Niat puasa Tarwiyah bisa dibaca pada saay malam hari sebelum tidur dengan niat sebagai berikut,
"Nawaitu shauma ghadin 'an adaai sunnati yaumit Tarwiyyati lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku niat puasa sunnah Tarwiyah besok hari karena Allah."
Menurut Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza'iri dalam Kitabnya yang berjudul Minhajul Muslim, niat puasa Tarwiyah tidak harus dibaca saat malam hari sebelum waktu berpuasa lantaran termasuk dalam puasa sunnah. Niat juga dapat dibaca keesokan harinya setelah sholat Subuh dengan lafal sebagai berikut,
"Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
2. Niat Puasa Arafah
Sama seperti puasa Tarwiyah, niat puasa Arafah juga bisa dibaca pada malam hari dengan lafal sebagai berikut,
"Nawaitu shauma ghadin 'an adaa i sunnati Arofah Lillaahi Ta'aalaa."
Artinya: "Aku niat puasa sunnah Arafah besok hari karena Allah."
Selain itu, jika berniat di pagi hari, dapat membaca niat berikut:
"Nawaitu shauma Arafata sunnatan lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."
Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah
Islam sangat menganjurkan umat Muslim untuk menunaikan ibadah sunah puasa Tarwiyah dan juga Arafah. Hal ini lantaran, dari masing-masing puasa tersebut memiliki keutamaannya tersendiri sebagai berikut.
• Keutamaan puasa Tarwiyah:
Keutamaan puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa yang pernah diperbuat selama satu tahun.
• Keutamaan puasa Arafah:
Keutamaan puasa Arafah bisa menghapus dosa-dosa yang pernah diperbuat selama dua tahun.
Selain keutamaan di atas, puasa sunnah yang menjadi amal ibadah di awal bulan Dzulhijah ini sejatinya adalah perbuatan baik yang sangat disukai oleh Allah SWT. Hal ini seperti dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Bukhari yang artinya:
"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai oleh Allah daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijah. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad pada jalan Allah kecuali seorang lelaki yang keluar dengan dirinya dan harta bendanya, kemudian kembali tanpa membawa apa-apa."
Selain itu, puasa Arafah dan Tarwiyah ini sangat baik untuk dikerjakan. Khususnya bagi muslim yang tidak bisa menunaikan ibadah haji. Tujuannya tak lain agar umat muslim bisa merasakan nikmat yang dirasakan oleh jemaah haji yang sedang beribadah di Tanah Suci.
Nah demikian tadi anjuran, jadwal, niat hingga keutamaan puasa Arafah dan Tarwiyah. Semoga menambah amal ibadah kita!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari