HR Soeharto hingga Dokter Rubini, Ini Profil 5 Tokoh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Agatha Vidya Nariswari

Selasa, 08 November 2022 | 14:03 WIB
HR Soeharto hingga Dokter Rubini, Ini Profil 5 Tokoh yang Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional
Dokter Rubini Natawisastra. [ANTARA]

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo resmi menganugerahi gelar Pahlawan Nasional kepada lima tokoh yang telah diseleksi melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan menjelang Hari Pahlawan.

Diketahui, gelar tersebut telah resmi berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96 TK Tahun 2022.

Pemberian anugerah gelar Pahlawan Nasional tersebut dilaksanakan pada hari Senin (7/11/2022). Penyematan gelar nasional ini dihadiri oleh para ahli waris sebagai wakil para penerima gelar penghargaan di Istana Negara, Jakarta Pusat.

Acara tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kemudian, Presiden Jokowi memimpin proses mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan.

Setelah itu, Sekretaris Militer Presiden Laksda Hersan membacakan surat keputusan presiden terkait dengan penganugerahan gelar pahlawan nasional kepada lima tokoh terpilih tersebut.

Lantas, siapa sajakah lima tokoh yang terpilih mendapatkan anugerah gelar Pahlawan Nasional tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

DR dr HR Soeharto

Presiden Jokowi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional pertamanya kepada Dr dr HR Soeharto atau lebih akrab dengan sapaan Dokter Soeharto. 

Dokter Soeharto sendiri merupakan dokter pribadi Presiden pertama Indonesia, yaitu Ir Soekarno sebelum Indonsia merdeka. Penyematan gelar Pahlawan Nasional bagi Dokter Soeharto tersebut sempat diusulkan oleh Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri.

baca juga

Pemilik nama lengkap Soeharto Sastrosoeyoso tersebut lahir pada 24 Desember 1908 di Tegalgondo, Solo, Jawa Tengah. Pada tanggal 30 November tahun 2000, Dokter Soeharto mengembuskan nafas terakhirnya pada usianya yang ke-91.

Dokter Soeharto ini sempat menduduki berbagai posisi di pemerintahan, mulai dari Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, sampai dengan Kepala Bappenas di Kabinet Soekarno.

Tidak hanya itu, tercatat dalam sejarah, Dokter Soeharto merupakan pendiri bank pertama di Indonesia, yaitu Bank Negara Indonesia (BNI).

Pada tahun 1950, Dokter Soeharto menjadi salah satu penggagas berdirinya Ikatan Dokter Indonesia atau disingkat IDI.

Peran lain yang menjadikan Dokter Soeharto berjasa bagi bangsa Indonesia, yaitu ia merupakan pelopor adanya program Keluarga Berencana atau KB di Indonesi dan menjadi ketua pertama Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

KGPAA Paku Alam VIII

Penghargaan gelar Pahlawan Nasional kedua yang diberikan oleh Presiden Jokowi jatuh pada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Paku Alam VIII.

Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pertama pasca proklamasi Kemerdekaan ini menjadi salah satu tokoh yang memperoleh gelar Pahlawan Nasional.

Kiprah KGPAA Paku Alam VIII ini tidak hanya merupakan seorang pemimpin, tetapi juga merupakan pejuang dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia. KGPAA Paku Alam VIII juga terkenal memiliki peran penting dalam dunia pendidikan Indonesia.

Menilik dari sejarah, Paku Alam VIII meningkatkan kemajuan pendidikan bagi rakyat di Kadipaten Pakualaman untuk menekan angka buta huruf.

Paku Alam VIII juga mendukung penuh atas keberlangsungan pendidikan di Yogyakarta bersama Sultan Hamengku Buwono IX.

Pencapaian, peran, dan prestasinya tersebut dibuktikan melalui pendirian beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Tidak hanya perguruan tinggi, Paku Alam VIII juga mendirikan Sekolah Rakyat dan SMP Puro Pakualaman.

Pada tahun 1979, tepatnya pada tanggal 6 Juni, berdiri sebuah yayasan yang bernama Yayasan Notokusumo. Melalui yayasan ini, Paku Alam VIII meresmikan Akademi Administrasi Negara, serta Akademi Keperawatan Notokusumo.

H Salahuddin bin Tallbuddin

Pemberian anugerah gelar Pahlawan Nasional juga diberikan Jokowi kepada Haji Salahuddin bin Talabuddin. Ia merupakan tokoh perjuangan yang berasal dari Maluku Utara.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Provinsi Maluku Utara telah mengusulkan perolehan gelar Pahlawan Nasional untuk Haji Salahuddin.

Menilik dari sejarah, dikatakan bahwa Haji Salahuddin bin Talabuddin ini lahir di Desa Gemia, Patani, Maluku Utara pada tahun 1874.

Haji Salahuddin bin Talabuddin merupakan salah satu tokoh perjuangan politik melawan Belanda melalui Organisasi Serikat Islam (SI) Merah pada tahun 1928.

Pada tahun 1941, Haji Salahuddin bin Talabuddin ini mengibarkan bendera Merah Putih di Tanjung Ngolopopo, Patani, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Haji Salahuddin bin Talabuddin juga turut memimpin perjuangan fisik melawan penjajahan Belanda di Maluku Utara. H Salahuddin bin Talabuddin meninggal di Skep Ternate pada tahun 1948.

dr R Rubini Natawisastra

dr R Rubini Natawisastra menjadi salah satu dari lima tokoh yang resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo.

Ia merupakan seorang dokter sekaligus pemimpin partai politik pada masanya dan berperan melawan penjajah di Kalimantan Barat.

Adapun pengusulan dr R Rubini Natawisastra sebagai Pahlawan Nasional ini dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Kongres Wanita Indonesia atau KOWANI. Mereka mengusulkan Dr R Rubini Natawisastra sebagai Pahlawan Nasional pejuang kemanusiaan dan kemerdekaan Indonesia.

Nama dr. Rubini ini pun diabadikan sebagai nama sebuah RSUD yang ada di Kabupaten Mempawah, yaitu RSUD dr. Rubini Mempawah. Tidak hanya itu, terdapat nama jalan yang menggunakan namanya di Kabupaten Mempawah, Kota Pontianak dan Bandung.

KH Ahmad Sanusi

Kiai asal Jawa Barat, KH Ahmad Sanusi menjadi salah satu tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo. KH Ahmad Sanusi lahir pada 18 September 1889 di Desa/Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Ulama besar ini terkenal dengan ciri khasnya yang selalu menggunakan peci hitam. Kiai terkenal di Jawa Barat ini pun pernah memperoleh penghargaan Bintang Maha Putera Utama dari Presiden Soeharto pada tahun 1992.

KH Ahmad Sanusi juga mendapatkan anugerah Bintang Maha Putera Adipradana oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada tahun 2009.

Nama KH Ahmad Sanusi juga disematkan dalam sebuah prasasti yang terletak di Gedung KAA Bandung.

Adapun peran dari KH Ahmad Sanusi ini yaitu menjadi salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). KH Ahmad Sanusi juga menjadi pendiri organisasi Persatuan Umat Islam atau PUI.

Menilik dari sejarahnya, KH Ahmad Sanusi pernah menjadi tahanan Belanda karena terlibat dalam upaya-upaya perlawanan terhadap penjajah.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Telepon Putin dan Volodymyr, Memastikan Apakah Bisa Hadir KTT G20 di Bali?

Jokowi Telepon Putin dan Volodymyr, Memastikan Apakah Bisa Hadir KTT G20 di Bali?

News | Selasa, 08 November 2022 | 13:42 WIB

Ahmad Sanusi Jadi Pahlawan Nasional, Ridwan Kamil Bangga

Ahmad Sanusi Jadi Pahlawan Nasional, Ridwan Kamil Bangga

Sumut | Selasa, 08 November 2022 | 13:53 WIB

Mengenal Soeharto Sastrosoeyoso, Dokter Pribadi Soekarno yang Jadi Pahlawan Nasional

Mengenal Soeharto Sastrosoeyoso, Dokter Pribadi Soekarno yang Jadi Pahlawan Nasional

Health | Selasa, 08 November 2022 | 11:38 WIB

Doa Ziarah Kubur ke Makam saat Hari Pahlawan Lengkap

Doa Ziarah Kubur ke Makam saat Hari Pahlawan Lengkap

News | Selasa, 08 November 2022 | 11:19 WIB

KH Ahmad Sanusi, Ulama Asal Sukabumi Terima Gelar Pahlawan Nasional

KH Ahmad Sanusi, Ulama Asal Sukabumi Terima Gelar Pahlawan Nasional

Sukabumi | Selasa, 08 November 2022 | 08:55 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×