Surabaya Bergerak Hidupkan Tradisi Gotong Royong Warga dalam Keberagaman

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Rabu, 16 November 2022 | 09:26 WIB
Surabaya Bergerak Hidupkan Tradisi Gotong Royong Warga dalam Keberagaman
Surabaya Bergerak. (Dok: Pemkot Surabaya)

Suara.com - Momentum peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2022, menjadi awal diluncurkannya program Surabaya Bergerak. Gerakan sosial yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Suara Surabaya Media dan unsur pentahelix ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat gotong-royong warga dalam menjaga kotanya.

Sifat dari gerakan sosial ini adalah bentuk kesukarelaan dan inisiatif para pemangku wilayah dengan diawali kerja bakti bersama membersihkan lingkungan. Tak berhenti di sana, gerakan sosial ini juga bisa dilanjutkan ke aktivitas lain yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga Surabaya dalam keberagaman.

Melalui program tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ingin mengubah paradigma bahwa sebuah kota akan menjadi luar bisa apabila pemerintah dan seluruh elemen dapat berkolaborasi bersama. Seperti halnya dahulu ketika seluruh suku, ras dan agama di Surabaya berjuang dan gotong-royong bersama dalam merebut kemerdekaan.

Itulah yang kita lakukan sekarang, bagaimana membangun kebersamaan di Kota Surabaya dengan gotong-royong dan Bhinneka Tunggal Ika," kata Wali Kota Eri Cahyadi saat peluncuran program Surabaya Bergerak, Kamis (10/11/2022).

Kerja bakti tinjau saluran. (Dok: Pemkot Surabaya)
Kerja bakti tinjau saluran. (Dok: Pemkot Surabaya)

Ia meyakini, tidak akan ada kota yang mampu meraih kebahagiaan apabila semua persoalan hanya digantungkan kepada pemerintah. Seperti misalnya mengatasi persoalan genangan atau banjir yang tidak akan bisa selesai jika warganya abai terhadap lingkungan.

"Karena itu ada Surabaya Bergerak, bagaimana seluruh RT/RW perkampungan termasuk pemerintah, turut bersama-sama menjaga lingkungan dan kebersihan," ujar dia.

Dengan menghidupkan kembali tradisi gotong-royong, Cak Eri pun mengajak seluruh warga untuk peduli terhadap kebersihan saluran dan lingkungan. Ia menyadari betul upaya yang dilakukan pemkot dalam mengatasi persoalan lingkungan tak akan bisa sempurna tanpa ada dukungan dan keterlibatan warga.

"Karena itu saya butuh seluruh warga Kota Surabaya untuk menjadi bagian dalam pembangunan ini. Insyaallah Surabaya akan menjadi lingkungan yang nyaman dan bersih serta terbebas dari penyakit,” harapnya.

Pasca diluncurkan Wali Kota Eri Cahyadi pada Kamis, 10 November 2022, para pemangku kepentingan di wilayah RT/RW mulai berbondong-bondong mendaftar program Surabaya Bergerak. Melalui laman situs https://bergerak.surabaya.go.id, para pengurus RT/RW menginformasikan kapan dan di mana mereka melaksanakan kerja bakti bersama.

baca juga

Pemkot mencatat, ada sekitar 101 RT/RW yang telah mengikuti program Surabaya Bergerak pada Minggu, (13/11/2022). Seperti di antaranya adalah warga di wilayah RW 03 Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari Surabaya. Setidaknya ada tiga dari enam RT di wilayah RW 03 yang melaksanakan kerja bakti bersama pada pekan pertama pelaksanaan.

"Kerja bakti kita laksanakan di wilayah RT 03, 04 dan 05 mulai pukul 06.00 WIB hingga 10.45 WIB. Alhamdulillah tiga RT ini memang saya gerakkan, karena yang fokus di situ, terutama RT 05 supaya aliran air tidak macet ke Jalan Jagiran,” kata Dodi Kristiono, Ketua RW 03, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari Surabaya.

Kerja bakti di wilayah RW 03 Pacarkeling, kata dia, difokuskan pada pembersihan saluran dan barang-barang bekas. Ini dilakukan untuk mencegah banjir sekaligus memberantas timbulnya nyamuk DBD (Demam Berdarah Dengue).

“Alhamdulillah Jagiran sekarang tidak begitu banjir setelah dilakukan pengerukan oleh pemkot beberapa waktu lalu,” kata dia.

Dodi pun optimis, pada pekan depan akan lebih banyak lagi warga di wilayahnya yang mengikuti kerja bakti bersama dalam program Surabaya Bergerak. Ia pun sepakat dengan langkah pemkot dalam upaya menggerakkan warga agar lebih peduli terhadap lingkungannya.

"Ini sangat bagus jika dilanjutkan rutin, supaya warga juga menyadari dan ada inisiatif untuk rasa saling memiliki lingkungannya," ujar dia.

Terlebih lagi, hal yang membuat Dodi kagum adalah kecepatan jajaran pemkot dalam mendukung pengangkutan limbah sampah hasil kerja bakti warga. Jika sebelumnya, ia mengakui, sampah hasil kerja bakti warga bisa sampai satu minggu baru diangkut.

“Ini suatu kejutan, hasil kerja bakti langsung diangkuti semua, jadi tidak menumpuk. Makanya ini saya terima kasih betul kepada pemkot dan sangat mendukung program ini. Semoga kerja bakti ini bisa rutin dan berlanjut," terangnya.

Selain wilayah Pacarkeling, kerja bakti perdana dalam program Surabaya Bergerak juga dilaksanakan warga di RT 03 RW 07 Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan. Fokusnya hampir sama, yakni warga di sana bergotong-royong membersihkan saluran dan pengecatan.

"Alhamdulillah hasil kerja bakti langsung diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup," kata Puguh Kusratno, Ketua RT 03 RW 07 Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan Surabaya.

Puguh mengungkapkan, awalnya tertarik mendaftar program Surabaya Bergerak setelah mendengarkan informasi dari siaran radio. Ia pun lantas mengajak warganya untuk mendaftar program tersebut.

"Menurut saya program Surabaya Bergerak ini sangat membantu sekali. Karena kita juga dibantu pemkot untuk karung dan pengangkutannya juga sangat cepat," ujar Puguh.

Apalagi, Puguh mengaku, selama  hampir satu tahun lebih tidak menggelar kerja bakti bersama dengan warga. Itu disebabkan karena situasi pandemi Covid-19. Oleh sebabnya, ketika mendapat informasi terkait program Surabaya Bergerak, ia berinisiatif untuk segera mendaftar.

“Warga sangat antusias semua, senang diadakan kerja bakti karena sudah lama tidak mengadakan. Saya juga sangat kaget, hasil kerja bakti langsung diangkut oleh pemkot, sangat bagus sekali ini,” ungkap dia.

Karenanya, Puguh menyatakan, ke depan tak akan ragu lagi untuk kembali mengajak warganya mengadakan kerja bakti bersama. Apalagi, kata dia, Pemkot Surabaya juga memfasilitasi karung dan armada dump truck untuk mengangkut hasil kerja bakti warga.

"Karena ada program ini, saya jadi berani menggerakkan lagi kerja bakti. Rencananya bulan depan kita adakan lagi. Saya juga berharap warga peduli terhadap kebersihan lingkungan masing-masing, terutama di depan rumahnya," pungkasnya. (Adv)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemkot Jatim Memberikan Bantuan Dana Rp. 10 Miliar ke Pemkot Surabaya

Pemkot Jatim Memberikan Bantuan Dana Rp. 10 Miliar ke Pemkot Surabaya

Surabaya | Selasa, 15 November 2022 | 17:25 WIB

Konten TikTok Wakil Wali Kota Armuji Ini Justru Bikin Resah Warga Sambikerep Surabaya

Konten TikTok Wakil Wali Kota Armuji Ini Justru Bikin Resah Warga Sambikerep Surabaya

Jatim | Selasa, 15 November 2022 | 16:14 WIB

Perawat di Surabaya Diadili Gegara Behel Gigi Pelanggannya Gampang Lepas

Perawat di Surabaya Diadili Gegara Behel Gigi Pelanggannya Gampang Lepas

Jatim | Selasa, 15 November 2022 | 14:05 WIB

Yuk Mengenal Enam Motif Batik Khas Surabaya yang Sudah Dipatenkan Ini

Yuk Mengenal Enam Motif Batik Khas Surabaya yang Sudah Dipatenkan Ini

Jatim | Selasa, 15 November 2022 | 13:15 WIB

Penetapan APBD Surabaya 2023 Diwarnai Lantunan Padamu Negeri dan Kebyar-kebyar, Ini Maknanya

Penetapan APBD Surabaya 2023 Diwarnai Lantunan Padamu Negeri dan Kebyar-kebyar, Ini Maknanya

Jatim | Kamis, 10 November 2022 | 17:57 WIB

Parade Surabaya Juang Siap Jadi Event Nasional, Pelecut Semangat Kepahlawanan

Parade Surabaya Juang Siap Jadi Event Nasional, Pelecut Semangat Kepahlawanan

News | Selasa, 08 November 2022 | 16:55 WIB

Terkini

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak

Riau | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:41 WIB

×