Zelensky Berkunjung ke Washington, Adakan Pertemuan dengan Biden

Diana Mariska | BBC | Suara.com

Kamis, 22 Desember 2022 | 12:16 WIB
Zelensky Berkunjung ke Washington, Adakan Pertemuan dengan Biden
Presiden Volodymyr Zelensky bertemu Presiden Joe Biden di Washington. (BBC)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, mengatakan kepada Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, bahwa AS akan tetap mendukung Ukraina "selama diperlukan" dalam perang dengan Rusia dalam pertemuan keduanya di Washington.

Sementara itu, Vladimir Putin percaya Rusia tidak bisa disalahkan atas perang di Ukraina, seraya mengatakan bahwa kedua negara "berbagi tragedi".

Dalam pidato bersama pejabat militer senior, yang disiarkan di televisi, sang presiden Rusia berkata dia masih melihat Ukraina sebagai "negara saudara".

Pada Februari lalu, Presiden Putin mengirim hingga 200.000 tentara ke Ukraina, memicu perang yang telah menyebabkan ribuan kematian.

Dia mengklaim konflik tersebut adalah "hasil dari kebijakan negara ketiga".

Teori tersebut, yang menyiratkan ekspansi Barat sebagai penyebabnya, sudah berulang kali ditolak di luar Rusia.

Dalam pidatonya, Presiden Putin mengklaim bahwa Barat telah "mencuci otak" republik-republik pasca-Soviet, dimulai dengan Ukraina.

Dia berkata: "Selama bertahun-tahun, kami mencoba membangun hubungan bertetangga yang baik dengan Ukraina, menawarkan pinjaman dan energi murah, tetapi tidak berhasil."

Kekhawatiran lama Presiden Putin tampaknya berakar dari perkembangan NATO sejak Uni Soviet runtuh pada tahun 1991.

Tujuan awal NATO adalah untuk menantang ekspansi Rusia setelah Perang Dunia Kedua, namun Kremlin sudah lama berargumen bahwa masuknya mantan-mantan sekutu Soviet menjadi anggota NATO mengancam keamanannya.

Ketegangan antara Kremlin dan Barat meningkat setelah penggulingan Presiden Ukraina pro-Kremlin Viktor Yanukovych pada tahun 2014, menyusul berbulan-bulan aksi protes jalanan.

Dalam pidatonya, Presiden Putin melanjutkan: "Tidak ada yang perlu disalahkan pada kita. Kita selalu menganggap rakyat Ukraina sebagai saudara dan saya masih berpikir demikian.

"Apa yang terjadi sekarang adalah sebuah tragedi, tapi itu bukan salah kita."

Rusia telah meluncurkan lebih dari 1.000 rudal dan dron senjata buatan Iran dalam gelombang serangan terhadap infrastruktur listrik Ukraina yang dimulai pada 10 Oktober.

Serangan tersebut telah mengakibatkan jutaan orang kini hidup tanpa listrik.

Para pejabat militer Rusia berjanji untuk melanjutkan hal yang mereka sebut "operasi militer khusus" sampai tahun 2023.

Ketika Rusia melancarkan invasi besar-besaran pada bulan Februari, Presiden Putin berjanji hanya tentara profesional yang akan ikut serta.

Tetapi, pada bulan September semuanya berubah ketika dia mengumumkan "mobilisasi parsial", yang berpotensi merekrut ratusan ribu warga Rusia ke dalam angkatan bersenjata.

Sekarang, Menteri Pertahanan Sergei Shoigu telah mengusulkan untuk memperlebar rentang usia wajib militer Rusia.

Di bawah undang-undang yang berlaku saat ini, warga Rusia berusia 18-27 tahun dapat dipanggil untuk wajib militer - Shoigu mengusulkan ini diubah jadi mencakup warga berusia 21-30 tahun.

Shoigu juga mengumumkan rencana untuk mendirikan pangkalan di dua kota pelabuhan - Berdyansk dan Mariupol - yang direbut dalam serangan Rusia.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir pasukan Ukraina telah mencapai serangkaian kemenangan besar, termasuk merebut kembali Kherson - satu-satunya ibu kota regional yang berhasil direbut oleh pasukan Rusia sejak invasi dimulai.

Pidato itu disampaikan saat pemimpin Ukraina Volodmyr Zelensky tiba di Washington untuk kunjungan pertamanya di luar Ukraina sejak Rusia memulai invasi 10 bulan lalu.

Zelensky minta AS kirim lebih banyak senjata

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Joe Biden mengatakan kepada Zelensky bahwa AS akan tetap mendukung Ukraina "selama yang diperlukan" dalam perangnya dengan Rusia.

"Kalian tidak akan pernah sendirian," kata Biden.

Biden mengonfirmasi paket bantuan tambahan senilai lebih dari 2 miliar dolar AS (Rp 31 triliun) untuk Ukraina dan menjanjikan tambahan 45 miliar dolar (Rp 699 triliun) - tapi ini perlu persetujuan dari Kongres.

Zelensky mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan Washington.

Pada konferensi pers bersama hari Rabu (21/12), Biden berkata kepada wartawan bahwa dia "sama sekali tidak khawatir" tentang mempertahankan koalisi internasional.

Di tengah kekhawatiran bahwa beberapa negara mitra mungkin merasakan dampak konflik serta gangguan pasokan pangan dan energi global, presiden AS mengatakan dia merasa "sangat yakin" dengan solidaritas dukungan untuk Ukraina.

Biden mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin "tidak berniat menghentikan perang yang kejam ini".

Sebagai mitra terpenting Ukraina, AS telah berkomitmen memberikan 50 miliar dolar (Rp 777 triliun) dalam bentuk bantuan kemanusiaan, keuangan, dan keamanan - jauh lebih banyak daripada negara lain mana pun.

Zelensky - mengenakan kaus dan sepatu bot warna hijau khasnya - mengungkapkan harapan bahwa Kongres akan menyetujui tambahan 45 miliar dolar bantuan ke Ukraina untuk "membantu kami mempertahankan nilai-nilai, nilai-nilai dan kemerdekaan kami".

Partai Republik - yang akan menguasai DPR pada bulan Januari - sudah memperingatkan bahwa mereka tidak akan menulis "cek kosong" untuk Ukraina.

Tetapi Zelensky, yang bepergian dengan jet Angkatan Udara AS dari kota Rzeszow di Polandia, mengatakan bahwa "terlepas dari perubahan di Kongres", dia yakin akan ada dukungan bipartisan untuk negaranya.

Setelah pertemuan di Gedung Putih, sang presiden Ukraina berpidato pada sidang gabungan Kongres, mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah, tetapi membutuhkan lebih banyak senjata.

"Kami punya artileri, ya, terima kasih," katanya kepada hadirin yang menyambutnya dengan tepuk tangan meriah. "Apakah itu cukup? Sejujurnya, tidak juga."

Dia menambahkan: "Supaya tentara Rusia bisa benar-benar mundur, diperlukan lebih banyak meriam dan peluru."

Mengakhiri pidatonya, Zelensky menyerahkan kepada Kongres sebuah bendera pertempuran Ukraina yang ditandatangani oleh para pejuang di Bakhmut.

Itu adalah kota yang menjadi medan peperangan di timur Ukraina yang dikunjungi sang presiden sebelum berangkat ke Washington.

Paket bantuan keamanan yang diumumkan oleh Washington pada Rabu mencakup sistem rudal Patriot baru.

Kehadiran rudal ini diharapkan dapat membantu Ukraina melindungi kota-kotanya dari rudal dan drone yang ditembakkan Rusia ke fasilitas-fasilitas penting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lakukan Kunjungan ke AS, Joe Biden Berikan Pesan kepada Volodymyr Zelensky: Anda Tidak Pernah Berdiri Sendiri

Lakukan Kunjungan ke AS, Joe Biden Berikan Pesan kepada Volodymyr Zelensky: Anda Tidak Pernah Berdiri Sendiri

| Kamis, 22 Desember 2022 | 11:32 WIB

Walau Pidatonya Diblokir FIFA, Volodymyr Zelensky Sesumbar Pesan Perdamaiannya Tersebar di Ajang Piala Dunia

Walau Pidatonya Diblokir FIFA, Volodymyr Zelensky Sesumbar Pesan Perdamaiannya Tersebar di Ajang Piala Dunia

| Senin, 19 Desember 2022 | 10:22 WIB

Kantor Kepresidenan Ukraina Kecam FIFA karena Tolak Pidato Zelensky di Final Piala Dunia: Tak Paham Sepak Bola!

Kantor Kepresidenan Ukraina Kecam FIFA karena Tolak Pidato Zelensky di Final Piala Dunia: Tak Paham Sepak Bola!

| Minggu, 18 Desember 2022 | 13:18 WIB

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Ingin Sampaikan Pesan Perdamaian Sebelum Final Piala Dunia, FIFA Langsung Tolak!

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Ingin Sampaikan Pesan Perdamaian Sebelum Final Piala Dunia, FIFA Langsung Tolak!

| Sabtu, 17 Desember 2022 | 13:45 WIB

Zelensky Desak G7 Kirim Gas Demi Atasi Krisis Energi Seiring Semakin Gawatnya Keadaan di Ukraina

Zelensky Desak G7 Kirim Gas Demi Atasi Krisis Energi Seiring Semakin Gawatnya Keadaan di Ukraina

News | Selasa, 13 Desember 2022 | 11:00 WIB

Presiden Zelenskyy Berterima Kasih kepada Biden Atas Bantuan untuk Melawan Rusia dan Krisis Energi

Presiden Zelenskyy Berterima Kasih kepada Biden Atas Bantuan untuk Melawan Rusia dan Krisis Energi

| Senin, 12 Desember 2022 | 12:25 WIB

Terkini

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

Kelakar Prabowo saat Cari Dony Oskaria di Nganjuk: Menteri Saya Banyak Masuk RS Karena Kerja Keras

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:20 WIB

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:02 WIB

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Ini Peristiwa Langka di Dunia

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:01 WIB

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

Resmikan Museum-Rumah Singgah Marsinah di Nganjuk, Prabowo: Saya Tadi Melihat Kamarnya

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:46 WIB

WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir

WHO Pastikan Risiko Hantavirus Rendah, Tapi Ancaman Belum Berakhir

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:45 WIB

Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban

Cara Keji Tentara Zionis Israel Bunuh 7 Warga Gaza, Perempuan dan Anak Jadi Korban

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:04 WIB

Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran

Apa Hasil Lawatan Trump ke China? Isu Taiwan Menggantung, Beijing Tetap Dukung Iran

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:59 WIB

Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026

Mengenal 'Ambo', Sapi Raksasa 1,15 Ton Asal Tangerang yang Dipilih Prabowo untuk Idul Adha 2026

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:50 WIB

Skenario AS Jika Trump Diracun di China, Isi Surat Wasiat untuk JD Vance Terungkap

Skenario AS Jika Trump Diracun di China, Isi Surat Wasiat untuk JD Vance Terungkap

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:49 WIB

Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard

Niat Lerai Cekcok Berujung Maut, Dico Tewas Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai 2 Weston Billiard

News | Sabtu, 16 Mei 2026 | 09:14 WIB