Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan, akan ada 123,8 juta orang warga yang melakukan mudik hari raya Idul Fitri 2023 ini. Hal tersebut diketahui berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Budi menyebut, jumlah tersebut naik dari mudik tahun sebelumnya atau tahun 2022 yakni sebesar 44 persen.
"Kita memang sudah mengantisipasi satu bulan sebelumnya, bahkan kita melakukan satu survei bahwa 45,8 persen atau 123 juta jumlah dari penduduk Indonesia itu akan begerak pada saat Lebaran. Nah ini meningkat 44 persen," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi V bahas mudik lebaran 2023 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2023).
Sementara itu, Budi menyampaikan, untuk warga Jabodetabek sendiri cukup ada kenaikkan warga yang melakukan mudik tahun ini.
"Sedangkan warga Jabodetabek relatif tidak sebesar nasional, peningkatnya 27 persen dibandingkan 2022," tuturnya.
Sementara di sisi lain, ia mengatakan, moda trasportasi yang dominan yang bakal digunakan pada mudik 2023 adalah moda darat. Dimana mobil pribadi masih mendominasi, selain itu juga sepeda motor juga banyak dipakai.
"Kalau dari slide yang ada di sana kelihatan mobil pribadi itu dominan banget, tapi mungkin kalau mobil pribadi kita harus melakukan upaya yang maksimal di tol Cipali," tuturnya.
"Sedang sepeda motor juga banyak. Kami dalam kesempatan ini melaporkan bahwa kami sudah mengimbau supaya tidak ada mudik menggunakan motor karena risikonya tinggi sekali," sambungnya.
Adapun berdasarkan survei, ia mengatakan, tujuan paling banyak untuk mudik 2023 nanti diprakirakan ke Jawa Tengah.
"Lalu kita sampaikan bahwa mudik paling banyak menuju Jawa Tengah asalnya dari Jawa Timur paling banyak," katanya.