Misteri Kematian Prada Indra: Keluarga Hanya Terima Kabar Lewat WA, Peti Tergembok

Redaksi

Rabu, 23 November 2022 | 10:38 WIB
Misteri Kematian Prada Indra: Keluarga Hanya Terima Kabar Lewat WA, Peti Tergembok
Foto Anggota Koopsud III, Prada Mochamad Indra Wijaya sesama hidup. (Dok keluarga Prada Indra)

Suara.com - Kematian seorang perwira TNI AU yakni anggota Komando Operasi Udara (Koopsud) III, Prada Mochamad Indra Wijaya, mendadak mencuri perhatian publik.

Kematiannya disebut-sebut mirip dengan kematian Nopriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J beberapa waktu lalu.

Kemiripan itu terletak dari banyaknya kejanggalan dalam kematiannya. Pihak keluarga tidak diperbolehkan membuka peti jenazah sehingga harus dibuka paksa. Berikut misteri kematian Prada Indra yang disebut-sebut mirip dengan kasus Brigadir J.

Pihak keluarga terima kabar kematian Prada Indra dari WA

Prada Indra merupakan perwira TNI yang bertugas di Biak, Papua. Salah satu keluarga korban menurutkan, bahwa pihak keluarga mendapatkan kabar kalau Prada Indra meninggal dunia di tempatnya bertugas pada Sabtu (19/11/2022) sekitar pukul 02.25 WIB.

Pihak keluarga mendapatkan kabar tersebut melalui pesan WhatsApp yang mengatasnamakan Kolonel Adm Veradiyanto. Namun, dalam pesan WA tersebut tidak disebutkan penyebab kematian Prada Indra.

"Jadi WhatsApp itu hanya dikasih tau meninggal, tidak dikasih tahu sebabnya," tutur keluarga korban saat dihubungi, Selasa (22/11/2022).

Merasa tidak puas dengan kabar tersebut, pihak keluarga lalu melakukan panggilan video dengan Kolonel Adm Veradiyanto.

Dalam panggilan video itu, pihak keluarga diperlihatkan kondisi jenazah Prada Indra sudah berada di dalam peti jenazah dengan mata, mulut dan hidung yang sudah ditutupi kapas.

baca juga

Menurut pihak keluarga, jenazah Prada Indra sudah diberikan formalin. Mengetahui hal itu, kecurigaan bertambah.

"Alasannya itu katanya korban sudah diberikan formalin. Pihak keluarga bertanya-tanya kan, siapa mengizinkan untuk pemberian formalin? Kan harus ada persetujuan," ungkapnya.

Pihak keluarga tetap bersikeras agar Kolonel Adm Veradiyanti memperlihatkan kondisi jenazah Prada Indra dengan lebih jelas, namun tetap ditolak dengan keras.

"Pihak keluarga juga bilang, 'coba pak dibuka' dari sana itu terus ngasih argumen 'maaf ibu ini sudah di dalam pemeriksaan, sudah tidak bisa, ini udah dimandikan'. Tapi yang janggalnya itu mas proses pemandiannya pun kita tidak diberi tahu," imbuhnya.

Dalih penyebab kematian Prada Indra

Pihak keluarga lalu mendapatkan keterangan kalau Prada Indra ditemukan tewas denga wajah pucat di mess pada Sabtu (19/11/2022) pukul 01.00 WIT. Sebelumnya Prada Indra disebut bermain futsal dari pukul 20.00 hingga 23.00 WIT.

Menurut pihak keluarga, mereka diberitahu kalau penyebab kematian Prada Indra karena serangan jantung secara mendadak.

"Dari sana itu memberikan info berita kematian almarhum didiagnosa utama sudden cardiac arreis. Jadi bahasanya itu kayak serangan jantung dadakan dan tidak adanya ion mineral dalam tubuh," jelasnya.

Peti jenazah digembok

Pada Sabtu (19/11/2022) sekitar pukul 19.00 WIB, pihak keluarga menerima kadatangan peti berisikan jenazah Prada Indra, dan diantar oleh pewakilan atasannya atas nama Mayor Adm Triyanto.

Peti tersebut dikirimkan langsung dari Biak Papua menggunakan pesawat komersil ke rumah pihak keluarga di Karawaci, Kota Tangerang, Banten.

Setibanya di rumah, pihak keluarga mengaku heran melihat peti jenazah dalam kondisi terkunci gembok. Mereka lalu meminta agar peti jenazah dibuka, namun ditolak.

"Terus pihak keluarga meminta izin untuk dibukakan peti. Nah pihak sana (Mayor Adm Triyanto) tidak menolak sih, boleh. Tapi yang janggalnya, itu peti kan digembok, nah gemboknya itu tidak diberikan kuncinya kepada kami. Alasannya, dia tidak diberikan kuncinya oleh atasannya. Itu kejanggalan pertama," bebernya.

Pihak keluarga semakin curiga kalau ada hal yang ditutup-tutupi dari kematian Prada Indra. Akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk membuka paksa peti jenazah itu.

Ketika peti terbuka, mereka kaget dengan apa yang dilihat. Kondisi jenazah Prada Indra penuh dengan arah di bagian muka dan terdapat sejumlah lebab di bagian tubuh.

"Posisinya itu kapasnya banyak di bagian muka. Kondisinya itu (kapas) udah merah darah, dan kayaknya udah merembes ke kapasnya ya jadi kena kafan juga. Kami nanya, apa ini benar-benar sakit? Tapi kan posisinya itu ya badannya itu lebam, bagian dada lebam, terus bagian bawah dada itu kayak ada goresan tapi saya nggak tahu ya goresannya ini apa masih diteliti," sambungnya.

Mayor Adm Triyanto yang mengantarkan peti jenazah itu pun tidak bisa menjelaskan kondisi jenazah Prada Indra yang demikian. Ia bahkan mengaku tidak mengetahui kronologi kematiannya.

Beliau (Mayor Adm Triyanto) dengan satu kata bilang 'maaf ibu bapak saya tidak mengetahui jelas kronologisnya saya hanya disuruh atasan saya mendampingi korban untuk keberangkatan ke sini' jadi dia hanya itu," jelasnya.

Pihak keluarga bersikeras ingin autopsi jenazah

Lantaran dipenuhi banyak kejanggalan dan rasa curiga, pihak keluarga lalu meminta izin untuk mengautopsi jenazah Prada Indra.

Mengetahui hal tersebut, Amyor Adm Triyanto terlihat panik sehingga membuat pihak keluarga semakin curiga.

"Jadi dari pihak bapak Mayor itu di saat kita mau melakukan autopsi dia juga kayak panik gitu 'wah maaf ini saya harus laporan ke atasan saya dulu gini gini gini'," ujarnya.

Namun pihak keluarga tetap melalukan autopsi terhadap jenazah Prada Indra dengan biaya sendiri. Dan kini mereka tengah menunggu hasilnya.

"Kami akhirnya melakukan autopsi, tadinya kita nggak boleh. Dipersulit, sangat sangat dipersulit. Itu autopsi sendiri, semuanya kita nanggung biaya sendiri. Karena ini kita bilang banyak kejanggalan," kata dia.

Dengan autopsi itu, pihak keluarga berharap penyebab kematian Prada Indra bisa terungkap dengan benderang dan tuntas.

Mereka tak ingin kasus kematian Prada Indra ini bernasib serupa dengan kematian Brigadir J atau Nopriansyah Yosua Hutabarat,

Sementara itu hingga kini pihak TNI belum mau berkomentar mengenai kematian Prada Indra.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambo dan Putri Kompak Sebut Uang di Rekening Brigadir J buat Keperluan Keluarga

Sambo dan Putri Kompak Sebut Uang di Rekening Brigadir J buat Keperluan Keluarga

Riau | Rabu, 23 November 2022 | 10:33 WIB

Profil Prada M Indra Wijaya, Tamtama TNI AU Biak yang Kematiannya Disebut Mirip Brigadir J

Profil Prada M Indra Wijaya, Tamtama TNI AU Biak yang Kematiannya Disebut Mirip Brigadir J

News | Rabu, 23 November 2022 | 10:05 WIB

Ferdy Sambo Tamat! Anak Buah Bongkar Jumlah Pelaku yang Menembak Brigadir J, Nama Putri Candrawathi Diungkap di Persidangan?

Ferdy Sambo Tamat! Anak Buah Bongkar Jumlah Pelaku yang Menembak Brigadir J, Nama Putri Candrawathi Diungkap di Persidangan?

Tasikmalaya | Rabu, 23 November 2022 | 06:24 WIB

Sempat Mengikuti Skenario Ferdy Sambo, Bharada E dan RR Minta Maaf ke Penyidik

Sempat Mengikuti Skenario Ferdy Sambo, Bharada E dan RR Minta Maaf ke Penyidik

Poptren | Selasa, 22 November 2022 | 19:26 WIB

Pegawai BNI Jadi Saksi Brigadir J, Sebut Ada Transfer Rp 200 Juta Milik Yosua Ke Ricky Rizal di Hari Pemakaman

Pegawai BNI Jadi Saksi Brigadir J, Sebut Ada Transfer Rp 200 Juta Milik Yosua Ke Ricky Rizal di Hari Pemakaman

Video | Selasa, 22 November 2022 | 18:45 WIB

Terkini

Sidang Ijazah Gibran, KBRI Canberra Tegaskan Program Pathway Australia Tak Setara SMA

Sidang Ijazah Gibran, KBRI Canberra Tegaskan Program Pathway Australia Tak Setara SMA

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Hari Batik Nasional: Saat Warisan Budaya Mulai Keluar dari Pakem Busana Formal

Hari Batik Nasional: Saat Warisan Budaya Mulai Keluar dari Pakem Busana Formal

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:08 WIB

Sidang MK Gibran, Kemendikdasmen Tegaskan Surat Penyetaraan Bukan Ijazah Baru

Sidang MK Gibran, Kemendikdasmen Tegaskan Surat Penyetaraan Bukan Ijazah Baru

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:07 WIB

Ampas Kopi Bisa Bantu Hilangkan Bau Kulkas? Begini Cara Menggunakannya

Ampas Kopi Bisa Bantu Hilangkan Bau Kulkas? Begini Cara Menggunakannya

Sumut | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Kenapa Listyo Sigit Mendadak Diberhentikan Sebagai Kapolri?

Kenapa Listyo Sigit Mendadak Diberhentikan Sebagai Kapolri?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Ulasan Film Lobang Buaya: Babak Baru Sinema Horor Sejarah Garapan Hanung

Ulasan Film Lobang Buaya: Babak Baru Sinema Horor Sejarah Garapan Hanung

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Transformasi Total Blok M Dimulai Pekan Depan, Bakal Dibangun Apartemen hingga Mal Baru

Transformasi Total Blok M Dimulai Pekan Depan, Bakal Dibangun Apartemen hingga Mal Baru

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Pilihan Skuter Matik Berbobot Ringan yang Cocok Temani Mobilitas Harian Para Perempuan

Pilihan Skuter Matik Berbobot Ringan yang Cocok Temani Mobilitas Harian Para Perempuan

Otomotif | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:52 WIB

Homo Homini Humor: Tertawa Dulu, Baru Sadar yang Ditertawakan Diri Sendiri

Homo Homini Humor: Tertawa Dulu, Baru Sadar yang Ditertawakan Diri Sendiri

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Bermula dari Syuting MV, Agensi Konfirmasi T.O.P dan Nana Pacaran

Bermula dari Syuting MV, Agensi Konfirmasi T.O.P dan Nana Pacaran

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:50 WIB

×