Penemuan Botol Miras Masih Segel dan 4 Kejanggalan Lain Dalam Tragedi Kanjuruhan Picu Kecurigaan

Farah Nabilla

Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:52 WIB
Penemuan Botol Miras Masih Segel dan 4 Kejanggalan Lain Dalam Tragedi Kanjuruhan Picu Kecurigaan
Tragedi Kanjuruhan. [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto]

Suara.com - Tragedi sepak bola Indonesia yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022) menyisakan duka yang mendalam.

Tak hanya oleh para keluarga korban, tapi juga para pecinta olah raga sepak bola, termasuk para supporter Arema FC.

Setelah jatuh korban meninggal dunia sebanyak 131 orang, publik mulai mendesak sejumlah pihak untuk menyelidiki peristiwa tersebut.

Setelah beberapa hari bergulir, satu persatu kejanggalan dalam peristiwa itu mulai terungkap. Apa saja kejanggalan tersebut?

1. Kapasitas penonton berlebih

Kejanggalan ini terungkap setelah Menkopolhukam menemukan fakta kalau jumlah tiket yang dijual dalam pertandingan tersebut mencapai 42 ribu lembar.

Menurut Mahfud jumlah tersebut melebihi jumlah kapasitas Stadion Kanjuruhan yang hanya bisa menampung 38 ribu orang.

Terkait dugaan kelebihan kapasitas penonton tersebut, pihak Arema justru menyatakan jumlah 42 ribu tersebut masih di bawah kapasitas maksimal Stadion Kanjuruhan yang dinilai bisa mencapai hingga 45 ribu orang.

2. Kick off di malam hari

baca juga

Mahfud MD menyatakan, panitia pelaksana pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya menolak usulan pihak kepolisian agar menggelar pertandingan pada sore hari, yakni pukul 15.30 WIB.

Sementara PSSI menyatakan, PT LIB beralasan, pertandingan digelar malam hari karena dianggap tidak akan menimbulkan masalah dari segi keamanan, sebab pertandingan tersebut digelar tanpa adanya supporter Persebaya.

3.  Penggunaan gas air mata

Ketika menghalau penonton yang meluber ke lapangan usai pertandingan Arema FC versus Persebaya Surabaya, polisi menghalau para penonton tersebut dengan tindakan yang represif.

Tak hanya memukul dan menendang penonton, polisi juga menembakan gas air mata ke  rah kerumunan.

Hal itu lantas membuat orang panik dan tidak bisa bernapas sehingga berujung pada kematian. Terkait dengan peristiwa itu, FIFA sebenarnya telah memasukkan gas air mata sebagai barang yang “haram” untuk dibawa ke pertandingan sepak bola.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Rapat Perdana TGIPF Usut Tragedi Kanjuruhan: Setop Semua Liga, Target 3 Minggu Laporan ke Presiden

Hasil Rapat Perdana TGIPF Usut Tragedi Kanjuruhan: Setop Semua Liga, Target 3 Minggu Laporan ke Presiden

News | Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:38 WIB

Presiden Jokowi Kunjungi Korban Hidup dan Keluarga Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan di Malang

Presiden Jokowi Kunjungi Korban Hidup dan Keluarga Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan di Malang

Bola | Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:36 WIB

Ucapan Duka DPRD Jawa Timur ke Tragedi Kanjuruhan Tuai Sorotan, Sederet Wajah Anggota Mejeng di Koran: Nuraninya Mati

Ucapan Duka DPRD Jawa Timur ke Tragedi Kanjuruhan Tuai Sorotan, Sederet Wajah Anggota Mejeng di Koran: Nuraninya Mati

News | Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:39 WIB

Prajurit TNI Bantu Polisi Serang Aremania secara Membabi Buta saat Brimob Tembakan Gas Air Mata di Kanjuruhan

Prajurit TNI Bantu Polisi Serang Aremania secara Membabi Buta saat Brimob Tembakan Gas Air Mata di Kanjuruhan

News | Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:22 WIB

Sempat Disebut Diculik, LPSK Minta Kelpin Perekam Kengerian di Pintu 13 Kanjuruhan Ajukan Perlindungan

Sempat Disebut Diculik, LPSK Minta Kelpin Perekam Kengerian di Pintu 13 Kanjuruhan Ajukan Perlindungan

News | Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:18 WIB

Ikut Prihatin Tragedi Stadion Kanjuruhan, Putra Surakarta FC Terima Keputusan Liga 3 Jateng Dihentikan Sementara

Ikut Prihatin Tragedi Stadion Kanjuruhan, Putra Surakarta FC Terima Keputusan Liga 3 Jateng Dihentikan Sementara

Surakarta | Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:17 WIB

Puan Maharani Minta Aparat Lakukan Investigasi Secara Transparan  dalam Tragedi Kanjuruhan

Puan Maharani Minta Aparat Lakukan Investigasi Secara Transparan dalam Tragedi Kanjuruhan

DPR | Rabu, 05 Oktober 2022 | 14:15 WIB

Terkini

Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027

Bali United Bertekad Dominasi Laga Kandang di BRI Super League 2026/2027

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:15 WIB

Neraca Dagang RI Surplus US$3,58 Miliar, Juni Malah Defisit

Neraca Dagang RI Surplus US$3,58 Miliar, Juni Malah Defisit

Foto | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama Konser Musik Ancol Ditangkap, Status Segera Tersangka

Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama Konser Musik Ancol Ditangkap, Status Segera Tersangka

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Integrasi STEM dan Nilai Pesantren

Serahkan Beasiswa Santri, Taj Yasin Dorong Integrasi STEM dan Nilai Pesantren

Jawa Tengah | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Kaesang Incar Dapil Jateng V yang Jadi Basis PDIP, Begini Respons Santai Puan

Kaesang Incar Dapil Jateng V yang Jadi Basis PDIP, Begini Respons Santai Puan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:09 WIB

Jangan Andalkan APBD! Ini Strategi Media Lokal Hadapi Badai Efisiensi

Jangan Andalkan APBD! Ini Strategi Media Lokal Hadapi Badai Efisiensi

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:08 WIB

Salju Abadi Puncak Jaya Hampir Punah, Apa yang Terjadi pada Gletser Papua?

Salju Abadi Puncak Jaya Hampir Punah, Apa yang Terjadi pada Gletser Papua?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Tren Ngopi Makin Eksploratif, Dua Kreasi Ini Bikin Ritual Kopi di Rumah Lebih Seru

Tren Ngopi Makin Eksploratif, Dua Kreasi Ini Bikin Ritual Kopi di Rumah Lebih Seru

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:03 WIB

Dampak Domino AI di Depan Mata: Panduan Cerdas Beli Gadget Sebelum Harga Makin 'Gila'

Dampak Domino AI di Depan Mata: Panduan Cerdas Beli Gadget Sebelum Harga Makin 'Gila'

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:02 WIB

Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah di Kedokteran Gigi

Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah di Kedokteran Gigi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:02 WIB

×