Kaum Muda di Taiwan Bersiap Perang Melawan China

Siswanto, BBC

Kamis, 04 Agustus 2022 | 18:02 WIB
Kaum Muda di Taiwan Bersiap Perang Melawan China
BBC

Suara.com - Beberapa kawan yang tahu saya sedang berada di Taiwan mengirimi saya pesan yang semakin mengkhawatirkan. "Saya harap kamu membawa rompi anti peluru!" ujar salah satu kawan saya. Yang lain bertanya, "Apakah hotel kamu punya tempat shelter bom?"

Kawan-kawan saya melihat narasi yang keluar dari media massa pemerintah China, terutama Global Times. Mereka menyimpulkan bahwa kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat, Nancy Pelosi, ke Taiwan bisa berakhir dengan sangat buruk.

Beberapa pengamat China terkemuka yang berbasis di AS juga mengatakan hal yang sama. Mereka menyebut kunjungan Pelosi sembrono. Mereka juga mewanti-wanti pemerintah AS agar tidak menyudutkan Beijing.

Namun bukan hal-hal seperti itu yang dilihat warga Taiwan.

Baca juga:

Freddy Lim pernah menjadi penyanyi musik heavy metal. Sekarang dia menjadi anggota parlemen partai yang berkuasa di Taiwan.

Freddy sekarang selalu mengenakan potongan rambut pendek dan setelan profesional, tetapi kita masih bisa melihat tato di bawah lengan kemejanya yang rapi.

"Ada prinsip dasar bahwa kami menyambut politikus senior seperti Nancy Pelosi yang datang ke Taiwan. Ini sangat penting. Ini bukan provokasi terhadap China. Ini tentang menyambut seorang kawan dengan cara yang normal, sama seperti negara-negara lain," katanya kepada BBC.

Padangan ini disepakati oleh semua partai politik besar di Taiwan.

baca juga

Charles Chen adalah anggota parlemen untuk partai oposisi KMT (Kuomintang). Dia pernah menjadi mantan juru bicara kepresidenan.

"Saya pikir kali ini jika Ketua DPR AS Nancy Pelosi bisa datang ke Taiwan, itu akan menjadi waktu yang krusial bagi Amerika Serikat untuk menunjukkan dukungan kepada Taiwan, kepada demokrasi Taiwan," ujarnya.

Dari sudut pandang Taiwan, kedatangan politikus paling kuat ketiga di AS itu membawa makna simbolis yang sangat besar. Kedatangannya sekaligus bisa menormalkan kunjungan pejabat tingkat tinggi lainnya.

Taiwan berharap akan ada lebih banyak kunjungan serupa di masa depan. Kunjungan pejabat tinggi AS yang terakhir terjadi pada 25 tahun yang lalu.

Namun kunjungan Nancy Pelosi tidak mengubah fakta yang mendasar bahwa status Taiwan yang bebas dan demokratis sedang terancam.

Semakin banyak orang sadar bahwa ancaman China untuk "menyatukan kembali Taiwan, dengan paksa bila perlu" adalah nyata.

Semakin banyak pula yang melihat bahwa kemampuan miiliter China sekarang sudah jauh melampaui Taiwan.

Pekan lalu Taiwan memamerkan kekuatan militernya dalam latihan selama lima hari menggunakan amunisi betulan serta manuver udara, dan angkatan laut yang disebut Han Kuang 38.

Bagi banyak pengamat, peristiwa itu adalah pertunjukan kekuatan militer modern yang mengesankan. Namun bagi para spesialis, itu menunjukkan seberapa jauh Taiwan ketinggalan dari China.

Tank, artileri, dan jet tempur Taiwan sudah tua, kapal angkatan laut mereka tidak punya sistem radar maupun rudal paling modern. Negara ini juga tidak memiliki kapal selam modern.

Nyaris tidak ada keraguan bahwa dalam pertarungan satu lawan satu, China akan mengalahkan Taiwan. Tapi apa yang akan memicu serangan China ke Taiwan?

Bagi Beijing, selama ini garis merahnya adalah deklarasi kemerdekaan resmi oleh Taiwan.

Chen mengatakan pemerintahan Taiwan di bawah Presiden Tsai Ing-wen dan Partai Progresif Demokratik (DPP) semakin dekat dengan ancaman itu.

"Syarat China untuk menyerang Taiwan barangkali saat mereka mereka percaya Taiwan akan merdeka dan tidak ada cara untuk mencegahnya," kata Chen.

"Jadi jika dalam pemilihan presiden berikutnya kandidat DPP menang lagi, maka mungkin Beijing akan membuat keputusan untuk melakukan serangan awal terhadap Taiwan demi mencegah kami merdeka."

Itu adalah argumen yang agak oportunis dari sebuah partai yang kini berniat kembali berkuasa. Namun tetap saja itu menggambarkan garis pemisah dalam politik Taiwan.

Di satu sisi ada KMT, yang ingin meyakinkan Beijing bahwa Taiwan tidak akan mengubah status quo. Di sisi lain terdapat orang-orang seperti Freddy Lim, yang percaya bahwa usaha menenangkan China telah gagal dan satu-satunya jawaban ialah memiliki pertahanan yang lebih kuat.

"Kami sudah berusaha menenangkan China selama beberapa dekade. Itu hanya membuktikan bahwa kami tidak bisa menenangkan mereka," katanya.

"Setelah perang Ukraina, jajak pendapat dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang Taiwan mendukung pertahanan yang lebih kuat, terutama generasi muda yang menunjukkan kemauan yang kuat untuk mempertahankan negara kami sendiri."

Lim benar bahwa perang Ukraina telah berdampak besar di Taiwan.

Akhir pekan lalu di sebuah gedung pabrik yang tidak terpakai, setengah jam perjalanan dari Taipei, saya menyaksikan sekitar 30 anak muda mempelajari keterampilan senjata api dasar.

Senjata-senjata itu bertenaga udara terkompresi, tapi tampak identik dengan yang asli. Perusahaan yang memberikan pelatihan ini dipimpin oleh Max Chiang.

"Sejak Februari jumlah peserta yang bergabung ke pelatihan ini melonjak 50% dan jumlah perempuan yang bergabung sekarang menjadi 40-50% dari beberapa kelas," ucapnya.

"Orang-orang mulai menyadari kenyataan bahwa negara yang lebih kuat dapat menyerang negara tetangganya yang lebih kecil. Mereka melihat apa yang terjadi di Ukraina dan itu menunjukkan apa yang bisa terjadi di sini," kata Chiang.

Di gedung sebelahnya, kelompok lain yang sudah lebih terampil sedang berlatih skenario pertempuran jalanan. Grup ini berkamuflase penuh, dengan pelindung tubuh, helm, dan peralatan komunikasi radio.

Di sebuah meja, Lisa Hsueh mengokang senjatanya.

"Kalau ketegangan kami dengan China berujung pada perang, saya akan melindungi diri saya dan keluarga saya. Itulah alasan saya belajar menggunakan senjata," katanya.

"Perempuan seperti saya tidak pergi bertempur di garis depan. Tetapi jika perang pecah, kami akan dapat melindungi diri sendiri di rumah kami."

Saya bertanya kepadanya mengapa dia percaya bahwa persiapan berperang untuk Taiwan itu penting.

"Saya menghargai kebebasan kami. Kami hidup di negara demokratis. Jadi, ini adalah hak dasar kami. Dan kami harus menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut," jawabnya.

"China adalah negara tanpa hak demokratis. Jadi saya merasa bersyukur telah dibesarkan di Taiwan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'

Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:55 WIB

Jangan Asal Hapus, Ini 7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File Tersembunyi

Jangan Asal Hapus, Ini 7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File Tersembunyi

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 10:38 WIB

Dedi Mulyadi Buka PORPROV XV Jabar 2026, Berharap Lahir Atlet Kelas Dunia

Dedi Mulyadi Buka PORPROV XV Jabar 2026, Berharap Lahir Atlet Kelas Dunia

Sport | Minggu, 08 November 2026 | 10:35 WIB

Pajak Warga Perluas Ruang Pembangunan, Sekda Jateng Ajak Manfaatkan Program Cashback

Pajak Warga Perluas Ruang Pembangunan, Sekda Jateng Ajak Manfaatkan Program Cashback

News | Minggu, 08 November 2026 | 10:35 WIB

Niat Hati Healing, Malah Jatuh Miskin: Kenali Jebakan Doom Shopping di Kala Stres!

Niat Hati Healing, Malah Jatuh Miskin: Kenali Jebakan Doom Shopping di Kala Stres!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:19 WIB

Revisi UU Keuangan Haji, Momentum BPKH Perkuat Kelembagaan Dana Umat

Revisi UU Keuangan Haji, Momentum BPKH Perkuat Kelembagaan Dana Umat

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 10:12 WIB

Rela Ngutang demi Hajatan Mewah, tapi Anak Minta Kuliah Jawabnya "Gak Ada Biaya", Kok Bisa?

Rela Ngutang demi Hajatan Mewah, tapi Anak Minta Kuliah Jawabnya "Gak Ada Biaya", Kok Bisa?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:00 WIB

Karhutla Ganggu Air Bersih 1.314 KK di Kayong Utara, Bupati Romi Dorong Perbaikan Pipa Sungai Buloh

Karhutla Ganggu Air Bersih 1.314 KK di Kayong Utara, Bupati Romi Dorong Perbaikan Pipa Sungai Buloh

News | Minggu, 08 November 2026 | 09:55 WIB

Shin Tae-yong Ungkap Badai Flu Terjang Skuad Persija Jakarta

Shin Tae-yong Ungkap Badai Flu Terjang Skuad Persija Jakarta

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 09:50 WIB

Siapa Oki Rengga? Dari Eks Kiper PSMS, Komika hingga Terseret Konflik dengan Suporter

Siapa Oki Rengga? Dari Eks Kiper PSMS, Komika hingga Terseret Konflik dengan Suporter

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 09:45 WIB

Terkini

Dana Korban Penipuan Rp967,5 Miliar Berhasil Diblokir

Dana Korban Penipuan Rp967,5 Miliar Berhasil Diblokir

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 10:56 WIB

Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'

Mengupas Luka Batin Masa Kecil Lewat Buku 'Seorang Anak yang Bersembunyi di Balik Topeng Superhero'

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:55 WIB

Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter

Kasus Pembakaran Warung Mi Babi Sukoharjo: Polisi Tangkap DPO di Solo, Mantan Napiter

Jawa Tengah | Minggu, 08 November 2026 | 10:54 WIB

Prakiraan Cuaca 8 November: Hujan Berpotensi Hampir Merata di Sumut Sore-Malam Ini

Prakiraan Cuaca 8 November: Hujan Berpotensi Hampir Merata di Sumut Sore-Malam Ini

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 10:51 WIB

Pangdam Hasanuddin Gandeng Ormas dan Ojol Berantas Mafia TNI

Pangdam Hasanuddin Gandeng Ormas dan Ojol Berantas Mafia TNI

Sulsel | Minggu, 08 November 2026 | 10:43 WIB

Bebas Bibir Pecah: 4 Lip Care Sunflower Seed Oil Penjaga Kelembapan

Bebas Bibir Pecah: 4 Lip Care Sunflower Seed Oil Penjaga Kelembapan

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 10:40 WIB

Jangan Asal Hapus, Ini 7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File Tersembunyi

Jangan Asal Hapus, Ini 7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File Tersembunyi

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 10:38 WIB

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Jepang, Lebih dari 20 Orang Luka-Luka

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Jepang, Lebih dari 20 Orang Luka-Luka

Sumut | Minggu, 08 November 2026 | 10:36 WIB

Dedi Mulyadi Buka PORPROV XV Jabar 2026, Berharap Lahir Atlet Kelas Dunia

Dedi Mulyadi Buka PORPROV XV Jabar 2026, Berharap Lahir Atlet Kelas Dunia

Sport | Minggu, 08 November 2026 | 10:35 WIB

Pajak Warga Perluas Ruang Pembangunan, Sekda Jateng Ajak Manfaatkan Program Cashback

Pajak Warga Perluas Ruang Pembangunan, Sekda Jateng Ajak Manfaatkan Program Cashback

News | Minggu, 08 November 2026 | 10:35 WIB

×