Kegembiraan Warga Desa-desa yang Baru Dibebaskan dari Pasukan Rusia

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 13 September 2022 | 16:02 WIB
Kegembiraan Warga Desa-desa yang Baru Dibebaskan dari Pasukan Rusia
BBC

Suara.com - Orla Guerin BBC News, Kryvyi Rih, Ukraina

Wajah Natalia berbinar ketika mengingat momen pembebasannya - saat pasukan Rusia yang ia benci diusir dari desanya, Novovoznesenske, di wilayah selatan Kherson.

Ia bertani di sana dengan damai dan tenang sampai militer Rusia datang pada 29 Maret. Yang tidak mereka hancurkan, mereka curi, kata perempuan itu, termasuk garpu, sendok, serta sepatu dari kaki seorang pensiunan.

"Mereka adalah gerombolan pengacau," katanya kepada saya, sambil meremas-remas tangannya seraya mengingat kembali traumanya.

Pembebasan akhirnya datang pada 2 September.

"Ketika angkatan bersenjata kami tiba, kami sedang berada di ruang bawah tanah," kata perempuan berusia 50 tahun itu.

"Mereka bertanya, dalam bahasa Ukraina, ‘ada orang yang masih hidup?' dan saya menyadari bahwa mereka di pihak kami. Mereka sangat tampan, sangat cantik terutama bila dibandingkan dengan para fasis [sebutannya untuk pasukan Rusia].

"Saya tidak tahu harus berbuat apa pada mereka – apakah saya harus memeluk mereka atau memegang tangan mereka? Saya menyentuh mereka dan saya sangat senang."

Baca juga:

Setelah berbulan-bulan menemui jalan buntu, Ukraina - dan Rusia - menghadapi kenyataan baru. Tiba-tiba ada momentum dalam konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Pasukan Ukraina bergerak maju, dan pasukan Rusia mundur dengan tergesa-gesa dari lokasi-lokasi strategis di wilayah timur Kharkiv. Mereka telah kehilangan Kota Kupiansk, pusat logistik penting, dan Izyum, landasan peluncuran serangan.

"Tentara Rusia bergegas untuk dikenal sebagai tentara tercepat di dunia," tulis Andriy Yermak - kepala staf presiden Volodymyr Zelensky - di Twitter. "Teruslah berlari".

Media sosial di Ukraina dibanjiri dengan gambar-gambar posisi Rusia yang ditinggalkan atau dihancurkan, dan pasukan Ukraina mengibarkan bendera mereka di wilayah-wilayah yang baru dibebaskan.

Kecepatan - dan luasnya - serangan balasan telah mengejutkan pasukan pendudukan, serta banyak orang Ukraina.

Seorang kolega dari Ukraina menyatakan dirinya "terkejut, tapi senang".

"Kami butuh kemenangan telak untuk menghibur kami," katanya, "dan sepertinya ada efek domino di Kharkiv. Tetapi mereka (Rusia) masih punya senjata dan pasukan serta (menguasai) banyak wilayah kami. Orang-orang masih mengerti siapa tetangga kita. Tapi ada lebih sedikit rasa takut dan lebih banyak rasa percaya diri."

Kemajuan ini telah memberi Ukraina semangat baru, setelah menderita kekalahan selama musim panas di wilayah Donbas.

Ketika kami melaporkan dari sana pada bulan Juni, tidak ada indikasi kalau pasukan Ukraina mampu melakukan serangan balik yang begitu kuat. "Ini adalah keajaiban militer," kata Mykhailo, seorang insinyur TI berusia 38 tahun.

"Keajaiban" itu telah dicapai dengan banyak persenjataan asing - termasuk sistem peluncuran roket jarak jauh – serta intelijen asing.

Sepertinya Ukraina juga berhasil mengakali Rusia, bukan yang pertama kalinya, dengan membicarakan rencana serangan balik di wilayah Kherson selatan.

Kremlin tampaknya mengambil umpan itu, memindahkan sebagian pasukan mereka ke sana, dan meninggalkan posisi mereka di Kharkiv terekspos secara berbahaya.

Namun serangan tersebut juga menunjukkan bahwa Ukraina dapat mengalahkan Rusia di medan perang, menurut para ahli militer Barat.

"Kita sekarang menyaksikan Rusia dikalahkan, bukan hanya diungguli," kata Profesor Michael Clarke, mantan Direktur Royal United Services Institute. Ia memandang peristiwa ini sebagai "titik balik awal".

Pada hari Sabtu (10/09), Presiden Zelensky mengatakan angkatan bersenjata negaranya telah mengambil alih sekitar 2.000 km persegi sejak awal September. Pada Minggu pagi, tentara menyebut angka yang lebih besar lagi, yakni 3.000 km persegi.

Untuk saat ini, para jurnalis - termasuk jurnalis BBC – dilarang meliput di garis depan. Kami tidak dapat memverifikasi semua klaim Ukraina – tetapi Rusia mengakui bahwa pasukannya telah menarik diri dari beberapa wilayah Kharkiv, mengklaim bahwa mereka "berkumpul kembali" alih-alih diusir.

Terlepas dari kemajuan Ukraina baru-baru ini, Rusia masih menguasai sekitar seperlima dari Ukraina - termasuk kota Kherson.

Kherson adalah kota besar Ukraina pertama yang jatuh ke tangan Rusia setelah invasi dan berada tepat di utara semenanjung Krimea (dikuasai oleh Rusia sejak 2014).

Kami berhasil menghubungi seorang perempuan yang masih tinggal di sana - yang mengatakan Rusia sudah mulai tiarap. Demi perlindungannya, kami tidak akan menyebut namanya.

"Selama dua atau tiga hari terakhir, militer tampaknya telah sedikit tenang," katanya kepada kami.

"Mereka lebih jarang kelihatan di kafe dan restoran. Kalau pertempuran di jalanan dimulai, itu akan sangat berbahaya. Tapi saya akan duduk di ruang bawah tanah selama berhari-hari atau berminggu-minggu jika perlu. Saya ingin melihat tentara kita di sini dan berterima kasih kepada mereka. Saya ingin melihat kemenangan."

Yang juga menunggu kemenangan ialah jaringan aktivis di dalam kota, yang melawan Rusia. Mereka mengumpulkan intelijen tentang posisi militer dan meneruskannya ke pasukan Ukraina.

Seorang anggota kelompok perlawanan - yang tidak bisa kami sebut namanya – mengatakan mereka sedang diburu.

"Rusia menemukan tempat-tempat lokasi foto diambil," katanya. "Ada penggeledahan massal apartemen yang dekat dengan titik pandang strategis. Ada dua kasus dalam seminggu terakhir ketika orang-orang ditangkap dari jalanan."

Namun ia berkata berita dari garis depan membawa harapan. "Orang-orang sekarang sangat terdorong oleh kemenangan di sekitar Kharkiv," katanya kepada kami. "Banyak yang berharap kami akan menjadi yang berikutnya."

Kota Kherson adalah lokasi pertempuran penting berikutnya, tetapi kemenangan sejauh ini telah memberi efek katarsis bagi rakyat Ukraina dan meyakinkan bagi para pendukungnya di Barat. Kalau kemenangan ini dipertahankan, alur konflik bisa berubah.

Tidak ada yang berharap Presiden Putin akan menyerah. Dalam hal Ukraina, ia punya visi yang panjang (dan obsesif).

Tetapi di berbagai tempat garis depan Rusia telah benar-benar runtuh dan banyak pasukannya telah melarikan diri. Ini bukan sekadar kekalahan. Ini hal yang memalukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

Keamanan Moskow Rusia Jebol, Serbuan Ratusan Drone Ukraina Lumpuhkan Fasilitas Logistik

News | Senin, 18 Mei 2026 | 06:05 WIB

Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?

Prediksi Analis Militer Barat Sebut Rusia Mulai Terjepit Lawan Ukraina, Gencatan Senjata?

News | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:30 WIB

Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

Sebut AS Siap Akhiri Perang, Rusia Kasih Syarat: Pasukan Ukraina Angkat Kaki dari Donbas

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 14:03 WIB

Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir

Vladimir Putin Isyaratkan Perang Ukraina Segera Berakhir

News | Senin, 11 Mei 2026 | 12:28 WIB

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa

News | Minggu, 10 Mei 2026 | 06:46 WIB

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:07 WIB

Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia

Ukraina Tuduh Israel Bantu Perdagangan Gandum Curian Rusia

News | Rabu, 29 April 2026 | 10:36 WIB

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

Ukraina Terancam Krisis Senjata Akibat Amerika Serikat Terlalu Fokus Urus Perang Iran

News | Sabtu, 25 April 2026 | 07:16 WIB

Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk

Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk

Your Say | Jum'at, 24 April 2026 | 21:05 WIB

Terkini

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

Akhir Pelarian Jambret WNA di Bundaran HI: 120 Kali Beraksi, Keok Ditembus 'Timah Panas' Polisi

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:59 WIB

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

Anwar Ibrahim Tuntut Pembebasan Aktivis GSF dan Jurnalis Indonesia yang Ditangkap Militer Israel

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:35 WIB

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

Kapal Bantuan Gaza Dikepung Militer Israel di Mediterania: 9 WNI Terancam, 1 Terdeteksi Diintersep!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:31 WIB

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

Penyerangan Tentara Israel ke Global Flotilla dan Jurnalis Indonesia Dianggap Pelanggaran Hukum Laut

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 07:07 WIB

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB