya akan melakukan koordinasi untuk memastikan jangan sampai mematikan SMP Satap tersebut.

"Kecuali kita lihat prestasi mungkin. Jalur prestasi, ada juga jalur prestasi. Nda bisa anak-anak kita halangi kalau prestasinya bagus kan," katanya melalui sambungan telepon pada Minggu (3/4/2022).

Baca Juga: SM Entertainment Rilis SMP FLOOR, Channel Khusus untuk Performance Video

Komentar