Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Achmad Fauzi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB
Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan
Petani memanen tembakau di Ngringin, Nganjuk, Jawa Timur. [ANTARA FOTO/Muhammad Mada/agr]
baca 10 detik
  • Ketua GAPPRI Henry Najoan menyatakan wacana pembatasan kadar nikotin dan TAR mengancam produsen, tenaga kerja, serta petani tembakau lokal.
  • Pembatasan tersebut berpotensi menghentikan penyerapan 95 persen bahan baku tembakau domestik karena petani belum mampu menghasilkan kadar rendah.
  • Ekonom Piter Abdullah meminta pemerintah menyusun peta jalan regulasi yang jelas untuk melindungi sektor padat karya dari ancaman pemutusan tenaga kerja.

Suara.com - Ketua Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (GAPPRI) Henry Najoan mengatakan wacana pembatasan kadar nikotin dan TAR tidak hanya berdampak pada produsen rokok, tetapi juga dapat berimbas kepada tenaga kerja dan petani tembakau di dalam negeri.

Menurutnya, industri kretek sangat bergantung pada bahan baku tembakau dan cengkih domestik. Karakteristik tembakau Indonesia disebut memiliki kandungan nikotin dan TAR yang tergolong tinggi.

"Kalau ada rencana pembatasan kandungan nikotin dan TAR di industri kretek, 95 persen bahan baku kami tembakau dan cengkih dalam negeri. Petani kita belum mampu merekayasa tembakau yang rendah nikotin dan TAR, ketersediaan di petani semuanya masih tinggi," ujarnya di Jakarta, seperti dikutip Kamis (1/10/2026).

Henry mengatakan apabila pembatasan kadar nikotin dan TAR diterapkan, penyerapan hasil panen petani lokal berpotensi ikut terdampak.

Pedagang menunjukkan cukai rokok yang di jual di Jakarta, Sabtu (5/11/2022). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi rokok kretek. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pasalnya, pabrikan dapat menghadapi kondisi ketika bahan baku tembakau lokal tidak memenuhi ambang batas yang ditetapkan. Dalam kondisi tersebut, pembelian bahan baku berpotensi dialihkan ke pasar impor.

Dampak kebijakan tersebut juga dinilai dapat merembet ke sektor ketenagakerjaan, terutama industri SKT yang merupakan salah satu sektor padat karya.

"Kami juga punya produk spesifik SKT yang menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja langsung di pabrik. Kalau aturan ini benar diterapkan, dampaknya luar biasa, kehilangan tenaga kerja dan menciptakan kemiskinan baru," tegas Henry.

Henry menambahkan, kondisi industri rokok legal saat ini juga menghadapi tekanan akibat melemahnya daya beli dan maraknya peredaran rokok ilegal selama tiga tahun terakhir.

Menurutnya, munculnya wacana regulasi yang lebih restriktif dapat menambah ketidakpastian bagi keberlangsungan usaha pabrikan rokok legal.

baca juga

Perlu Roadmap Regulasi

Ekonom Senior sekaligus Policy and Program Director di Prasasti Center for Policy Studies Piter Abdullah mengatakan regulasi pemerintah seharusnya memberikan perlindungan, terlebih IHT merupakan sektor padat karya yang menopang kegiatan ekonomi masyarakat.

"Saya kira pemerintah memang ingin menurunkan prevalensi merokok karena alasan kesehatan. Tapi yang dibutuhkan adalah arah kebijakan yang jelas," imbuhnya.

Menurut Piter, IHT memiliki peran dalam perekonomian dari hulu hingga hilir. Industri ini menciptakan nilai tambah dan menyerap tenaga kerja di sepanjang rantai pasok.

Ia juga menilai pengolahan daun tembakau menjadi produk rokok merupakan salah satu bentuk hilirisasi.

"Yang ketiga, industri ini berkontribusi terhadap penerimaan negara," kata Piter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Tani Nasional, Energi Terbarukan Jadi Penggerak Pangan dan Kemandirian Petani

Hari Tani Nasional, Energi Terbarukan Jadi Penggerak Pangan dan Kemandirian Petani

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:11 WIB

Prabowo Mau Perberat Sanksi Pelaku Karhutla

Prabowo Mau Perberat Sanksi Pelaku Karhutla

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 10:54 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Program Pemerintah Harus Punya Umur Panjang, Bukan Sekadar Anggaran Panjang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Industri Kretek Terancam Aturan Nikotin-TAR, 600 Ribu Pekerja SKT Jadi Taruhan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:40 WIB

Timnas Indonesia Diprediksi Menang 3-0 Atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Diprediksi Menang 3-0 Atas Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:37 WIB

Sinopsis 'Okaeri, Hatsukoi', Drama Terbaru Higuchi Kouhei dan Hayashi Meari

Sinopsis 'Okaeri, Hatsukoi', Drama Terbaru Higuchi Kouhei dan Hayashi Meari

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Harga BBM Hari Ini 1 Oktober 2026: Pertalite hingga Pertamax

Harga BBM Hari Ini 1 Oktober 2026: Pertalite hingga Pertamax

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

Sidang Kasus Kuota Haji Hari Ini, Jaksa Hadirkan Bos Maktour Fuad Hasan Masyhur

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:30 WIB

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

KPK Hadirkan Fuad Hasan Masyhur Dalam Sidang Korupsi Kuota Haji Hari Ini

Sulsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

Gen Z Mulai Doyan Emas, Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69%

Gen Z Mulai Doyan Emas, Pembiayaan Konsumer BCA Syariah Tumbuh 34,69%

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:25 WIB

IHSG Dibuka Betah di Zona Merah ke Level 6.062

IHSG Dibuka Betah di Zona Merah ke Level 6.062

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:19 WIB

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

PT Asabri Ditipu Rp100 Miliar Dalam Proyek Kondotel Bali, Kok Bisa ?

Bali | Kamis, 01 Oktober 2026 | 09:05 WIB

×