Kapten Philips Disandera OPM, Susi Pudjiastuti Sebut Pilot Lain Takut Terbang di Papua

Agung Sandy Lesmana, Rakha Arlyanto

Rabu, 01 Maret 2023 | 12:32 WIB
Kapten Philips Disandera OPM, Susi Pudjiastuti Sebut Pilot Lain Takut Terbang di Papua
Kapten Philips Disandera OPM, Susi Pudjiastuti Sebut Pilot Lain Takut Terbang di Papua. [ANTARA FOTO/Reno Esnir]

Suara.com - Susi Pudjiastuti, pemilik perusahaan Susi Air memohon maaf kepada masyarakat khususnya warga Papua karena kini tidak bisa lagi secara maksimal melakukan kegiatan operasional di wilayah Papua.

Hal itu, lantaran terjadinya insiden pembakaran pesawat Susi Air pada 7 Februari 2023 lalu yang membuat armada penerbangan semakin berkurang.

"Sekarang ini ya tidak bisa melayani lagi tentu banyak, sebabnya bukan cuma satu armada berkurang dengan dibakarnya pesawat kami. Tahun lalu kami kehilangan satu, sekarang satu," kata Susi dalam konferensi pers di Jakarta Timur, Rabu (1/3/2023).

Selain itu, Susi mengatakan para pilotnya kini merasa agak takut untuk terbang di wilayah Papua buntut penyanderaan Kapten Philips Mark Merthens. Dia juga berbicara mengenai kemungkinan pengunduran diri pilot Susi Air imbas insiden tersebut.

"Yang kedua juga confident di antara pilot-pilot kita tidak mengungkinkan adanya penerbangan lagu di wilayah pegunungan dan ini akan sangat sulit. Jadi resignisation juga akan tinggi bila penyelesaian Kapten Philips ini juga tidak bisa baik," jelas dia.

Kondisi pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philip Mark Merthens saat menjadi korban sandera TPNPB-OPM. (Sebby Sambom)
Kondisi pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philips Mark Merthens saat menjadi korban sandera TPNPB-OPM. (Sebby Sambom)

Susi meminta Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dan Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyadari bahwa kegiatan operasional Susi Air di wilayah Papua mempunyai dampak yang siginifikan dalam urusan pemenuhan kebutuhan masyarakat setempat.

"Saya berharap semua sadar pemerintah daerah, tokoh-tokoh masyarakat Papua, masyarakat Papua dan organisasi yang mengaku Papua Merdeka bahwa kepentingan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokoknya dan transportasi itu adalah hak-hak kemanusiaan yang tidak bisa dihilangkan begitu saja," jelas dia.

70 Persen Penerbangan Disetop

Dalam kesempatan yang sama, Susi mengaku penerbangan Susi Air di kawasan Papua diberhentikan hingga 70 persen.

baca juga

"Karena 70 persen dari penerbangan porter kita sudah akhirnya jadi berhenti sekarang," kata Susi, Rabu (1/3/2023).

Susi menyampaikan permohonan maaf atas insiden penyanderaan terhadap Kapten Philips yang belum bisa ditemukan setelah disandera kelompok OPM.

"Saya sebagai founder dan pemilik Susi Air ingin meminta maaf kepada masyarakat Papua, pemerintah daerah dan seluruh pengguna Susi Air di Papua yang sekarang ini menjadi terganggu," ujar Susi.

Kondisi pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philip Mark Merthens saat menjadi korban sandera TPNPB-OPM. (Sebby Sambom)
Kondisi pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philips Mark Merthens saat menjadi korban sandera TPNPB-OPM. (Sebby Sambom)

Minta Philips Dibebaskan

Susi juga meminta TPNPB-OPM melepaskan pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Methrtens yang disandera dilepaskan tanpa syarat apapun.

"Kami tetap berharap dan berdoa pilot kita bahwa akhirnya pilot kita Kapten Philip bisa dibebaskan tanpa syarat kalau bisa," ucap Susi.

Susi mengatakan pembakaran pesawat Susi Air itu merupakan suatu kehilangan yang besar. Susi menyoroti perihal tertutupnya akses kebutuhan masyarakat setempat imbas kejadian tersebut.

"Sebuah kehilangan yang sangat besar tapi lebih, menurut saya adalah humanity, kemanusiaan, dan hak-hak masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya," ucap dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bantah Pilot Susi Air Kapten Philips Membelot ke OPM, Susi Pudjiastuti: Dia Bapak Rumah Tangga

Bantah Pilot Susi Air Kapten Philips Membelot ke OPM, Susi Pudjiastuti: Dia Bapak Rumah Tangga

News | Rabu, 01 Maret 2023 | 11:30 WIB

Imbas Pilot Philips Disandera OPM, Susi Pudjiastuti Sebut 70 Persen Penerbangan ke Papua Disetop

Imbas Pilot Philips Disandera OPM, Susi Pudjiastuti Sebut 70 Persen Penerbangan ke Papua Disetop

News | Rabu, 01 Maret 2023 | 11:09 WIB

Pilot Philips Max Marthin Disandera Teroris OPM Tak Kunjung Ditemukan, Susi Pudjiastuti Minta Maaf

Pilot Philips Max Marthin Disandera Teroris OPM Tak Kunjung Ditemukan, Susi Pudjiastuti Minta Maaf

News | Rabu, 01 Maret 2023 | 11:08 WIB

Lokasi Sandera Berpindah-pindah, Terakhir OPM Minta Senjata untuk Dibarter dengan Pilot Susi Air

Lokasi Sandera Berpindah-pindah, Terakhir OPM Minta Senjata untuk Dibarter dengan Pilot Susi Air

News | Selasa, 28 Februari 2023 | 02:25 WIB

KKB Pimpinan Egianus Kogoya Mau Bebaskan Pilot Susi Air, Syaratnya Barter dengan Senjata dan Amunisi

KKB Pimpinan Egianus Kogoya Mau Bebaskan Pilot Susi Air, Syaratnya Barter dengan Senjata dan Amunisi

News | Kamis, 23 Februari 2023 | 15:08 WIB

Terkini

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Penunjukkan Suahasil Nazara Sebagai Menkeu Sudah Tepat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:00 WIB

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Borong Pastry Favorit di FLOR Jakarta! Nikmati Cashback Rp100 Ribu Pakai BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:58 WIB

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama

Kalbar | Senin, 14 September 2026 | 20:54 WIB

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

'Biar yang Mampu Mandiri', Pramono Timbang Usulan Semua Pelajar Jakarta Gratis Transum

News | Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

MA Tolak Kasasi, Advokat Marcella Santoso Tetap Dihukum 15 Tahun Penjara

News | Senin, 14 September 2026 | 20:47 WIB

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Piala Saja Tidak Cukup! Ini Kunci Sukses Pelajar Indonesia Menembus Panggung Dunia

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 20:46 WIB

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Paranoia Kolonial di Tanah Suci: Membedah Politik Haji Pada Masa Penjajahan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 20:45 WIB

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

Kronologi Konser Kotak Mendadak Dihentikan: Bau Menyengat di Lagu ke-10, Tantri Sampai Sesak Napas

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

Bahas RUU Perampasan Aset Habiburokhman 'Ditodong' Pukat UGM: Buka Drafnya, Biar Kami Bedah!

News | Senin, 14 September 2026 | 20:36 WIB

×