Profil Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia dan Penetapan Hardiknas

Rifan Aditya

Jum'at, 28 April 2023 | 17:01 WIB
Profil Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia dan Penetapan Hardiknas
Profil Ki Hajar Dewantara (Dok. Shutterstock)

Suara.com - Ki Hajar Dewantara adalah sosok dari dunia pendidikan yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah. Berikut ini profil Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia.

Mari kenali profil Ki Hajar Dewantara di momen peringatan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Lahir pada 2 Mei 1889 dengan nama lengkap Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, Ki Hajar Dewantara adalah anak dari GPH Soerjaningrat, cucu dari Pakualam III.

Tanggal lahir Ki Hajar Dewantara ini juga menjadi latar belakang penetapan Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Profil Ki Hajar Dewantara yang terlahir sebagai anak bangsawan membuatnya berhak mendapat pendidikan yang saat itu tak bisa diakses banyak orang.

Riwayat Pendidikan Ki Hajar Dewantara

Jenjang pertama pendidikannya adalah ELS, sekolah setara SD khusus untuk anak-anak Eropa atau Belanda dan juga kaum bangsawan.

Setelah itu Ki Hajar Dewantara melanjutkan ke STOVIA, yaitu sekolah pada masa kolonial Belanda yang dibuat khusus untuk pendidikan dokter pribumi yang terletak di Batavia.

Jenjang sekolah yang belakangan dikenal sebagai Fakultas Kedokteran UI itu tak ditamatkan olah Ki Hajar Dewantara karena kondisinya yang lemah.

Beliau justru tertarik pada dunia jurnalistik dan bekerja sebagai wartawan di beberapa media massa, seperti Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara. 

Gaya penulisannya terkenal karena tajam dan mencerminkan semangat anti kolonial. Salah satu karyanya membuat Ki Hajar Dewantara diasingkan ke Pulau Bangka atas keinginannya sendiri. 

baca juga

Organisasi Ki Hajar Dewantara 

Tahun 1908, Ki Hajar Dewantara masuk organisasi Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Soetomo. di sana ia menyampaikan propaganda agar masyarakat pribumi sadar akan pentingnya semangat persatuan bangsa Indonesia.

Di organisasi ini juga Ki Hajar Dewantara bertemu dengan dua Douwes Dekker dan Dr. Tjipto Mangunkusumo danmereka dikenal sebagai Tiga Serangkai. Douwes Dekker juga yang mengajak Ki Hadjar Dewantara mendirikan organisasi Indische Partij.

Ki Hajar Dewantara yang sempat menjalani pengasingan di Belanda justru tersulut semangatnya untuk memajukan kaum pribumi. 

Ia berhasil mendapat ijazah pendidikan "Europeesche Akte" atau Ijazah pendidikan bergengsi di belanda. Ijazah ini yang kemudian ia gunakan untuk mendirikan lembaga pendidikan di Indonesia.

Di Belanda ia juga dikenal berpengaruh atas sistem pendidikan yang ia kembangkan sendiri. Pada 1913, Ki Hadjar Dewantara menikahi wanita bangsawan bernama Raden Ajeng Sutartinah dari Yogyakarta.

Di tahun 1919, Ki Hajar Dewantara kembali ke Indonesia dan bergabung sebagai guru di sekolah yang didirikan saudaranya. Pengalaman mengajar di sekolah tersebut digunakan untuk membuat konsep pendidikan baru.

Konsep ini berupa metode pengajaran baru di sekolah yang ia dirikan pada 3 Juli 1922 yang bernama Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa yang kemudian kita kenal sebagai Taman Siswa.

Di usianya yang menanjak umur 40 tahun, ia mengubah namanya menjadi Ki Hadjar Dewantara, agar bisa dekat dengan rakyat pribumi kala itu.

Ada 3 semboyan Ki Hadjar Dewantara yang terkenal sampai sekarang dan senantiasa dipakai dalam dunia pendidikan Indonesia:

  • Ing ngarso sung tulodo yang artinya di depan memberi contoh.
  • Ing madyo mangun karso yang artinya di tengah memberi semangat.
  • Tut Wuri Handayani yang artinya di belakang memberi dorongan.

Demikian profil Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat.

Kontributor : Rima Suliastini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Hari Besar Mei 2023, Nasional hingga Internasional

Daftar Hari Besar Mei 2023, Nasional hingga Internasional

News | Jum'at, 28 April 2023 | 16:24 WIB

Ada Perbaikan, Waspada Macet di Jalan Ki Hajar Dewantara Subang

Ada Perbaikan, Waspada Macet di Jalan Ki Hajar Dewantara Subang

Purwasuka | Senin, 15 Agustus 2022 | 12:01 WIB

Menakar Kompetensi Literasi Generasi Milenial Bengkulu

Menakar Kompetensi Literasi Generasi Milenial Bengkulu

Your Say | Senin, 06 Juni 2022 | 20:10 WIB

Rayakan HUT Ke-65, Astra Dukung Pendidikan Berkualitas

Rayakan HUT Ke-65, Astra Dukung Pendidikan Berkualitas

News | Rabu, 18 Mei 2022 | 19:28 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×