Ngaji Rasa Hingga Kumandang Kidung untuk Alam dari Dayak Indramayu di Tepi Jalur Pantura

Chandra Iswinarno, Rakha Arlyanto

Jum'at, 30 Juni 2023 | 22:07 WIB
Ngaji Rasa Hingga Kumandang Kidung untuk Alam dari Dayak Indramayu di Tepi Jalur Pantura
Komunitas Dayak Indramayu menggelar ritual di Malam Jumat Kliwon. Selain membacakan kidung bersama-sama, Malam Jumat Kliwon menjadi ajang mereka berkumpul sesama penganut kepercayaan penghayat tersebut. [Suara.com/Rakha Arlyanto]

Suara.com - Dayak Indramayu menjadi salah satu komunitas penganut kepercayaan yang masih bertahan hidup, tak jauh dari keramaian  roda-roda yang menggilas aspal Jalur Pantura. Ngaji rasa menjadi ajaran dasar Dayak Indramayu dalam menghormati perempuan dan alam.

SIANG yang terik dan hawa panas khas pinggir pantai utara kawasan Pulau Jawa terasa di Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ditemani seorang pemuda Dayak Indramayu bernama Awi, saya mendekat ke arah Takmad pendiri kepercayaan Dayak Losarang yang sedang santai di pinggir kali.

Takmad tengah memperhatikan pengikutnya menanam singkong di lahan seluas 100 x 20 meter. Dengan rambut gondrong yang sudah putih termakan usia, dia melempar senyum ke arah saya.

Kulitnya legam karena sudah bertahun-tahun tidak menggunakan baju. Hanya celana berwarna hitam di sisi kaki kanan dan putih di sisi kaki kiri yang melekat tubuhnya.

Serupa dengan Takmad, tiga pria terlihat sedang menancapkan batang singkong sambil bertelanjang dada. Hanya celana hitam-putih yang tidak sampai menutupi mata kaki menghias di tubuhnya.

Dari Takmad pula, ajaran Ngaji Rasa bermula. Secara umum, Ngaji Rasa merupakan ajaran kepercayaan yang mencakup etika kehidupan Suku Dayak Indramayu. Yang berarti sedapat mungkin melepaskan perasaan ke dalam diri pribadi untuk menemukan pengetahuan dan kebenaran.

Ajaran ini mengedepankan sumber kebenaran pada naluri kemanusiaan. Seperti tidak menyakiti antar sesama manusia dan saling membantu.

"Ibarat kata, kalau tidak ingin merasakan sakitnya dicubit ya jangan cubit orang lain," kata Wardi, Juru Bicara Dayak Indramayu, saat ditemui di Desa Krimun, Rabu (21/6/2023).

baca juga

Praktik Ngaji Rasa juga tidak mengedepankan nafsu dan ego pribadi. Sebagai contoh, jangan dulu menasihati orang lain terhadap suatu perbuatan tapi pelajari diri sendiri untuk berbuat salah dengan tujuan mencari kebenaran.

"Kalau saya yang diambil itu Ngaji Rasa, Sejarah Alam dan Ngawulani Anak Perempuan," kata pria berumur 80 tahun itu.

Kepada saya, Takmad menjelaskan laku Ngaji Rasa yang juga mengajarkan rasa hormat kepada perempuan, khususnya istri. Sebagai sesepuh Dayak Indramayu, ia mengajarkan bahwa seorang pria Dayak Indramayu harus bisa menjadi contoh yang baik bagi anak dan istrinya.

Ngaji Rasa mengajarkan orang Dayak Indramayu untuk bersabar dan terus mencari kebenaran. Pria Dayak Indramayu harus rela dimarahi oleh istrinya. Sebab, jika istrinya merasa marah artinya ada sebuah kesalahan yang masih dilakukan oleh suami.

Sebagai pendiri Dayak Indramayu, bukan berarti Takmad tidak pernah merasakan dibentak-bentak istrinya.

"Ngawula sama perempuan ya harus diomelin, digebukin, tempiling," ujar Takmad.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menyisir Jejak Leluhur dan Jati Diri di Hindu Mangir

Menyisir Jejak Leluhur dan Jati Diri di Hindu Mangir

Liks | Selasa, 19 Juli 2022 | 15:08 WIB

Kegelisahan Resan, Komunitas Penjaga Pohon yang Dituding Penyembah Setan

Kegelisahan Resan, Komunitas Penjaga Pohon yang Dituding Penyembah Setan

Liks | Senin, 18 Juli 2022 | 18:07 WIB

Melihat Lebih Dekat Ritual Adat Unggahan Anak Putu Bonokeling Banyumas, Tanda Bulan Ramadhan Segera Datang

Melihat Lebih Dekat Ritual Adat Unggahan Anak Putu Bonokeling Banyumas, Tanda Bulan Ramadhan Segera Datang

Jawa Tengah | Jum'at, 25 Maret 2022 | 21:24 WIB

Terkini

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

×