Videonya Viral, Pembeli Ngamuk Terima Paket COD Seharga Rp 200 Ribu, Ternyata Cuma Dapat Ini

Dany Garjito, Elvariza Opita

Jum'at, 22 Juli 2022 | 15:30 WIB
Videonya Viral, Pembeli Ngamuk Terima Paket COD Seharga Rp 200 Ribu, Ternyata Cuma Dapat Ini
Pembeli mengamuk mendapatkan kotak kosong padahal membeli barang dengan sistem COD seharga Rp200.000. (Instagram/@terangmedia)

Suara.com - Lagi-lagi paket cash on delivery (COD) memakan korban. Kali ini seorang pembeli wanita marah besar usai unboxing alias membuka kotak paket yang diterima.

Pengalaman ini seperti yang terlihat pada video unggahan akun Instagram @terangmedia. Terlihat seseorang membuka paket yang baru saja diterimanya, yang ternyata berujung kecewa total karena tak ada isinya.

"Seller nakal!! Paket COD dikirimin ke customer tanpa isi," begitulah keterangan yang disertakan di kolom caption unggahan @terangmedia, dikutip Suara.com, Jumat (22/7/2022).

Tampak paket itu diterima dalam kondisi masih tersegel rapi. Pembeli lalu membuka lakban merah yang menutup semua sisi kotak untuk diambil isinya. Namun bukan menjumpai barang yang dibeli, ia malah tidak mendapati apapun di dalam kotak tersebut.

"Ih kosong, kosong," ujar pembeli tersebut sambil memperlihatkan isi kotak yang benar-benar kosong melompong. "Kasihkan sana, enak saja."

Pria perekam video lalu kembali ke depan untuk mengembalikan kotak tersebut. Beruntung kurir belum pergi dari sana, meski tidak tahu apakah barang sudah dibayar atau belum.

"Mas, ininya kosong," ujar pria itu, yang dibalas dengan heran oleh sang kurir. Pria itu pun tidak tahu-menahu barang apa yang seharusnya ia dapatkan dari paket COD tersebut, karena itulah ia kembali membawa kotak itu ke dalam.

"(Ditanya) apa ini (isinya)?" tanyanya kepada wanita yang tadi membuka kotaknya.

"Nggak tahu, siapa pengirimnya? Nggak mau (menerima paketnya)," balas wanita itu, bahkan tak segan membanting kotak kosong tersebut.

baca juga

Video yang awalnya diunggah akun Wulan Bani Sanusi itu lantas memperlihatkan juga penampakan luar kotak serta bukti pembelian barang. Ternyata ia seharusnya mendapatkan sebuah wadah alat tulis dengan harga mencapai Rp200.850.

"Premium tempat pensil smiggle," begitulah tulisan yang tertera di bukti pembelian, diikuti dengan harga total yang harus dibayarkan saat menerima barang oleh kurir.

Pembeli mengamuk mendapatkan kotak kosong padahal membeli barang dengan sistem COD seharga Rp200.000. (Instagram/@terangmedia)
Pembeli mengamuk mendapatkan kotak kosong padahal membeli barang dengan sistem COD seharga Rp200.000. (Instagram/@terangmedia)

Video ini menambah panjang daftar customer yang menjadi korban akal-akalan penjual nakal di e-commerce. Meski begitu tidak diketahui apakah paket COD ini sudah dibayar atau belum.

"Itulah gunanya video unboxing," komentar warganet, mengingatkan yang lain agar selalu merekam proses unboxing paket kiriman kurir supaya bisa melakukan komplain seperti ini.

"Besok tokonya langsung ilang di shopi," ujar warganet.

"Auto bintang 1 dan komplain tuh," kata warganet.

"Kacau ngerusak ekspedisi," timpal yang lainnya, karena biasanya yang terkena getah dari pengiriman COD bermasalah seperti ini adalah pihak ekspedisi, terutama kurir.

Penyebab Sistem Pembayaran COD Sering Bermasalah

Ilustrasi COD. (Google Images)
Ilustrasi COD. (Google Images)

Kejadian di atas memang dipicu oleh penjual yang tidak jujur dalam berdagang sehingga malah mengirimkan kotak kosong. Padahal pembeli seharusnya mendapat wadah alat tulis berkualitas bagus dengan harga mencapai ratusan ribu Rupiah.

Namun nyatanya pengiriman dengan sistem COD juga kerap menemui masalah di Indonesia. Biasanya pembeli yang merasa barangnya tidak sesuai harapan lalu malah mengamuk kepada kurir.

Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi pernah menyatakan sistem COD bermasalah karena beberapa alasan tertentu, sehingga sebaiknya sistem ini dihapuskan saja.

"Tingkat literasi masyarakat terhadap proses bisnis dan product knowledge masih rendah. Plus di sisi lain, sering terjadi barang yang dipesan tidak sesuai dengan yang diterima konsumen. Hapuskan saja," tegas Tulus.

Sementara Pengurus Harian YLKI Agus Suyanto mengungkap dua masalah mendasar pada sistem COD.

Yang pertama adalah kurangnya literasi di pihak konsumen, sehingga mereka kerap tidak menaati aturan yang tercermin dalam ungkapan kekecewaan kepada kurir jika produk yang dikirim tak sesuai harapan.

Sedangkan masalah kedua adalah karena masih banyak penjual yang tidak bertanggung jawab sehingga tak mengirim produk yang sesuai dengan katalog. Bahkan dalam peristiwa di atas, penjual malah tidak mengirimkan barangnya sama sekali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bawa Gerobak Bertuliskan Roti Bakar, Viral Isi Etalase Penjual Rujak Ini Bikin Publik Heran

Bawa Gerobak Bertuliskan Roti Bakar, Viral Isi Etalase Penjual Rujak Ini Bikin Publik Heran

Lifestyle | Jum'at, 22 Juli 2022 | 14:37 WIB

Viral Wanita Pakai Dress Berhias Ratusan Gelas Sampanye, Unik tapi Bikin Waswas

Viral Wanita Pakai Dress Berhias Ratusan Gelas Sampanye, Unik tapi Bikin Waswas

Lifestyle | Jum'at, 22 Juli 2022 | 14:54 WIB

Viral Bocah Dibully Teman, Lehernya Diikat dan Ditarik bak Sapi, Ortu Pelaku Akui Anaknya Cuma Bercanda

Viral Bocah Dibully Teman, Lehernya Diikat dan Ditarik bak Sapi, Ortu Pelaku Akui Anaknya Cuma Bercanda

News | Jum'at, 22 Juli 2022 | 14:48 WIB

Viral Emak-emak Nyasar Masuk Gerbang Tol Malang Pandaan

Viral Emak-emak Nyasar Masuk Gerbang Tol Malang Pandaan

Malang | Jum'at, 22 Juli 2022 | 12:34 WIB

Viral Sebuah Sayembara Berhadiah 100 Juta untuk Temukan iPad yang Hilang

Viral Sebuah Sayembara Berhadiah 100 Juta untuk Temukan iPad yang Hilang

Your Say | Jum'at, 22 Juli 2022 | 12:33 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×