Maju Tak Gentar Dorong Nama Cak Imin Ada di Surat Suara Pilpres, Waketum: Pokoknya PKB Tidak akan Mati Langkah

Chandra Iswinarno, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 08 Agustus 2023 | 17:49 WIB
Maju Tak Gentar Dorong Nama Cak Imin Ada di Surat Suara Pilpres, Waketum: Pokoknya PKB Tidak akan Mati Langkah
Wakil Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid menegaskan bahwa partainya tidak akan kehabisan cara atau mati langkah untuk Pilpres 2024. Menurutnya, PKB selalu mempunyai kalkulasi untuk menjalin kerja sama politik untuk 2024.

Hal itu disampaikan Jazilul menanggapi pertanyaan awak media jika PKB tak dapat kepastian dari Gerindra atau pun PDI Perjuangan untuk Pilpres 2024.

"Pokoknya, PKB nggak akan pernah mati langkah. PKB selalu dalam, menghitung kalkulasi itu kan sudah berkali-kali ya membangun koalisi kerja sama dengan partai-partai, saya yakin PKB nggak akan mati langkah," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Ia menegaskan, bahwa PKB hanya punya satu syarat terus mendorong ketua umum partainya agar bisa maju di Pilpres 2024.

"Saya yakin PKB nggak akan mati langkah. Cuma proposal PKB memang hanya satu, Gus Muhaimin masuk di kertas Pilpres, itu saja," tuturnya.

Sementara itu, kata dia, terkait peluang PKB akan menyebrang bergabung dengan PDIP, hal itu baru sebatas wacana saja.

"Kan masih kalau. Kan masih kalau, kalau kan masih ada kapan itu terjadi kan begitu. Saya pikir baru wacana saja," katanya.

Sebelumnya, Jazilul Fawaid menanggapi pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil yang jengkel dengan capres-cawapres yang mengatasnamakan NU.

Jazilul menegaskan, jika memang kekinian tak ada capres-cawapres yang mengatasnamakan NU.

baca juga

"Ya emang nggak ada kan (capres-cawapres atas namakan NU)," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/8/2023).

Menurutnya, memang sudah seharusnya NU tak terlibat dan ditarik-tarik dalam politik praktis. Tugas NU menurutnya hanya mengurusi madrasah dan masjib.

Terkait dengan politik, kata dia, biar PKB yang akan turun tangan mengurusi.

"NU kan ngurusin madrasah sama masjid, politik yang ngurus PKB," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanggapi  Ucapan Gus Yahya, Jazilul: NU Urusin Madrasah sama Masjid, Biar PKB Urus Politik

Tanggapi Ucapan Gus Yahya, Jazilul: NU Urusin Madrasah sama Masjid, Biar PKB Urus Politik

News | Selasa, 08 Agustus 2023 | 17:05 WIB

Soal Potensi Berkoalisi dengan PKB Dukung Prabowo, PAN: Bumi dan Matahari Harus Bersatu

Soal Potensi Berkoalisi dengan PKB Dukung Prabowo, PAN: Bumi dan Matahari Harus Bersatu

News | Senin, 07 Agustus 2023 | 13:57 WIB

Cak Imin Isyaratkan PKB Pindah Haluan ke PDIP, Hasto: Kami Welcome

Cak Imin Isyaratkan PKB Pindah Haluan ke PDIP, Hasto: Kami Welcome

News | Sabtu, 05 Agustus 2023 | 15:00 WIB

Terkini

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:03 WIB

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:59 WIB

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:45 WIB

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:44 WIB

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:38 WIB

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB