Bocah Usia 6 Tahun Selamat Setelah Terkurung 48 Jam di Bawah Reruntuhan

Siswanto, BBC

Kamis, 24 November 2022 | 08:41 WIB
Bocah Usia 6 Tahun Selamat Setelah Terkurung 48 Jam di Bawah Reruntuhan
BBC

Suara.com - Terkurung sekitar 48 jam di reruntuhan rumah orang tuanya yang ambruk, seorang bocah berusia enam tahun ditemukan dalam kondisi selamat di sebuah desa yang luluh lantak akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Azka Maulana Malik, nama bocah itu, selamat karena tidak tertimpa tembok yang runtuh.

Namun ibunya, Eti Suryati, dan neneknya ditemukan meninggal dunia di lokasi yang sama.

Pada Rabu (23/11), Azka berhasil diselamatkan tim evakuasi di dalam reruntuhan rumahnya di Desa Rawa Cina, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

"Beri ruangan, beri ruangan kasih jarak, kasih jarak kasih napas pak, oksigen pak," kata tim evakuasi gabungan secara bergantian ketika Azka berhasil dikeluarkan dari puing-puing bangunan.

Tubuh anak berusia enam tahun itu terlihat dipenuhi debu dari reruntuhan. Pakaiannya juga kotor. Namun, tidak terdengar tangisan saat dia dievakuasi.

Baca juga:

"Korban sudah bersama tim medis, belum bisa berbicara, terlihat trauma," kata Jackson Kolibu, relawan Tim Reaksi Cepat Radio Antar Penduduk Indonesia (TRC RAPI), yang mengirimkan video evakuasi Azka kepada BBC News Indonesia, Rabu (23/11).

Paman Azka, Wahyudi, mengatakan kondisi Azka sehat. Bahkan anak kecil itu tidak terluka.

baca juga

"Dampak tiga hari tiga malam nggak makan nggak minum, sakit perutnya, katanya. Cuma kalau kondisi badan dalam dan luar, nggak ada luka. Itu dokter bedah yang ngomong tadi," papar Wahyudi kepada wartawan BBC News Indonesia Muhammad Irham, yang berada di lokasi kejadian.

Wahyudi memiliki peran penting dalam proses evakuasi Azka. Dia memang tidak tinggal di Cugenang karena bekerja di Tangerang, tetapi laki-laki berusia 29 tahun itu hafal kebiasaan keluarganya, termasuk keponakannya Azka.

Dia menunjukkan tempat Azka biasanya berada saat di rumah, kepada tim SAR.

"Saya bilang 'depan ini, depan teras, ini tempat warung, terus ini kamarnya, barangkali di sini'. Eh tahunya benar. Pas ditunjuk di situ, memang di situ ada," ujar Wahyudi.

Dia sangat bersyukur menemukan keponakannya ditemukan dalam kondisi hidup, meski anggota keluarga yang lain meninggal dunia.

Azka ditemukan di sebelah neneknya yang juga tertimpa reruntuhan. Namun, neneknya meninggal dunia.

Bibi Azka, Rizma Sari, mengatakan ibu dan kakaknya--yang merupakan nenek dan ibu Azka--meninggal dunia akibat gempa magnitudo 5,6 pada Senin (21/11) lalu.

"Ibu saya nggak ketolong, sudah ketemu tapi dalam keadaan tidak bernyawa, sama kakak saya [juga tidak bernyawa]," kata Rizma.

Ibu Azka, yang merupakan kakak Rizma, ditemukan meninggal dunia sehari sebelumnya, yaitu pada Selasa (22/11).

Meski kala itu Rizma menemukan fakta bahwa kakaknya sudah tiada, dia berharap Azka dan ibunya yang masih hilang bisa ditemukan dengan selamat.

Sampai hari ketiga pascagempa, harapan Rizma masih besar.

"Karena dengar dari tetangga-tetangga, dari teman juga ada, waktu itu ibu katanya ke sawah. Saya berharap semuanya selamat, mengungsi," ujar Rizma.

Namun, harapan Rizma pupus karena ibunya ditemukan tak bernyawa.

Di sisi lain, dia bersyukur karena ayahnya dan keponakannya yang lain, Eza, ditemukan selamat.

"Bapak dan keponakan saya Eza sudah aman, ada di rumah keluarga di Ciranjang," ujar dia.

Syamsul Hadi, 43 tahun, guru agama dan sosok yang dituakan di Kampung Rawa Cina, termasuk orang yang semula meyakini Azka bakal tidak tertolong.

"Karena secara logika, kalau menurut ukuran manusia, sudah tidak mungkin [hidup]," kata Hadi.

Apalagi, jenazah ibunya ditemukan sehari sebelumnya, yaitu Selasa (22/11). Bagi orang kebanyakan, tidak terpikir bahwa Azka bakal selamat.

Tapi, "Azka tertimbun dua hari satu malam, ketemu di hari ketiga, masih hidup. Itulah kekuasaan Allah," ujar Hadi kepada wartawan BBC News Indonesia, Muhammad Irham, di lokasi pengungsian.

Ayah Azka, M.Eka, yang sedang berada di luar kota saat gempa mengguncang, juga semula pasrah akan nasib anaknya itu.

"Dia sudah memperkirakan anaknya meninggal di hari pertama. 'Sudah tidak mungkin kang', katanya kepada saya. Kalimat mustahil sudah keluar dari mulut ayahnya," tutur Hadi.

"Tapi ternyata di hari ketiga, Allah menunjukkan kuasanya," kata guru agama tersebut.

Keberhasilan tim SAR menyelamatkan Azka dari reruntuhan disambut suka cita dan rasa syukur warga desa.

Nama Azka, dan kisah penyelamatannya, kemudian menjadi pemberitaan media massa nasional.

Desa Rawa Cina, yang terletak di Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, pada hari kedua setelah gempa, nyaris belum mendapat perhatian otoritas terkait.

"Desa ini memang terisolir, belum terjangkau. Selasa kemarin masih sepi, tapi sekarang [Rabu] banyak orang datang," kata Jackson Kolibu, relawan Tim Reaksi Cepat Radio Antar Penduduk Indonesia (TRC RAPI).

"Sebelumnya kita kekurangan alat untuk evakuasi, tapi hari ini [Rabu], ada bantuan dari Basarnas, TNI dan Brimob," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Bantuan Kemanusiaan Buat Korban Bencana RI, Dari Karhutla hingga Gempa NTT

Bantuan Kemanusiaan Buat Korban Bencana RI, Dari Karhutla hingga Gempa NTT

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 07:30 WIB

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

98 Resolution Network Kirim Ratusan Tenda dan Bantuan Pendidikan ke Lokasi Gempa NTT

News | Minggu, 20 September 2026 | 21:32 WIB

94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran

94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:29 WIB

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

118 Gempa Guncang Bandung, BMKG Temukan Area Sumber Seismik Baru yang Belum Terpetakan

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:19 WIB

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

Rentetan Gempa Swarm di Pangalengan Pertanda Lindu Besar Terjadi? Ini Kata Ahli

News | Kamis, 17 September 2026 | 11:41 WIB

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

Gempa Besar Guncang Jepang, Tokyo hingga Saitama Ikut Bergetar

News | Kamis, 17 September 2026 | 09:47 WIB

Bantuan Korban Bencana Gempa NTT Terus Bergulir

Bantuan Korban Bencana Gempa NTT Terus Bergulir

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 07:55 WIB

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

15.722 Gempa Susulan Terjadi Usai Flores Diguncang M7,7, BMKG Ungkap Kondisi Terkini

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:23 WIB

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,5 Guncang Banten: Benda Gantung Bergoyang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

News | Senin, 14 September 2026 | 19:41 WIB

Terkini

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bukan Cuma Alat Bayar, BRIZZI Keychain Pestapora 2026 Wajib Masuk Wishlist Koleksi!

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 22:27 WIB

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

Pakar Hukum Desak Pembebasan Bersyarat Mas Bechi Dicabut

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:25 WIB

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Menang 2-0 atas Singapura, Ranking FIFA Timnas Indonesia Meroket

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 22:13 WIB

×