Pakai Aplikasi Pesan Singkat Curi Hasil Panen Biji Bunga Matahari Ukraina

Siswanto, BBC

Kamis, 04 Agustus 2022 | 03:00 WIB
Pakai Aplikasi Pesan Singkat Curi Hasil Panen Biji Bunga Matahari Ukraina
BBC

Suara.com - BBC telah melihat bukti signifikan bahwa pasukan Rusia secara sistematis menyita gandum di wilayah Ukraina yang mereka diduduki dan juga hasil panen biji bunga matahari dari para petani lokal.

BBC mewawancarai para petani yang kehilangan hasil panen mereka. Kami lalu melacak pesan-pesan di sejumlah grup dalam aplikasi pesan singkat yang menunjukkan bagaimana biji bunga matahari itu diangkut dari wilayah selatan dan timur Ukraina menuju ke Rusia.

Rusia dan Ukraina adalah eksportir terbesar minyak biji bunga matahari di dunia pada tahun 2021. Ukraina menjual 5,1 juta ton dan Rusia 3,1 juta ton.

Sekarang tampaknya sebagian minyak yang diekspor Rusia berasal dan diproduksi dari biji bunga matahari Ukraina. Biji tanaman ini merupakan salah satu simbol pertanian negara itu.

Baca juga:

Pada pertengahan Juli lalu, sejumlah pejabat Rusia bertemu dengan petani lokal di Melitopol, sebuah kota di tenggara Ukraina yang diduduki. Pertemuan itu direkam.

Andrey Sihuta, yang menyebut dirinya "kepala pemerintahan sipil-militer (yang diangkat Rusia) di wilayah Melitopol", saat itu membuat pengumuman.

"Kami telah membuat Perusahaan Gandum Negara, yang telah menetapkan harga indikatif untuk gandum dan akan menetapkan harga untuk biji bunga matahari," kata Sihuta sambil menatap para petani dengan hati-hati.

Tidak ada badan hukum seperti itu yang terdaftar di Ukraina atau di Rusia.

baca juga

Video pertemuan itu dimuat di saluran Telegram pro-pemerintah Rusia. Di ruangan tempat pertemuan itu terdapat dua simbol utama Ukraina: seikat gandum dan buket bunga matahari. Keduanya dipajang di atas panggung

Melacak biji bunga matahari Ukraina

Dalam obrolan di grup WhatsApp tertutup dengan sekitar 500 anggota, terdapat yang memesan pengiriman hasil panen biji bunga matahari dari bagian Ukraina yang diduduki ke Rusia. Tangkapan layar obrolan itu dikirim kepada BBC oleh salah satu anggota grup tersebut.

"Benih. Dari Chernihivka, wilayah Zaporizhzhia (Ukraina) hingga Rostov-on-Don (Rusia). Jumlah besar", tulis seorang anggota pada 18 Juli.

Pada hari yang sama, anggota grup Whatsapp lainnya mencari seseorang yang dapat mengangkut biji bunga matahari dari wilayah Republik Rakyat Luhansk. Daerah ini telah menyatakan memerdekakan diri dan mendukung Rusia.

"Kami akan memberikan pengawalan transportasi. Tidak ada pertempuran, tenang. Hanya ada pos pemeriksaan Rusia. Anda akan melewatinya dengan cepat", tulis mereka.

BBC memeriksa belasan nomor telepon dari obrolan grup WhatsApp itu di basis data online. Hasil pencarian kami menunjukkan, nomor-nomor itu sebagian besar milik pengemudi truk atau pemilik usaha kecil yang terkait dengan transportasi kargo.

Orang-orang Rusia atau mereka yang bekerja sama dengan kelompok ini juga mencari pengangkut biji-bijian di Telegram.

Koresponden BBC menyamar menjadi pemilik beberapa truk agar dapat berbicara kepada mereka.

Elena, seorang operator Rusia yang sedang mencari truk pengangkut hasil panen dari Ukraina tenggara, mengatakan kepada kami bahwa biji-biji bunga matahari itu itu tidak dicuri.

"Mereka dikendalikan oleh militer-sipil yang diangkat Rusia. Transaksi ini transparan. Bibitnya telah dibeli secara legal," katanya.

Di Ukraina selatan, otoritas yang ditunjuk Rusia menyita tanaman milik perusahaan negara Ukraina dan cadangan biji-bijian yang disimpan untuk kondisi terjadi perang.

Otoritas itu menolak kata 'menyita' dan memilih menggunakan istilah 'nasionalisasi'. Tanaman itulah yang disebut Elena "dibeli secara legal".

Iklan lain merujuk pada wilayah Kharkiv yang diduduki di timur negara itu.

"Titik pemuatan ada di Kupyansk, wilayah Kharkiv, Ukraina. Lokasi pembongkaran di wilayah Voronezh, Rusia. Mendesak! Memuat besok," kata salah satu dari iklan-iklan yang ditemukan oleh BBC.

Viktor, pria yang mengunggah iklan itu dan mengidentifikasi dirinya sebagai pengusaha Rusia, juga ingin meyakinkan kami bahwa biji-biji itu dibeli "secara resmi" .

"Anda akan mendapat paket dokumen lengkap," katanya kepada wartawan BBC menyamar sebagai pemilik truk pengangkut biji bunga matahari. Namun Viktor tidak merinci isi dokumen tersebut.

Bagaimana orang Rusia "membeli" biji bunga matahari Ukraina?

Para petani Ukraina mengatakan, jika tanaman mereka tidak "disita", mereka terpaksa menjualnya jauh di bawah nilai pasar.

BBC mewawancarai seorang petani dari daerah Ukraina selatan yang diduduki Rusia.

Dia telah meninggalkan wilayah yang dikuasai itu, tetapi pekerjanya masih berada di sana, jadi dia meminta identitasnya disembunyikan.

Dia mengatakan, tentara Rusia datang ke gudangnya dan menyita hasil panennya pada akhir Mei lalu.

"Kami memiliki 1.200 ton biji bunga matahari dan 860 ton gandum di gudang kami. Dan mereka (Rusia) menjarah semuanya.

"Awalnya, mereka mencoba bersikap sopan dengan penjaga kami. Mereka bilang, itu bukan keinginan mereka, tapi perintah komandan mereka.

"Tapi tidak jelas di mana komandan mereka. Mereka hanya berpura-pura baik. Mereka memuat semua hasil panen dan membawanya pergi. Mereka tidak membayar. Apa yang bisa dilakukan penjaga gudang kami? Mereka memukulinya," kata petani itu.

Menurut perhitungan petani, nilai total dari hasil panen yang dicuri sebesar $820.000 (harga sebelum perang) atau lebih dari Rp12,2 miliar. Dia juga kehilangan peralatan pertanian senilai lebih dari $1,8 juta atau Rp26,8 miliar.

Jika petani menolak bekerja sama dengan otoritas yang ditunjuk Rusia, orang-orang itu akan mengambil biji bunga matahari dan tanaman lainnya, kata Valeriya Matviyenko, Kepala Asosiasi Petani wilayah Zaporizhzhia, Ukraina selatan.

Jika seorang petani ingin menjual produk pertanian di wilayah pendudukan itu, mereka harus mendaftar ke "administrasi militer-sipil" yang diberlakukan Rusia.

"Banyak petani tidak mau mendaftar, jadi mereka menyimpan biji-bijian di gudang mereka. Kalau perusahaan besar dan mereka tidak mau mendaftar, maka semuanya disita," kata Matviyenko.

"Rusia masuk gudang, memuat semuanya, dan mengambilnya. Mereka hanya membawa surat yang mengatakan 'perusahaan Anda telah dinasionalisasi oleh Federasi Rusia'."

Sementara itu, para petani kecil dan menengah di wilayah pendudukan Ukraina terpaksa menjual biji bunga matahari dengan harga lebih murah. Rusia menawarkan $150 atau Rp2,2 juta per ton. Harga sebelum perang lebih dari $600 atau Rp9 juta.

Situasi itu sama juga terjadi di wilayah Kherson yang diduduki di Ukraina selatan, kata Oleksandr Hordienko, kepala asosiasi petani lokal.

"Petani menjual biji-bijian karena mereka membutuhkan uang untuk membeli solar, bahan bakar, dan pupuk. Tetapi jika mereka (orang Rusia) terus menawarkan harga seperti itu, maka tidak ada gunanya memulai musim tanam berikutnya," ujar Hordienko.

Apa yang dilakukan Rusia dengan biji bunga matahari Ukraina?

Produk utama dari biji bunga matahari adalah minyak. Semua iklan yang dianalisis BBC menunjukkan bahwa tujuan truk-truk pengangkut biji-biji Ukraina itu adalah pabrik ekstraksi minyak di Rusia.

"Kami pergi langsung ke pabrik-pabrik, kami tidak menurunkannya di gudang," kata Viktor, yang sedang mencari truk untuk mengirimkan hasil panen dari wilayah Kharkiv yang diduduki.

Di satu iklan, tujuannya adalah Verkhnyaya Khava, sebuah desa di wilayah Voronezh barat daya Rusia, lokasi pabrik ekstraksi minyak dari perusahaan Rusia "Blago".

Lokasi lain yang disebutkan di iklan adalah Desa Gigant, di wilayah Rostov barat Rusia. Di daerah ini pabrik minyak milik perusahaan Rusia, Resource, beroperasi.

Iklan lainnya menunjuk ke Jalan Lugovaya 9 di Rostov-on-Don. Ini adalah alamat salah satu perusahaan agroindustri terbesar Rusia, South of Russia.

BBC menghubungi tiga perusahaan tadi untuk mendapatkan tanggapan, tapi mereka tidak memberikan tanggapan.

Rusia juga diduga menyelundupkan minyak jadi bunga matahari dari Ukraina.

Ketua Asosiasi Petani di wilayah Zaporizhzhia, Valeriya Matviyenko, menyebut pabrik ekstraksi minyak di Melitopol, yang kini diduduki Rusia, digunakan untuk memproduksi minyak bunga matahari. Hasil produksi itu, kata dia, kemudian diangkut ke Rusia melalui Krimea.

"Produksi sedang berlangsung. Anda bahkan dapat mencium aromanya. Ada rasa yang sangat enak di sana, Anda dapat mencium minyak itu bahkan dari jarak tiga kilometer," kata seorang petani setempat kepada BBC.

Seorang perempuan yang masih berada di Melitopol juga telah mengkonfirmasi bahwa dia melihat peralatan bergerak masuk dan keluar dari pabrik.

BBC mengonfirmasi kepada pemilik pabrik ekstraksi minyak Melitopol, Serhii Zhelev. Dia memberi tahu kami bahwa pabrik itu tidak beroperasi.

Ketika BBC bertanya kepadanya tentang klaim lokal bahwa itu diduduki dan sekarang dioperasikan oleh pasukan Rusia, Zhelev menutup telepon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish!

Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Pengacara dan Pihak Swasta Terkait Aset

Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Pengacara dan Pihak Swasta Terkait Aset

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Bye Kulit Kering! 4 Hydrogel Mask Korea Panthenol Kunci Skin Barrier Kuat

Bye Kulit Kering! 4 Hydrogel Mask Korea Panthenol Kunci Skin Barrier Kuat

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Satu Perempuan, Ini Sosok Dua Terduga Pelaku Challenge Baca Alquran Hadiah Miras

Satu Perempuan, Ini Sosok Dua Terduga Pelaku Challenge Baca Alquran Hadiah Miras

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:19 WIB

Neraca Dagang RI Surplus US$3,58 Miliar, Juni Malah Defisit

Neraca Dagang RI Surplus US$3,58 Miliar, Juni Malah Defisit

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama Konser Musik Ancol Ditangkap, Status Segera Tersangka

Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama Konser Musik Ancol Ditangkap, Status Segera Tersangka

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Kaesang Incar Dapil Jateng V yang Jadi Basis PDIP, Begini Respons Santai Puan

Kaesang Incar Dapil Jateng V yang Jadi Basis PDIP, Begini Respons Santai Puan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Tren Ngopi Makin Eksploratif, Dua Kreasi Ini Bikin Ritual Kopi di Rumah Lebih Seru

Tren Ngopi Makin Eksploratif, Dua Kreasi Ini Bikin Ritual Kopi di Rumah Lebih Seru

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Dampak Domino AI di Depan Mata: Panduan Cerdas Beli Gadget Sebelum Harga Makin 'Gila'

Dampak Domino AI di Depan Mata: Panduan Cerdas Beli Gadget Sebelum Harga Makin 'Gila'

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:02 WIB

Terkini

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish!

Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish!

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Pengacara dan Pihak Swasta Terkait Aset

Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Pengacara dan Pihak Swasta Terkait Aset

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Viral, Fasilitas Perusahaan Sawit PT Bumi Sentosa Abadi Dibakar Massa

Viral, Fasilitas Perusahaan Sawit PT Bumi Sentosa Abadi Dibakar Massa

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Bye Kulit Kering! 4 Hydrogel Mask Korea Panthenol Kunci Skin Barrier Kuat

Bye Kulit Kering! 4 Hydrogel Mask Korea Panthenol Kunci Skin Barrier Kuat

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:20 WIB

Satu Perempuan, Ini Sosok Dua Terduga Pelaku Challenge Baca Alquran Hadiah Miras

Satu Perempuan, Ini Sosok Dua Terduga Pelaku Challenge Baca Alquran Hadiah Miras

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:19 WIB

×