Mengenal Syok Septik: Kondisi yang Dialami Fajri Pria Obesitas 300 Kg Sebelum Meninggal

Agatha Vidya Nariswari

Kamis, 22 Juni 2023 | 16:48 WIB
Mengenal Syok Septik: Kondisi yang Dialami Fajri Pria Obesitas 300 Kg Sebelum Meninggal
Muhammad Fajri pria berbobot 300 kilogram terbaring di rumah sakit. (RSUD Kota Tangerang/Wawan Kurniawan)

Seorang pria asal Tangerang yang mempunyai bobot tubuh mencapai 300 kg, Muhammad Fajri meninggal dunia pada Kamis (22/62023) pukul 01.25 WIB. Ia menghembuskan napas terakhirnya di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat di usianya yang masih 27 tahun.

Dokter Sidharta Kusuma Manggala, KSM Anestesiologi dan Perawatan Intensif RSCM menyebut Fajri sempat mengalami syok septik karena adanya komplikasi infeksi berat sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Sebelum meninggal, Fajri juga mengalami luka di sekujur tubuh karena terbatasnya ruang gerak akibat obesitas yang dialami dan mengalami gangguan pada berbagai organ.

Kaki kanan Fajri membesar diduga karena sumbatan yang terjadi akibat kecelakaan yang pernah ia alami. Jenazah Fajri dimakamkan pada hari ini, Kamis (22/6/2023) di TPU Menteng Pulo pada pukul 14.00 WIB. Proses pemakaman Fajri dilakukan dengan bantuan tim pemadam kebakaran.

Lantas, apa itu syok septik yang dialami Fajri pria obesitas 300kg? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Mengutip dari Cleveland Clinic, syok septik merupakan sebuah kondisi medis serius yang bisa terjadi apabila adanya infeksi di tubuh. Hal tersebut menyebabkan tekanan darah sangat rendah dan kegagalan organ karena sepsis. Syok septik ini bisa mengancam jiwa dan membutuhkan penanganan medis dengan cepat.

Gejala syok septik bisa terjadi karena adanya komplikasi berat dari sepsi, pada saat infeksi sudah menyebar ke seluruh bagian tubuh melalui aliran darah. Dalam kondisi tersebut, infeksi yang meluas bisa menyebabkan kerusakan berbagai organ, dan bahkan bisa mengancam nyawa.

Masih dalam laman yang sama, disebutkan bahwa setiap infeksi bisa menyebabkan sepsis yang selanjutnya bisa menjadi awal terjadinya syok septik apabila memburuk. Tak semua infeksi bisa menyebabkan sepsis atau syok septik.

Syok septik ini juga merupakan tahap ketiga dari sepsis. Adapun tanda-tanda awal meliputi:

baca juga
  • Detak jantung cepat
  • Demam atau hipertermia (suhu tubuh rendah)
  • Gemetar atau menggigil
  • Kulit hangat, lembab, atau berkeringat
  • Kebingungan atau disorientasi
  • Hiperventilasi (pernapasan cepat)
  • Sesak nafas

Biasanya, pada saat sepsis berubah menjadi syok septik, akan ada gejala tambahan, di antaranya:

  • Tekanan darah sangat rendah
  • Pusing
  • Keluaran urine sedikit atau bahkan tidak ada
  • Palpitasi jantung
  • Anggota tubuh yang dingin hingga pucat
  • Adanya ruam pada kulit

Penyebab Syok Septik

Bakteri menjadi bagian besar penyebab adanya infeksi, tetapi virus dan jamur juga bisa menyebabkan infeksi dan sepsis. Infeksi bisa dimulai di mana saja. Namun, biasanya dimulai dari kandung kemih, paru-paru, atau bahkan perut.

Resiko penyakit ini akan meningkat apabila seseorang mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti misalnya bayi baru lahir, lansia yang berusia di atas 65 tahun, wanita hamil, para pengguna narkoba, orang dengan sendi buatan atau katup jantung buatan, hingga orang yang mengidap kondisi medis kronis seperti AIDS, diabetes, leukemia, atau limfoma, hingga gangguan kekebalan.

Tak hanya itu, orang yang baru saja mengalami infeksi, operasi, transplantasi, atau implan menjadi orang-orang yang risiko sepsisnya meningkat.

Kontributor : Syifa Khoerunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Pulley System, Puluhan Orang Berjibaku Turunkan Jenazah Fajri Pria Obesitas Berbobot 300 Kg ke Liang Lahat

Pakai Pulley System, Puluhan Orang Berjibaku Turunkan Jenazah Fajri Pria Obesitas Berbobot 300 Kg ke Liang Lahat

News | Kamis, 22 Juni 2023 | 16:04 WIB

Fajri Pria Obesitas 300 Kg Dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Dibawa Pakai Forklift dari Ambulans

Fajri Pria Obesitas 300 Kg Dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Dibawa Pakai Forklift dari Ambulans

Moots | Kamis, 22 Juni 2023 | 15:43 WIB

Fajri, Pria Obesitas 300 Kg, Dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Keluarga Minta Tak Diliput

Fajri, Pria Obesitas 300 Kg, Dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Keluarga Minta Tak Diliput

Serang | Kamis, 22 Juni 2023 | 14:54 WIB

Dimasukkan ke Liang Kubur Pakai Forklit, Pemakaman Fajri Pria Berbobot 300 Kg Berlangsung Dramatis

Dimasukkan ke Liang Kubur Pakai Forklit, Pemakaman Fajri Pria Berbobot 300 Kg Berlangsung Dramatis

News | Kamis, 22 Juni 2023 | 14:44 WIB

Muhammad Fajri, Lelaki Obesitas Seberat 300 Kg Asal Tangerang Meninggal Dunia

Muhammad Fajri, Lelaki Obesitas Seberat 300 Kg Asal Tangerang Meninggal Dunia

Manado | Kamis, 22 Juni 2023 | 14:40 WIB

Terkini

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

Gelombang Panas Ekstrem Serang New York, Samai Rekor Suhu Terpanas 60 Tahun Silam

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 05:30 WIB

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:28 WIB

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 03:05 WIB

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 02:30 WIB

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

×