5 Weton Jodoh yang Dilarang dalam Primbon, Konon Bisa Datangkan Bahaya

Rifan Aditya

Selasa, 22 Agustus 2023 | 10:41 WIB
5 Weton Jodoh yang Dilarang dalam Primbon, Konon Bisa Datangkan Bahaya
ilustrasi putus dari pacar (pixabay.com/HaticeEROL) - 5 Weton Jodoh yang Dilarang dalam Primbon, Konon Bisa Datangkan Bahaya

Suara.com - Menurut tradisi masyarakat Jawa, terdapat beberapa weton dan jumlah neptu di dalam Primbon yang dilarang untuk menikah. Bahkan jika dipaksakan maka pernikahannya dipercaya tidak akan harmonis, bahkan berujung perceraian hingga kematian. Untuk itu, penting bagi masyarakat mengetahui urutan weton jodoh yang dilarang dalam Primbon. 

Meskipun jaman sudah berkembang cukup modern, namun beberapa orang masih percaya dengan perhitungan weton jodoh sebelum melangsungkan pernikahan khususnya tradisi masyarakat Jawa. Seperti namanya, perhitungan weton ini digunakan untuk melihat seberapa cocok kita dengan pasangan berdasarkan kamus primbon Jawa. 

Jika dilihat dari perhitungan weton, ada beberapa tingkat kecocokan. Yang dimulai dari pegat, ratu, jodoh, topo, tinari, padu, sujanan, hingga pesthi. Di dalam beberapa kategori tersbeut, ada jumlah neptu ataupun weton dari kelahiran yang sebaiknya tidak bersatu. Lantas, apa saja weton yang dilarang untuk menikah? Simak informasi selengkapnya berikut ini. 

Weton Jodoh yang Dilarang dalam Primbon 

Terdapat beberapa weton yang dilarang untuk menikah dalam Primbon Jawa, berikut ini beberapa diantaranya: 

1. Weton Wage dengan Weton Pahing 

Berdasarkan perhitungan kamus Primbon Jawa, pasangan weton jodoh yang tak boleh menikah yaitu weton wage dengan weton pahing.

Pasangan ini sebaiknya tidak menikah lantaran mempunyai sifat dan karakteristik yang begitu bertolak belakang. Weton pahing memiliki sifat sebagai air, sementara weton wage bersifat l seperti minyak. Oleh sebab itu, keduanya akan sangat sulit untuk bersatu. 

Selain itu, kepribadian mereka yang sangat bertolak belakang ini juga membuat keduanya sulit menerima satu sama lain. Selain di dalam hubungan asmara, weton wage serta pahing juga tak bisa bersatu untuk beberapa urusan lain. Mulai dari bisnis, kemitraan, serta kerjasama lainnya. 

baca juga

2. Weton Kamis Pon dengan Rabu Kliwon 

Di dalam rumus primbon Jawa, orang yang memiliki weton Kamis Pon dan Rabu Kliwon juga tidak dianjurkan untuk bersatu. Adanya larangan ini sebab keduanya mempunyai jumlah neptu 15. Seseorang yang memiliki jumlah neptu 15, jika dibagikan 5 akan menyisakan 0 atau 5 yang termasuk dalam padu pada weton jodoh. 

Menurut weton jodoh, padu memiliki pertengkaran yang akan menyebabkan hubungan buruk. Jadi jika kedua orang ini bersatu, maka mereka cenderung akan kerap mengalami pertengkaran. Walaupun begitu, sisi positif dari kedua weton tersebut yaitu keduanya mempunyai kemampuan untuk mengelola emosi yang lebih baik. 

3. Weton Minggu Kliwon dengan Senin Kliwon 

Weton jodoh yang dilarang dalam Primbon selanjutnya adalah Minggu Kliwon dan Senin Kliwon. Adanya larangan ini lantaran keduanya mempunyai jumlah neptu 25. Neptu 25 tersheut jika bertemu maka akan masuk di dalam kategori Sujana yang memiliki arti waspada. 

Kategori weton jodoh waspada artinya segala pertengkaran yang mungkin akan dihadapi sebab perselingkuhan. Oleh karenanya, orang yang memiliki kedua weton ini tidak dianjurkan menikah. 

4. Weton Senin Wage dengan Selasa Legi 

Orang dengan weton Senin Wage dan Selasa Legi dilarang untuk bersatu. Sebab, jika keduanya nekat bersatu, maka dipercaya mereka akan menghasilkan neptu 16. Di dalam weton jodoh di kamus Primbon Jawa, neptu 16 termasuk ke dalam kategori sujanan yang perlu diwaspadai. 

Jika keduanya tetap bersama, maka perjalanan rumah tangganya akan dihadaokan dengan banyak banyak rintangan. Bahkan, beberapa masalah akan mengganggu keharmonisan dalam rumah tangga yang berasal dari dalam diri masing-masing. 

5. Weton Jumat Pahing dengan Minggu Legi 

Pasangan weton jodoh yang dilarang terakhir adalah Jumat Pahing dan Minggu Legi. Kedua orang yang memiliki weton ini tidak dianjurkan untuk menikah lantaran memiliki jumlah neptu 25 menurut primbon Jawa. Diketahui, pasangan dengan jumlah neptu 25 masuk dalam kategori Sujana dan berbahaya. 

Jika keduanya tetap bersatu, mereka pun akan mendapati ketidakberuntungan saat berumah tangga. Bahkan, jika ada pernikahan dari weton yang memiliki jumlah neptu 25, salah satu orangtua dari pasangan itu akan meninggal dunia. 

Terdapat beberapa pasangan weton yang mempunyai jumlah neptu 25 yaitu sebagai berikut: 

• Minggu Kliwon dan Minggu Pon 

• Minggu Kliwon dan Selasa Pahing 

• Sabtu Kliwon dan Selasa Legi 

• Sabtu Legi dan Rabu Wage 

• Sabtu Wage dan Kamis Wage 

• Jumat Pon dan Senin Kliwon 

• Jumat Kliwon dan Jumat Legi 

• Jumat Pahing dan Minggu Legi 

• Kamis Pon dan Minggu Legi 

• Rabu Kliwon dan Selasa Pon 

• Rabu Pahing dan Minggu Wage 

• Senin Kliwon dan Minggu Kliwon 

Nah demikian tadi ulasan tentang urutan weton jodoh yang dilarang dalam Primbon. Semoga bermanfaat!

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Primbon? Mengenal Kaitannya dengan Weton Jawa dan Ramalan

Apa Itu Primbon? Mengenal Kaitannya dengan Weton Jawa dan Ramalan

News | Selasa, 22 Agustus 2023 | 09:44 WIB

Panduan Cara Puasa Weton untuk Rezeki Lengkap

Panduan Cara Puasa Weton untuk Rezeki Lengkap

News | Senin, 21 Agustus 2023 | 16:54 WIB

Serba-Serbi Weton Jawa: Dari Hari Lahir hingga Jodoh

Serba-Serbi Weton Jawa: Dari Hari Lahir hingga Jodoh

Your Say | Senin, 21 Agustus 2023 | 06:30 WIB

4 Cara Mencari Weton Kelahiran dan Panduan Menghitungnya yang Mudah

4 Cara Mencari Weton Kelahiran dan Panduan Menghitungnya yang Mudah

News | Minggu, 20 Agustus 2023 | 21:30 WIB

Terkini

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01 WIB

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:50 WIB

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:38 WIB

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:35 WIB

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:33 WIB

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:32 WIB

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:04 WIB

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

Buntut Kasus Gus Yaqut, KPK Periksa Dirjen PHU Kemenag Hilman Latief

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:02 WIB

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

Suap Ketua BEM UBK Coreng Wajah Gerakan Mahasiswa, Aktivisme Bayaran Jadi Penyakit Akut

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:55 WIB

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

Dini Hari Mencekam di Duren Sawit: Api Lahap Warung Kelontong, 18 Jiwa Nyaris Terpanggang

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:52 WIB