Elite PDI Perjuangan: Tidak Ada Problem Apapun antara PDIP dengan Demokrat

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Kamis, 22 Juni 2023 | 14:15 WIB
Elite PDI Perjuangan: Tidak Ada Problem Apapun antara PDIP dengan Demokrat
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, SBY. [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan tidak ada masalah antara PDIP dengan Partai Demokrat. Hal ini disampaikan Said menyusul adanya rencana rekonsiliasi, seiring wacana pertemuan Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Tidak ada problem apapun PDIP dengan Demokrat, clear," kata Said di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (22/6/2023).

Sebelumnya, PDIP memastikan mereka membuka diri untuk pertemuan Megawati dengan SBY. Tetapi PDIP ingin pertemuan keduanya itu berlangsung secara natural, tanpa harus diatur-atur atau dipaksakan.

Said mengatakan dirinya tentu menaruh rasa hormat terhasap SBY dan dengan apa yang disampaiknya terkait mimpi. Diketahui dalam mimpinya SBY bercerita dijemput Prresiden Jokowi untuk selanjutnya melakukan perjalanan bersama menjemput Megawati selaku Presiden ke-5 RI.

"Itu sesuatu yang indah dan sangat bermakna bagi kepentingan yang lebih luas untuk masyarakat kita," ujar Said.

Kendati begitu, Said memandang apabila pertemuan Megawati dan SBY alangkah kebih baik terjadi secara alami.

"Biarkan lah ini bergulir sebagai sebagaimana adanya natural alami. Tidak perlu kita rekayasa harus ketemu si A si B karena setiap pemimpin pasti punya jalur komunikasi masing-masing," tuturnya.

Said menegaskan PDIP sudah membuka diri dalam melakukan pertemuan dengan Partai Demokrat. Hal itu tercermin dari pertemuan antara Ketua DPP PDIP Puan Maharani dengan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY.

"Kami membuka diri seluas-luasnya bahkan sudah terjadi pertemuan Mbak Puan dengan Ketua Umum Demokrat Bapak AHY. Kemudian beruntun, yang namanya presiden baik presiden kelima, keenam punya mimpi bersama, mimpi tentang ke-Indonesiaan itu adalah mimpi kita semua juga," kata Said.

baca juga

Tunggu Mega Buka Ruang

Partai Demokrat menegaskan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY sejak dari dulu sudah membuka diri untuk bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

SBY menganggap tidak pernah ada persoalan antara dirinya dengan Presiden ke-5 RI.

Hal ini ditegaskan Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menyusul wacana pertemuan SBY dengan Megawati, seiring pertemuan kedua anak mereka, yaknii Agus Harimurti Yudhoyono dan Puan Mahawarani.

Menurut Herman kekinian hanya tinggal menunggu Megawati membuka ruang untuk merealisasikan pertemuan dengan SBY sekaligus rekonsiliasi.

"Hanya kan tinggal bagaimana Bu Mega juga membuka ruang yang sama-sama untuk melakukan rekonsiliasi, dan tentu juga ini sudah diawali, pertemuan antara Puan dan Mas AHY yang saya kira konteksnya adalah kolaborasi," kata Herman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/6).

Herman memandang hubungan SBY dan Megawati yang dianggap renggang semata-mata terjadi karena ada kesalapahaman. Tetapi pada dasarnya, lanjut Herman, SBY menganggap dan menginginkan tidak ada persoalan.

Karena itu, Herman berpandangan perlu dibuka ruang untuk pertemuan SBY dan Megawati melalui orang dekat masing-masing. Ia beerharap hubungan yang kini coba direkonsiliasi tidak lagi dirusak.

"Ya maka itu seluruh instrumen yang dekat dengan, baik itu Bu mega maupun Pak SBY ayo kita buka jalan. Jangan ada kompor-kompor yang memanasi. Karena bagi pak SBY tidak ada persoalan sejak awal. Saya sering mendapat arahan dari pak SBY, tidak ada persoalan," kata Herman.

"Tinggal bagaimana Bu Mega membuka ruang yang cukup bagi silaturahmi Pak SBY dan kemudian ini menjadi rekonsiliasi san memecah barier dan ini akan menjadi kekuatan moril bangsa untuk ke depan kita lebih baik lagi," ujar Herman.

Ada Petunjuk Tuhan

Herman Khaeron menegaskan mimpi Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di luar konteks koalisi maupun pencapresan. Menurutnya, mimpi bertemu dengan Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri hingga Presiden Joko Widodo menyiratkan adanya rekonsiliasi.

"Saya kira ini yang menjadi keinginan sebetulnya bahwa suatu saat akan terjadi rekonsiliasi, kolaborasi dengan siapapun," kata Herman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (21/6).

Kendati terbuka kolaborasi dengan siapapun, Herman meminta mimpi SBY tidak ditafsirkan sebagai bentuk peluanv koalisi. Ia menegaskan harus ada pembedaan antara koalisi dan rekonsiliasi.

Menurut Herman, mimpi SBY juga menjadi pertunjuk Tuhan. Di mana yang terjasi selama, kata dia, memang ada kesalahpahaman.

"Barangkali yang pada akhirnya seakan-akan, seolah-olah karena pada momentum-momentum tertentu sebetulnya Pak SBY dan Bu Mega juga bertemu. Tetapi, mimpi ini memberikan makna yanf sangat luhur, yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan," kata Herman.

Herman lantas menanggapi pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang membuka peluang pertemuan antara SBY dan Megawati. Menurutnya, apa yang terjadi dari hubungan Demokrat dan PDIP yang mulai membaik saat ini memang sudah menjadi jalan Tuhan.

"Rentetannya ini kan seperti jalan Tuhan, rentetannya itu hal yang tidak direncanakan, rentetan dari mulai Mbak Puan menyebut nama Mas AHY masuk dalam urusan cawapres. Pada akhirnya ada pertemuan sekjen," tuturnya.

"Kemudian ada pertemuan antara Ketum AHY dan Mbak Puan. Sebenernya ini kan rangkaian-rangkaian. Kemudian ada mimpi yang disampaikan lewat cuitan Pak SBY yang secara runtun ini menjadi rangkaian, ini menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Ingin Pertemuan Megawati dan SBY Tak Dipaksakan: Biar Bergulir Natural Alami

PDIP Ingin Pertemuan Megawati dan SBY Tak Dipaksakan: Biar Bergulir Natural Alami

Deli | Kamis, 22 Juni 2023 | 13:53 WIB

Curhat Megawati ke TNI AL: Biasa Di-bully, Ogah 'Dipanggang' di Kapal Selam Lagi

Curhat Megawati ke TNI AL: Biasa Di-bully, Ogah 'Dipanggang' di Kapal Selam Lagi

News | Kamis, 22 Juni 2023 | 13:54 WIB

Kisah SBY Tak Mau Turunkan Foto Moeldoko di Museumnya Meski Didesak Kader Partai Demokrat, Alasannya Buat Semua Diam

Kisah SBY Tak Mau Turunkan Foto Moeldoko di Museumnya Meski Didesak Kader Partai Demokrat, Alasannya Buat Semua Diam

Joglo | Kamis, 22 Juni 2023 | 13:51 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×