Hukuman Perawat yang Menyebabkan Bayi Tertukar di RS Sentosa Bogor

M Nurhadi

Senin, 28 Agustus 2023 | 08:44 WIB
Hukuman Perawat yang Menyebabkan Bayi Tertukar di RS Sentosa Bogor
Kasus Bayi Tertukar Ditangani Polres Bogor [Egi/Suarabogor.id]

Suara.com - Penyebab kasus bayi tertukar tersebut diduga karena kelalaian perawat Rumah Sakit (RS) Sentosa Bogor. Lantas, apa potensi hukuman perawat bayi tertukar di Bogor? Berikut ini ulasannya.

Diberitakan sebelumnya bahwa ada kasus di Bogor mengenai dua bayi yang diduga tertukar usai dilahirkan. Pihak kepolisian pun masih menyelidiki kasus bayi tertukar di Bogor yang sudah berlangsung setahun lamanya tersebut.

Di sisi lain, pihak RS Sentosa dimintai untuk klarifikasi dan melakukan proses pemeriksaan terhadap beberapa perawat yang pada saat itu menangani dua bayi tertukar tersebut. Sejak awal adanya laporan bayi tertukar, pihak RS juga telah melakukan beragam upaya, salah satunya memberikan fasilitasi tes DNA.

Polres Bogor juga telah melakukan proses penyelidikan seperti memeriksa saksi-saksi, termasuk perawat dan bidan yang bertugas menangani kedua ibu yang bayinya tertukar tersebut saat melahirkan di RS Sentosa.

Pihak kepolisian Bogor menyampaikan pada Jumat (25/8/2023) bahwa hasil tes DNA dari dua bayi yang diduga tertukar di RS Sentosa setahun lamanya tersebut memang terbukti benar telah tertukar.

Adapun berita bayi tertukar di RS Sentosa mulai terungkap ke publik usai pasangan orangtua yang berasal Ciseeng (Bogor), Siti Mauliah (37) dan Muhamad Tabrani (52) melapor pada 10 Agustus 2023 ke unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Polres Bogor.

Dalam laporannya, Siti Mauliah menyampaikannya bahwa bayi diduga tertukar usai dirinya menjalani operasi Caesar saat melahirkan di RS Sentosa Bogor setahun lalu, tepatnya tanggal 18 Juli 2022.

Akibat kasus bayi tertukar tersebut, publik pun lantas penasaran dan bertanya-tanya, adakah potensi hukuman perawat bayi tertukar di Bogor? Mengenai hal ini, pihak rumah sakit mengaku telah menjatuhkan sanksi terhadap perawat atau suster yang menangani dua bayi yang tertukar tersebut.

Adapun sanksi yang diberikan RS Sentosa terhadap perawat yang menangani dua bayi tertukar tersebut yakni berupa SP-1 dan sanksi lanjutan lainnya sambil menunggu perkembangan penyelidikan kepolisian dari kasus bayi tertukar tersebut. 

baca juga

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lempar Tanggung Jawab ke Perawat soal Kasus Bayi Tertukar, Siapa Pemilik RS Sentosa Bogor?

Lempar Tanggung Jawab ke Perawat soal Kasus Bayi Tertukar, Siapa Pemilik RS Sentosa Bogor?

News | Minggu, 27 Agustus 2023 | 13:09 WIB

Sudah Periksa Perawat dan Bidan, Polisi Bakal Sampaikan Penanganan Kasus Bayi Tertukar di RS Sentosa Bogor

Sudah Periksa Perawat dan Bidan, Polisi Bakal Sampaikan Penanganan Kasus Bayi Tertukar di RS Sentosa Bogor

News | Minggu, 27 Agustus 2023 | 12:41 WIB

Episode Kasus RS Sentosa Bogor, Dua Bayi Telah Temukan Orang Tua Aslinya

Episode Kasus RS Sentosa Bogor, Dua Bayi Telah Temukan Orang Tua Aslinya

Bogor | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 23:43 WIB

Butuh Waktu Sebulan, Bagaimana Proses Pengembalian Bayi Tertukar ke Orang Tua Kandung?

Butuh Waktu Sebulan, Bagaimana Proses Pengembalian Bayi Tertukar ke Orang Tua Kandung?

News | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 16:58 WIB

Profil Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, Terharu Usai Ungkap Hasil DNA Bayi Tertukar

Profil Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, Terharu Usai Ungkap Hasil DNA Bayi Tertukar

News | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 16:41 WIB

Sosok Pemilik RS Sentosa Bogor Tempat 2 Bayi Tertukar, Ternyata Kader Partai NasDem

Sosok Pemilik RS Sentosa Bogor Tempat 2 Bayi Tertukar, Ternyata Kader Partai NasDem

News | Sabtu, 26 Agustus 2023 | 15:45 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×