Sepak Terjang Manuver Politik Yusril yang Didukung Jokowi Buat Nyapres

Ruth Meliana Dwi Indriani

Jum'at, 13 Januari 2023 | 15:49 WIB
Sepak Terjang Manuver Politik Yusril yang Didukung Jokowi Buat Nyapres
Yusril Ihza Mahendra. (Suara.com/M. Yasir)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara terbuka mendukung Ketua Umum partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra untuk maju sebagai calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilu 2024.

Menurut Jokowi, Yusril merupakan sosok politikus dengan wawasan dan pengalaman yang luas. Presiden Jokowi pun berharap, PBB selaku partai Yusril mampu menyediakan kendaraan politik untuk bertarung di Pilpres 2024 mendatang. 

Presiden Jokowi juga tidak lupa menjelaskan alasannya mendukung Yusril. Salah satunya yaitu pada saat dirinya maju dalam Pemilihan Wali Kota Solo, PBB menjadi salah satu partai yang mendukungnya.

Tidak hanya itu, Presiden Jokowi juga didukung pada saat maju dalam Pilpres 2019. Di sisi lain, Yusril juga diketahui memberikan apresiasi terhadap aksi Presiden Jokowi yang mendukungnya menjadi calon presiden.

Namun, berdasarkan pengakuan Yusril, saat ini prioritas partainya yaitu untuk menempati posisi DPR. la menambahkan bahwa PBB sendiri perlu membahas dengan partai-partai lain, terlebih PDIP dalam menghadapi pemilu.

Lantas, seperti apakah sepak terjang Yusril yang didukung Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai presiden tersebut? 

Pada tahun 2014 silam, pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa tidak terima dengan hasil Pilpres yang dimenangkan oleh Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Prabowo-Hatta kemudian menempuh jalur konstitusional dan menggugat ke Mahkamah Konstitusi. Kala itu, Yusril dipercaya oleh Prabowo dan Hatta untuk memberikan keterangan sebagai ahli dalam persidangan di MK.

Yusril pun meminta MK untuk tidak menjadi lembaga kalkulator yang berpatokan pada perhitungan angka-angka hasil pemilu. Ia menilai bahwa seharusnya MK memainkan peran untuk lebih substansial dalam menangani perselisihan hasil pemilihan umum.

baca juga

Namun, pada tahun 2019, banyak pihak terhenyak pada saat Yusril memutuskan untuk menjadi pengacara bagi pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Hal tersebut dikarenakan selama ini Yusril kerap kali berada dalam posisi yang berlawanan dengan Presiden Jokowi. Posisi berlawanan tersebut semakin memanas semenjak Yusril membela Prabowo dalam Pilpres 2014 silam.

Yusril Ihza Mahendra sendiri merupakan seorang pakar hukum tata negara yang juga seorang politisi kondang. Namun, di balik kesuksesannya sebagai seorang politisi tersebut, ia mengungkap bahwa dalam politik terdapat banyak hal yang tidak bisa diduga dan juga kadang sangat kejam.

Yusril mengatakan, dalam batas tertentu politik juga tidak bicara mengenai balas budi, bisa jadi ada pihak-pihak yang semula menjadi kawan seiring telah banyak berjuang tetapi kemudian ditinggalkan dan dilupakan begitu saja.

Setelah MK menolak gugatan Prabowo yang didukung oleh Dahnil, apa yang disampaikan oleh Yusril tersebut benar saja terjadi. Jokowi sebagai presiden pada saat itu merangkul Prabowo sebagai Menteri Pertahanan.

Kisah Yusril pada tahun 1999

Pada masa itu, MPR menolak pertanggungjawaban Presiden BJ Habibie. Yusril pun pernah menjadi calon presiden yang diajukan oleh PBB. Namun kemudian oleh kelompok Poros Tengah yang ditunggangi oleh Amien Rais, ia diminta untuk mundur.

Hal tersebut dilakukan agar bisa memuluskan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berhadapan dengan Megawati pada saat itu. 

Singkat cerita, Gus Dur pun mampu mengalahkan Megawati dan terpilih menjadi presiden. Yusril pun kemudian dipilih menjadi menteri, tetapi baru beberapa waktu kemudian dicopot.

Kemudian, setelah lima tahun , PBB menjadi partai pengusung pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jusuf Kalla sebagai capres dan cawapres. Dukungan itu mampu memberikan warna adanya dukungan kelompok Islam terhadap duet tersebut.

Tidak hanya Partai Demokrat dan PBB, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang pada saat itu dipimpin oleh mantan Menhankam Jenderal (Purn) Edi Sudrajat.

Dalam putaran kedua pilpres, sejumlah parpol berbalik mendukung SBY dan JK untuk melawan Megawati dan KH Hasyim Muzadi.

Disebutkan oleh Yusril, para pendukung baru justru tampak seperti yang paling berjasa, sedangkan Yusril seperti tidak dianggap.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Habiskan Rp 639 Miliar, Jokowi Pimpin Topping Off Multifunction Stadium GBK

Habiskan Rp 639 Miliar, Jokowi Pimpin Topping Off Multifunction Stadium GBK

News | Jum'at, 13 Januari 2023 | 15:44 WIB

'Ah, Ngaco Aja!' Respon MenLHK Ditanya Soal Rencana Jokowi Reshuffle Menterinya

'Ah, Ngaco Aja!' Respon MenLHK Ditanya Soal Rencana Jokowi Reshuffle Menterinya

News | Jum'at, 13 Januari 2023 | 15:15 WIB

Ungkit Lagi Isu Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa Colek Megawati: Hanya Ibu yang Bisa...

Ungkit Lagi Isu Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa Colek Megawati: Hanya Ibu yang Bisa...

News | Jum'at, 13 Januari 2023 | 15:31 WIB

Pro dan Kontra Pengakuan Presiden soal Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu, Gimmick Belaka?

Pro dan Kontra Pengakuan Presiden soal Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu, Gimmick Belaka?

News | Jum'at, 13 Januari 2023 | 15:03 WIB

Indonesia Optimis Target Produksi Perdana Baterai Mobil Listrik Bisa Dimulai pada 2024

Indonesia Optimis Target Produksi Perdana Baterai Mobil Listrik Bisa Dimulai pada 2024

Otomotif | Jum'at, 13 Januari 2023 | 14:37 WIB

Kelakar Najwa Shihab Soal Megawati Bilang 'Capres Urusan Gue' hingga Roasting Jokowi: Ya... Terima Saja

Kelakar Najwa Shihab Soal Megawati Bilang 'Capres Urusan Gue' hingga Roasting Jokowi: Ya... Terima Saja

News | Jum'at, 13 Januari 2023 | 15:08 WIB

Terkini

Rekor 124 Gol Tercipta! MLSC Garut Seri 1 Dorong Optimisme Lahirkan Srikandi Muda Priangan Timur

Rekor 124 Gol Tercipta! MLSC Garut Seri 1 Dorong Optimisme Lahirkan Srikandi Muda Priangan Timur

Bola | Minggu, 08 November 2026 | 20:10 WIB

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

4 Cara Cek Tilang Elektronik (ETLE) Online, Cepat dan Antiribet

Otomotif | Minggu, 08 November 2026 | 19:54 WIB

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Emak-emak Surabaya Demo Tolak Pajak Pembalut

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:53 WIB

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

Penyerangan di Masjid Duren Sawit Saat Salat Subuh, Pelaku Bawa Kapak dan Dua Tabung Gas

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:48 WIB

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Pakai Sistem Ranjau dan Dompet Digital, Bisnis Sabu di Surabaya Terbongkar

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:41 WIB

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

DPR Desak Kejagung Bongkar Aktor Besar di Balik Dugaan Korupsi Tambang Nikel Sultra

News | Minggu, 08 November 2026 | 19:40 WIB

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Fakta Unik Daun Salam: Bumbu Masakan Rumahan yang Jadi Simbol Berbagi di Pedesaan

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:34 WIB

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

489 Hektare Hutan Malang Selatan Hilang, Kini 63 Hektare Kembali Terancam

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 19:10 WIB

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Gubernur Khofifah Raih Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026: Pelopor Penuntasan Anak Tidak Sekolah

Jatim | Minggu, 08 November 2026 | 19:04 WIB

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

Polisi Gagalkan Dugaan Tawuran di Kramat Jati, 4 Pemuda Diciduk Bersama Sajam

News | Minggu, 08 November 2026 | 18:51 WIB

×