Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan puncak arus mudik hari raya Idul Fitri 2023 akan jatuh 3 hari, yakni pada 19 sampai 21 April. Hal itu disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI mengenai mudik lebaran 2023.
"Kemarin dalam ratas sudah disetujui presiden, dimulai dari 19, 20, 21 April," kata Budi di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/4/2024).
Budi menjelaskan puncak arus mudik bakal terjadi pada 20 sampai 21 April. Namun keputusan akhirnya disepakati ditambah sehari pada tanggal 19 April.
"Puncak arus balik periode pertama diperkirakan terjadi pada 24-25 April 2023 dan puncak arus balik periode kedua diperkirakan terjadi pada 30 April - 1 Mei 2023," tuturnya.
Ia memperkirakan akan ada sebanyak 123,8 juta orang warga negara Indonesia yang akan melakukan mudik hari raya Idul Fitri tahun ini. Hal tersebut diketahui berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan.
Budi menyebut, jumlah tersebut naik dari mudik tahun sebelumnya atau tahun 2022 yakni sebesar 44 persen.
"Kita memang sudah mengantisipasi satu bulan sebelumnya, bahkan kita melakukan satu survei bahwa 45,8 persen atau 123 juta jumlah dari penduduk Indonesia itu akan begerak pada saat Lebaran. Nah ini meningkat 44 persen," kata Budi.
Sementara itu, Budi menyampaikan untuk warga Jabodetabek sendiri cukup ada kenaikkan warga yang melakukan mudik tahun ini.
"Sedangkan warga Jabodetabek relatif tidak sebesar nasional, peningkatnya 27 persen dibandingkan 2022," tuturnya.
Adapun di sisi lain, ia mengatakan, moda trasportasi yang dominan yang bakal digunakan pada mudik 2023 adalah moda darat. Dimana mobil pribadi masih mendominasi, selain itu juga sepeda motor juga banyak dipakai.
"Kalau dari slide yang ada di sana kelihatan mobil pribadi itu dominan banget, tapi mungkin kalau mobil pribadi kita harus melakukan upaya yang maksimal di tol Cipali," tuturnya.
"Sedang sepeda motor juga banyak. Kami dalam kesempatan ini melaporkan bahwa kami sudah mengimbau supaya tidak ada mudik menggunakan motor karena risikonya tinggi sekali," sambungnya.