Apa Itu Sindrom Megalomania Diduga Diidap Pemimpin Ponpes Al Zaytun?

Farah Nabilla

Minggu, 18 Juni 2023 | 12:13 WIB
Apa Itu Sindrom Megalomania Diduga Diidap Pemimpin Ponpes Al Zaytun?
Pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Syekh Panji Gumilang.

Suara.com - Sosok pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Syekh Panji Gumilang, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, tempatnya itu menuai kontroversi dianggap memberikan ajaran sesat. Ponpes ini bahkan sampai digeruduk massa yang menggugat pada Kamis (15/6/2023).

Pakar Komunikasi Islam dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Uwes Fatoni, kekinian menyebut Panji Gumilang mungkin terkena sindrom megalomania. Sebab, ia selalu merasa dirinya berkuasa hingga menyampaikan gagasan yang menunjukkan jika pemikirannya hebat.

Apalagi dirinya saat ini menjabat sebagai pemimpin dan figur sentral ponpes. Oleh karenanya, jelas Uwes, Panji Gumilang tak bisa dibantah para santrinya. Lantas, apa itu sindrom megalomania yang mungkin menyerangnya? Berikut penjelasan lengkapnya yang berhasil terangkum.

Apa Itu Sindrom Megalomania?

Megalomania dapat diartikan sebagai gangguan keyakinan diri seseorang yang dibesar-besarkan. Contohnya, tentang kekuatan atau kemampuan. Hal ini seringkali ditunjukkan dengan sikap sombong serta termasuk bagian dari ciri-ciri gangguan jiwa.

Adapun gangguan jiwa yang dimaksud, yaitu delusion of grandeur atau delusi keagungan. Kondisi seperti ini membuat pengidapnya yakin bahwa dirinya memiliki kekuasaan, kecerdasan, bakat yang luar biasa, hingga kekayaan.

Tak hanya itu, segala yang dikatakan pengidap megalomania tentang dirinya kerap tidak masuk akal. Di sisi lain, penyebab gangguan ini belum diketahui secara persis oleh para peneliti. Namun, bisa jadi hal tersebut merupakan gejala penyakit mental lain, seperti bipolar atau skizofrenia.

Delusi keagungan sendiri sulit diidentifikasi karena orang yang memilikinya percaya bahwa hal tentang dirinya benar. Belum lagi, tidak mudah dibedakan dari apa yang disebut sebagai ide terlalu tinggi. Pasalnya, banyak orang-orang sehat yang juga berpikiran seperti ini.

Namun, biasanya, para pengidap megalomania mempercayai dirinya memiliki segudang pencapaian. Misalnya saja, sebagai orang yang kaya raya, berteman dengan selebriti papan atas, atau mampu mendengar suara Tuhan. Hal ini dikarenakan ia yang merasa mempunyai hubungan dekat dengan Sang Pencipta.

baca juga

Sindrom megalomania diketahui sulit menerima bantuan karena pengidapnya mungkin tidak memahami jika bahwa dirinya bermasalah. Selain itu, mereka juga bisa saja menolak mengikuti perawatan dokter. Meski begitu, ada pengobatan yang dapat dilakukan.

Dokter biasanya akan memberi resep obat untuk psikotik atau depresi. Namun, penggunaannya ini tidak bisa mengatasi gejala dari kondisi tersebut. Lalu, perawatan lainnya berupa terapi kesehatan jiwa jenis berbicara. Di mana dapat membantu meringankan delusi megalomania.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dugaan Ajaran Sesat di Ponpes Al-Zaytun, Wagub Jabar Bakal Turun Tangan Bersama Ratusan Ulama

Dugaan Ajaran Sesat di Ponpes Al-Zaytun, Wagub Jabar Bakal Turun Tangan Bersama Ratusan Ulama

Tasikmalaya | Sabtu, 17 Juni 2023 | 19:36 WIB

Perjalanan Ponpes Al-Zaytun: Dibangun 1996, Ajarannya Kontroversial, MUI Turun Tangan

Perjalanan Ponpes Al-Zaytun: Dibangun 1996, Ajarannya Kontroversial, MUI Turun Tangan

News | Sabtu, 17 Juni 2023 | 18:15 WIB

Ajarannya Makin Menyimpang, MUI Indramayu Tegas Larang Warga Belajar di Pondok Pesantren Al Zaytun

Ajarannya Makin Menyimpang, MUI Indramayu Tegas Larang Warga Belajar di Pondok Pesantren Al Zaytun

Denpasar | Sabtu, 17 Juni 2023 | 15:52 WIB

Rentetan Kontroversi Ponpes Al Zaytun dan Panji Gumilang: Ngaku Komunis, Nyanyi Lagu Yahudi

Rentetan Kontroversi Ponpes Al Zaytun dan Panji Gumilang: Ngaku Komunis, Nyanyi Lagu Yahudi

News | Sabtu, 17 Juni 2023 | 14:25 WIB

Di demo, Massa Ponpes Al Zaytun Indramayu Nyanyikan Lagu Berbahasa Yahudi, Netizen: Lama-lama Israel Muncul di Sini

Di demo, Massa Ponpes Al Zaytun Indramayu Nyanyikan Lagu Berbahasa Yahudi, Netizen: Lama-lama Israel Muncul di Sini

Mamagini | Sabtu, 17 Juni 2023 | 13:53 WIB

Meragukan Kebenaran dari Al-Quran, Ini Deretan Kontroversi Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang

Meragukan Kebenaran dari Al-Quran, Ini Deretan Kontroversi Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang

Video | Sabtu, 17 Juni 2023 | 15:10 WIB

Terkini

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Marching Band Rorotan Siap Tunjukkan Prestasi di Kejurnas FYBI 2026

Bukan Sekadar Mengejar Juara, Marching Band Rorotan Siap Tunjukkan Prestasi di Kejurnas FYBI 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan

Mengabdi Tanpa Henti, Kisah Guru MDA di Lebak yang Tetap Tersenyum Meski Digaji Rp150 Ribu per Bulan

Banten | Jum'at, 06 November 2026 | 20:57 WIB

×