Petisi Desakan Iwan Bule Mundur dari Ketum Direspons Exco PSSI: Kalau Mundur Tidak Jantan!

Chandra Iswinarno, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:18 WIB
Petisi Desakan Iwan Bule Mundur dari Ketum Direspons Exco PSSI: Kalau Mundur Tidak Jantan!
Exco PSSI Sondhaji memberikan keterangan di Kantor Komnas HAM pada Kamis (13/10/2022). Dalam pernyataannya, ia mengatakan desakan mundur kepada Iwan Bule dari Ketum PSSI bukan pilihan jantan. [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Komite Eksekutif atau Exco Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Sonhadji menyebut keputusan mundur yang didesakan kepada Mochamad Iriawan alias Iwan Bule sebagai ketua umum federasi sepakbola nasional itu bukan langkah tepat. Dia mengatakan jika rekannya di PSSI itu mundur, bukan pilihan yang jantan.

Pernyataan tersebut sekaligus merespons sekitar 27 ribu orang yang hingga Selasa (11/10/2022) telah menandatangani petisi desakan agar Iwan Bule mundur dari jabatan Ketua Umum PSSI. Desakan tersebut muncul, setelah peristiwa berdarah Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 132 orang usai pertandingan Liga 1 antara Arema FC melawan Persebaya pada Sabtu (1/10/2022) lalu.

"Saya bilang, tadi saya bilang sama kawan saya itu Ketua Umum (PSSI). Kalau Anda (Iwan Bule) mundur tidak jantan," kata Sonhadji di kantor Komnas HAM, Jakarta, Kamis (13/10/2022).

Sebagai salah satu Exco PSSI, Sonhadji mengaku juga tidak tepat baginya untuk mundur di masa seperti saat ini.

"Ya saya selaku pengurus PSSI mundur itu bukan tindakan yang bagus untuk menghadapi masalah seperti ini. Kalau saya katakan sebagai Exco PSSI saya, kalau kondisi seperti ini lagi butuh pemikiran butuh macam-macam," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Perhimpunan Jurnalis Rakyat membuat petisi di laman Change.org. Tercatat hingga Selasa (11/10/2022) siang pukul 14.10 WIB terkumpul sebanyak 27 ribu tanda tangan dalam petisi yang mendesak Iwan Bule mundur dari jabatan Ketum PSSI. Petisi itu menargetkan 35 ribu tanda tangan atau dukungan.

Shin Tae-yon Ancam Mundur

Desakan agar Iwan Bule mundur dari Ketum PSSI juga kemudian direspons Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong. Mantan Pelatih Timnas Korsel ini menyatakan bakal mundur dari jabatannya, jika Ketum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mengundurkan diri.

"Seseorang yang sangat mencintai sepakbola Indonesia dengan kesungguhan hati dan memberikan dukungan penuh dari belakang agar sepak bola dapat berkembang adalah Ketua Umum PSSI. Menurut saya, jika Ketua Umum PSSI harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi dan mengundurkan diri, maka saya pun harus mengundurkan diri."

baca juga

STY beralasan, Iwan Bule merupakan rekan kerjanya selama melatih Timnas Indonesia. Lantaran itu, ia menekankan, jika rekan kerjanya melakukan kesalahan, secara otomatis dirinya juga memiliki kesalahan yang sama.

"Karena saya pikir jika terdapat kesalahan dari rekan kerja yang bekerja bersama sebagai 1 tim, maka saya pun juga memiliki kesalahan yang sama. Kita adalah 1 tim. Sepak bola tidak bisa sukses jika hanya performa 11 pemain inti saja yang bagus, bukan juga hanya staf pelatih saja yang bagus, kita bisa mencapai kesuksesan ketika semuanya menjadi satu tim mulai dari pemain inti, pemain cadangan, staf pelatih, official, semua karyawan federasi termasuk Ketua Umum. Itulah filosofi sepak bola saya. Sepak bola adalah salah satu olahraga yang tidak akan bisa menang dengan hanya 1 orang saja yang bagus kinerja kerjanya."

Ia kemudian menceritakan sedikit kilas balik perjalanannya membangun dan mengembangkan sepak bola Indonesia yang dimulai pada tahun 2020 silam.

"Saya dengan masyarakat Indonesia dapat mengembangkan sepak bola Indonesia bersama setelah saya datang ke Indonesia pada tahun 2020. Ini adalah prestasi atau hasil yang dibuat oleh para pemain, fans dan Ketua Umum PSSI yang memilih saya."

Perkembangan sepakbola Indonesia yang terjadi dalam dua tahun belakangan, menurut STY tak bisa dilepaskan dari Iwan Bule. Lantaran itu, STY menyatakan akan berusaha lebih keras lagi membangun dan mengembangkan sepakbola Indonesia di masa mendatang.

"Sangat disayangkan nyatanya semua tanggung jawab dialihkan kepada Ketua Umum. Beliau telah mengembangkan sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Pasti bisa juga mengatasi keadaan ini dengan baik. Saya pun akan berusaha lebih keras agar sepakbola Indonesia lebih maju lagi. Sebagai penutup, sekali lagi saya ingin mengucapkan bahwa saya ingin memberikan dukungan penuh kepada para korban, keluarga korban dan seluruh masyarakat Indonesia."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sikap Shin Tae-yong Bela Mochamad Iriawan Disebut Settingan, Begini Reaksi PSSI

Sikap Shin Tae-yong Bela Mochamad Iriawan Disebut Settingan, Begini Reaksi PSSI

Bola | Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:07 WIB

Akhirnya PSSI Ngaku, Tidak Memuat Terperinci Aturan FIFA Soal Larangan Gas Air Mata dalam Nota Kesepahaman dengan Polri

Akhirnya PSSI Ngaku, Tidak Memuat Terperinci Aturan FIFA Soal Larangan Gas Air Mata dalam Nota Kesepahaman dengan Polri

News | Kamis, 13 Oktober 2022 | 20:03 WIB

TGIPF Tragedi Kanjuruhan Sudah Rampungkan Tugas, Mahfud MD Belum Bisa Sampaikan Hasilnya ke Publik

TGIPF Tragedi Kanjuruhan Sudah Rampungkan Tugas, Mahfud MD Belum Bisa Sampaikan Hasilnya ke Publik

Lampung | Kamis, 13 Oktober 2022 | 19:54 WIB

Terkini

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Timnas Indonesia Diprediksi Menang 3-0 Atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Diprediksi Menang 3-0 Atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Sinopsis 'Okaeri, Hatsukoi', Drama Terbaru Higuchi Kouhei dan Hayashi Meari

Sinopsis 'Okaeri, Hatsukoi', Drama Terbaru Higuchi Kouhei dan Hayashi Meari

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Harga BBM Hari Ini 1 Oktober 2026: Pertalite hingga Pertamax

Harga BBM Hari Ini 1 Oktober 2026: Pertalite hingga Pertamax

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:30 WIB

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Sulsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

Gen Z Mulai Doyan Emas, Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69%

Gen Z Mulai Doyan Emas, Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

IHSG Dibuka Betah di Zona Merah ke Level 6.062

IHSG Dibuka Betah di Zona Merah ke Level 6.062

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:19 WIB

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

Bali | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

×