Profil Megawati dan Taji Politiknya: Wanita Paling 'Powerful' di Indonesia?

Ruth Meliana

Kamis, 27 April 2023 | 14:49 WIB
Profil Megawati dan Taji Politiknya: Wanita Paling 'Powerful' di Indonesia?
Megawati Soekarnoputri. [Instagram]

Suara.com - Nama Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam dunia politik Indonesia. Ibu Puan Maharani ini seolah menjadi pemain di belakang layar yang berkontribusi besar membawa Joko Widodo menjadi Presiden RI dua periode.

Megawati selaku Ketum PDIP menggunakan kekuatan partainya untuk mendukung Jokowi selama dua periode. Kini, sosoknya juga telah memberikan arah yang jelas bagi PDIP dalam menyambut Pemilu 2024, dengan mencalonkan Ganjar Pranowo sebagai capres 2024.

Kekuatan Megawati mengusung Gubernur Jawa Tengah itu sebagai bakal capres sanggup memicu pergeseran peta politik. Sejumlah parpol mulai bermanuver pasca keputusan Mega, dari gencar menguatkan hingga membubarkan diri dari koalisi.

Lantas, seperti apakah profil Megawati dan pengaruh politiknya? Benarkah sosoknya menjadi perempuan paling 'powerful' di Indonesia? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Profil Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri dikenal sebagai Presiden ke-5 Republik Indonesia. Ia menjadi sosok presiden perempuan pertama Republik Indonesia, dan masih menjadi satu-satunya presiden perempuan sejak Indonesia merdeka sampai saat ini.

Sebelumnya, ia merupakan Wakil Presiden ke-8 RI di bawah pemerintahan Gus Dur atau Abdurrahman Wahid. Megawati juga merupakan putri sulung dari Presiden RI pertama Soekarno dan Fatmawati.

Sebagai seorang putri presiden, Megawati menghabiskan masa kecilnya di Istana Negara. Berdasarkan data dari laman Perpustakaan Nasional RI, semasa kecil ia begitu lincah dan juga suka bermain bola.

Namun, sebagaimana dengan gendernya sebagai seorang anak gadis, ia juga gemar menari. Bakatnya tersebut pun kerap kali ditampilkan di hadapan tamu-tamu negara yang saat itu berkunjung ke Istana Negara.

baca juga

Pemilik nama lengkap Dyah Permata Megawati Soekarnoputri ini memulai pendidikannya dari SD hingga tamat SMA di Perguruan Cikini, Jakarta.

Wanita kelahiran Yogyakarta, 23 Januari 1947, ini kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dengan berkuliah di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung dan Fakultas Psikologi di Universitas Indonesia.

Karier Politik Megawati

Masuknya Megawati ke kancah politik ternyata sempat menjadi hal yang mengecewakan keluarganya. Pasalnya, keluarga sepakat untuk tidak terjun ke dunia politik karena merasa trauma dengan situasi politik di masa sebelumnya.

Sebelum akhirnya bergabung ke partai, Megawati dan juga suaminya merupakan pengelola SPBU di Jakarta. 

Adapun terjunnya Megawati ke partai politik berawal pada saat ia bertemu dengan Sabam Sirait pada tahun 1980. Kala itu, tidak ada satu pun keluarga Soekarno tampil di dunia politik.

Namun pada tahun 1987 semuanya berubah. Megawati dan juga sang adik, Guruh Soekarnoputra, masuk ke dalam daftar calon anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Megawati saat itu memang dianggap sebagai pendatang baru di dunia politik. Namun nyatanya ia berhasil menjadi primadona dalam kampanye PDI. Taji Megawati di dunia politik terbukti saat ia terpilih menjadi anggota DPR/MPR.

Megawati juga sukses terpilih sebagai Ketua Umum PDI pada 1993, melalui Kongres di Surabaya. Namun terpilihnya Megawati memicu konflik internal. Ketua Umum PDI sebelumnya, Soerjadi tak ingin kalah.

Soerjadi kemudian membentuk kongres PDI di Medan. Pada saat itu, kongres tersebut menyetujui bahwa Soerjadi menjadi Ketua Umum PDI.

Hal itu membuat Megawati melawan. Ia menegaskan dirinya adalah Ketua Umum PDI yang sah dan tidak mengakui Kongres Medan. Situasi itu akhirnya memicu bentrok antar kader PDI peristiwa Kudatuli.

Akhirnya Pemerintah Indonesia mengakui bahwaKetua Umum PDI yang sah adalah Soerjadi. Oleh karenanya, PDI yang dipimpin oleh Mega tidak bisa turut serta dalam Pemilu 1997.

Pada masa rezim Orde Baru tumbang, PDI yang dipimpin oleh Megawati berubah nama menjadi PDI Perjuangan dan berhasil memenangkan Pemilu pada 1999. Dari situ, karier Megawati di kancah politik terus melesar hingga puncaknya menjadi Presiden RI ke-5.

Saat ini, Megawati masih memiliki tahta tinggi di PDIP sebagai ketua umum. Ia juga sebelumnya pernah menduduki jabatan lain, seperti Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sampai Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sosok Megawati juga menjadi orang yang paling berperan dalam memenangkan Jokowi sebagai Presiden RI ke-7. Dalam beberapa kesempatan, Megawati juga menyatakan rasa bangganya sudah berhasil memenangkan pemilu dua kali beruntun.

Tak hanya Jokowi, menjelang Pemilu 2024, Megawati juga telah resmi mengusung Ganjar Pranowo sebagai bacapres 2024. Hal tersebut resmi ia umumkan setelah melakukan dialog dengan sejumlah tokoh, termasuk Presiden Jokowi.

Megawati juga mengungkap terkait dengan tugasnya sebagai Ketua Umum PDIP, khususnya tugas secara prerogatif menetapkan calon presiden dari partainya, bukanlah tugas yang ringan.

Mega mengaku sejauh ini ia selalu mencermati persoalan situasi politik, pendidikan politik, serta kaderisasi kepemimpinan di partainya yang sampai saat ini banyak melahirkan pemimpin.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek Fakta: TikToker Bima Hina Presiden Soekarno, Bakal Dipolisikan oleh Megawati Soekarnoputri, Benarkah?

Cek Fakta: TikToker Bima Hina Presiden Soekarno, Bakal Dipolisikan oleh Megawati Soekarnoputri, Benarkah?

Moots | Kamis, 27 April 2023 | 12:13 WIB

Jokowi-Iriana Halal Bihalal ke Rumah Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Diisi Perbincangan Usai Pencapresan Ganjar

Jokowi-Iriana Halal Bihalal ke Rumah Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Diisi Perbincangan Usai Pencapresan Ganjar

News | Kamis, 27 April 2023 | 11:54 WIB

Adu Kekuatan Partai Politik Pendukung Ganjar Pranowo Vs Anies Baswedan di Pilpres 2024

Adu Kekuatan Partai Politik Pendukung Ganjar Pranowo Vs Anies Baswedan di Pilpres 2024

Kotak Suara | Kamis, 27 April 2023 | 10:19 WIB

Tik Toker Bima Sebut Megawati Janda, Denny Siregar: Dia Meremehkan Bahkan Melecehkan

Tik Toker Bima Sebut Megawati Janda, Denny Siregar: Dia Meremehkan Bahkan Melecehkan

Garut | Kamis, 27 April 2023 | 00:55 WIB

Sejarah PPP: Partai Politik yang Sah Deklarasikan Ganjar Capres 2024

Sejarah PPP: Partai Politik yang Sah Deklarasikan Ganjar Capres 2024

Kotak Suara | Rabu, 26 April 2023 | 19:21 WIB

Cek Fakta: Megawati dan Jokowi Restui Prabowo Jadi Pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

Cek Fakta: Megawati dan Jokowi Restui Prabowo Jadi Pendamping Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

Selebtek | Rabu, 26 April 2023 | 16:41 WIB

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB