Suara.com - Suasana bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia Januari hingga Juni 2026 mengalami surplus sebesar 3,58 miliar dolar AS.
Surplus tersebut dipicu oleh surplus sektor nonmigas sebesar 19,35 miliar dolar AS, sementara sektor migas mengalami defisit sebesar 15,77 miliar dolar AS.
Secara kumulatif, nilai ekspor Januari-Juni 2026 mencapai 140,81 miliar dolar AS atau tumbuh 4,13% dibanding periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ekspor terutama ditopang sektor industri pengolahan yang tumbuh 6,18%
Namun, neraca perdagangan Juni 2026 tercatat defisit 450 juta dolar AS. Kondisi ini terjadi karena nilai impor mencapai 25,91 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan ekspor yang sebesar 25,46 miliar dolar AS. [Suara.com/Alfian Winanto]