Siap Hadapi Krisis Pangan Dunia, Gubernur Khofifah Ajak Semua Elemen Wujudkan Jatim Tetap Jadi Lumbung Pangan Nasional

Fabiola Febrinastri

Kamis, 20 Oktober 2022 | 10:17 WIB
Siap Hadapi Krisis Pangan Dunia, Gubernur Khofifah Ajak Semua Elemen Wujudkan Jatim Tetap Jadi Lumbung Pangan Nasional
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 Tahun 2022 Provinsi Jawa Timur, Rabu (19/10/2022). (Dok: Pemprov Jatim) 

Suara.com - Provinsi Jawa Timur  bisa diandalkan sebagai lumbung pangan nasional dan siap menghadapi tantangan krisis pangan dunia. Hal ini dikemukakan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa secara optimis. 

Gubernur Khofifah menyebut bahwa ketahanan pangan Jatim hingga saat ini dalam posisi sangat baik, bahkan ketersediaan bahan pangan Jatim dalam kondisi surplus dan menjadi tulang punggung nasional. Utamanya untuk wilayah Indonesia bagian timur.

“Insya Allah Jawa Timur tetap bisa menjadi lumbung pangan nasional. Terlebih, Data BPS terus terupdatedan koordinasi dengan kepala daerah juga terus kita lakukan,” tegas Gubernur Khofifah, dalam puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 Tahun 2022 Provinsi Jawa Timur, di Jatim Expo, Surabaya, Rabu (19/10/2022) sore. 

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data BPS tahun 2020 dan 2021, Jatim menjadi provinsi penghasil padi tertinggi nasional. Produksi padi Jatim di tahun 2021 mencapai 9,94 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). 

"Mudah-mudahan di tahun 2022 ini, produksi padi di Jatim masih tertinggi di Indonesia. Terimakasih kami sampaikan pada petani dan peternak atas kerja kerasnya maka hasil produksi pangan kita sangat signifikan," ungkapnya.

Gubernur Khofifah menambahkan, produksi daging sapi di Jatim juga menjadi yang tertinggi se-Indonesia, dengan populasi sapi  mencapai 5,1 juta ekor. Hal ini termasuk produksi ikan tuna, di Jatim juga tercatat sebagai tertinggi nasional. 

“Betapa penting menjaga ketahanan pangan. Bahkan menurut saya, kita sudah waktunya masuk ke kedaulatan pangan. Maka menjaga produktivitas pangan harus maksimal kita upayakan,” tegasnya.

Untuk itu, sejalan dengan tema Hari Pangan Sedunia ke-42 tahun ini yaitu  ‘Leave No One Behind, BetterProduction, Better Nutrition, Better Environment, and Better Life', Gubernur Khofifah mengajak memaknai faktor Better Production.

Menurutnya, untuk mencapai better productiondiperlukan dorongan di sektor pertanian untuk semakin meningkatkan performa dan produktivitasnya di wilayahnya masing-masing. Sedangkan di Jatim, kondisinya adalah hasil panen petani masih bisa dimaksimalkan, bahkan dengan kualitas padi premium  lagi jika terpenuhinya Alat Mesin Pertanian (alsintan) canggih. 

baca juga

Untuk itu, Gubernur Khofifah memberikan solusi khusus dengan pemberian Grace Period dalam Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikhususkan untuk pengadaan alsintan  petani. 

"Kalau ada sektor yang bisa mendapat KUR dengan Grace Period selama empat tahun, maka sektor pangan terutama padi juga diharapkan bisa mendapatkan kesempatan yang sama," tuturnya. 

Lebih detail Khofifah menjelaskan, bahwa KUR yang dimaksud kali ini adalah untuk keperluan pemenuhan alsintan yang harganya  cukup mahal bagi gapoktansecara umum, diantaranya Harvester, Dryer, Rice Milling Unit (RMU). Maka jika KUR-nya mendapat Grace Period, akan sangat meringankan para petani dalam menyelesaikan cicilannya. 

Dengan format pinjaman semacam ini, Khofifah, sapaan akrab Gubernur Jatim ini mengaku optimistis, para petani bisa memenuhi kebutuhan alat-alat pertanian yang lebih canggih, yang tentunya bisa meningkatkan kualitas dan produktifitas  hasil panen petani. 

"Para petani ini akan memiliki produksi yang lebih signifikan jika  ada Harvester, Dryer, dan RMU, sehingga produknya bisa berkualitas premium. Apalagi memang padi di Jatim pada dasarnya  kualitasnya premium, hanya karena keterbatasan alat seperti dryer, sehingga pengeringan kurang maksimal. Hal ini menjadikan kandungan airnya sering masih cukup tinggi sehingga saat diolah pecahnya banyak maka kualitasnya jadi medium," urainya. 

Lebih lanjut dijelaskan Khofifah, Harvester pun bisa mengurangi lost produksi hingga 9- 11 persen. Dengan demikian, jika Jatim produksinya hampir 10 juta ton, dengan memiliki Harvester maka produksi padi Jatim bisa mencapai 11 juta ton.

“Itulah mengapa saya  usulkan supaya grace periode KUR alsintan bisa sampai empat tahun. Karena sudah ada yang bisa dapat grace periode di sektor lain,” tegasnya.

Begitu juga dengan implementasi Better Nutrition. Gubernur Khofifah mengajak seluruh kepala daerah dan Tim Penggerak PKK Kab/Kota untuk menjadikan referensi dalam penurunan kasus Stunting di Jatim. 

"Kita bisa menjadi bapak/ibu asuh bagi satu anak yang terindikasi stunting. Ini jadi salah satu langkah bersama untuk menurunkan angka stunting sesuai target Presiden Jokowi, di bawah14% pada tahun 2024," ucap Khofifah. 

Sementara untuk Better Environment, Gubernur Khofifah secara khusus mengingatkan para kepala daerah untuk menjaga keseimbangan dalam minat pembangunan industri dan Lahan Sawah yang Dilindungi (LSD), serta memastikan LSD tidak digunakan untuk industrialisasi.

Pastikan area industri dari lahan tidak produktif untuk menjaga produktifitas dari luasan lahan yang telah ada. 

"Mohon kepada seluruh kepala daerah agar LSD jangan dikonversi ke industri. Cari lahan-lahan lain yang dalam kondisi idle. Maka baru kita bisa masuk ke BetterLife sebagai implementasi yang terakhir," tegasnya. 

Dengan terpenuhinya empat implementasi tersebut, Gubernur Khofifah meyakini bahwa bukan tidak mungkin Indonesia, utamanya Jatim bisa menuju kedaulatan pangan, bukan sekadar ketahanan pangan. 

"Potensi pangan kita luar biasa, masyarakat kita luar biasa. Diberi stimulan kecil, hasil produktifitasnya luar biasa. Kita harus terus optimistis, tapi tetap waspada," tandasnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo mengaku takjub atas keberhasilan Jatim dalam surplus beras pada tahun 2021. Secara khusus, ia menyampaikan apresiasi penuh atas kerja keras seluruh insan pertanian Jatim yang menjadikan Jatim sebagai pemasok pangan bagi 16 daerah lainnya. 

"Kami ucapkan apresiasi setinggi-tingginya karena Jawa Timur tidak hanya surplus beras tetapi juga menjadi pemasok pangan bagi 16 daerah lain," terangnya.

Ia optimistis, Jatim akan jauh dari krisis pangan. Namun bukan menjadi alasan untuk tidak waspada. Untuk itu, demi menjaga ekosistem pangan Jatim yang sudah baik, pihaknya berkomitmen untuk menjaga keseimbangan di hulu dan hilir. 

"Petani dan peternak harus untung, tetapi di hilirnya juga harus seimbang antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi," tegasnya. 

Pada kegiatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan penghargaan kepada enam bupati/wali kota atas peran dan kepeduliannya dalam Ketahanan Pangan. Antara lain, Bupati Jombang Mundjidah Wahab di Bidang Diversifikasi Pangan, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani di Bidang Penguatan Ketahanan Pangan dan Bupati Magetan Suprawoto di Bidang Pemanfaatan Lahan Marjinal. 

Selain itu, Bupati Jember Hendy Siswanto di Bidang Peningkatan Ketersediaan Pangan, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana di Bidang Pengembangan Tanaman Hortikultura dan Walikota Surabaya Ery Cahyadi di Bidang Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau. 

Selain itu, juga turut diserahkan Penganugerahan Kreasi dan Inovasi Teknologi Pertanian (Krenotek Tani) Tahun 2022 kepada lima orang petani andalan Jatim. Penghargaam diberikan atas inovasi para petani dalam membangun pertanian di Jawa Timur dalam rangka mewujudkan kedaulatan dan kemandirian pangan. 

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 Tahun 2022 Provinsi Jawa Timur, Rabu (19/10/2022). (Dok: Pemprov Jatim) 
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam puncak Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-42 Tahun 2022 Provinsi Jawa Timur, Rabu (19/10/2022). (Dok: Pemprov Jatim) 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkat Gubernur Khofifah, Suharto Tukang Becak Peraih Medali Emas SEA Games Kini Jadi Pegawai Bapenda

Berkat Gubernur Khofifah, Suharto Tukang Becak Peraih Medali Emas SEA Games Kini Jadi Pegawai Bapenda

News | Selasa, 18 Oktober 2022 | 09:51 WIB

Penutupan PKN Angkatan XII, Gubernur Khofifah Ajak Peserta Jadi Game Changer yang Inisiatif, Kolaboratif dan Inovatif

Penutupan PKN Angkatan XII, Gubernur Khofifah Ajak Peserta Jadi Game Changer yang Inisiatif, Kolaboratif dan Inovatif

News | Sabtu, 15 Oktober 2022 | 19:35 WIB

Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Dubes Swedia untuk Bahas Rencana Investasi Sektor Transportasi Publik

Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Dubes Swedia untuk Bahas Rencana Investasi Sektor Transportasi Publik

News | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:58 WIB

Berhasil Swasembada Beras saat Masa Sulit Pandemi, Indonesia Dapat Penghargaan FAO

Berhasil Swasembada Beras saat Masa Sulit Pandemi, Indonesia Dapat Penghargaan FAO

Purwokerto | Senin, 15 Agustus 2022 | 06:50 WIB

Ketakutan Krisis Jokowi hingga Singgung Subsidi BBM Bebani APBN, Apakah Angka Rp 502 Triliun Kuat Kita Pertahankan?

Ketakutan Krisis Jokowi hingga Singgung Subsidi BBM Bebani APBN, Apakah Angka Rp 502 Triliun Kuat Kita Pertahankan?

Purwokerto | Sabtu, 13 Agustus 2022 | 23:00 WIB

Jokowi Ingatkan Sudah 300 Juta Lebih Penduduk Dunia Kelaparan, Lahan tak Produktif Harus Ditanami!

Jokowi Ingatkan Sudah 300 Juta Lebih Penduduk Dunia Kelaparan, Lahan tak Produktif Harus Ditanami!

Purwokerto | Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:01 WIB

Terkini

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 20:23 WIB

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

Viral Video Menteri PU Dody Hanggodo Memaki Anak Buah, Ini Penyebabnya

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:20 WIB

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

Fasilitas Bak Hunian Pribadi di Lapas Cibinong Disorot, Pemerintah Diminta Buka-Bukaan

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:15 WIB

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Serasa di Thailand, Little Siam Ramaikan Akhir Pekan dengan Market hingga Water War

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Senja yang Meminjam Fajar

Senja yang Meminjam Fajar

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 20:05 WIB

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

Sidak Ombudsman Ungkap Lapas Mewah Cibinong, Ketua MPR Buka Suara

News | Minggu, 27 September 2026 | 20:00 WIB

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Dari Banjarmasin ke Asia Pasifik, Perjalanan dr. Ayu Kembangkan Regenerative Medicine

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 19:57 WIB

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 19:50 WIB

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Wacana Capres Harus Didukung 2 Fraksi DPR, PPP Soroti Keterwakilan Suara Rakyat

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 19:40 WIB

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Bedah Makna Lagu 'Stuck' ENHYPEN: Kisah Cinta Egois Sang Vampir yang Berujung Bahaya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 19:35 WIB

×