Kisah Mie Gaga dan Indomie, Berawal Kerjasama Berakhir Sengketa?

Farah Nabilla

Kamis, 31 Agustus 2023 | 19:11 WIB
Kisah Mie Gaga dan Indomie, Berawal Kerjasama Berakhir Sengketa?
Ilustrasi mie instan (Freepik/jcomp)

Suara.com - Kisah keberhasilan Indomie dan Mie Gaga tengah jadi pembicaraan viral di media sosial. 

Beredar kabar klaim bahwa Indomie merupakan hasil dari kudeta antara PT Indofood terhadap perusahaan Djajadi Djaja, pemilik Mie Gaga.

Djajadi Djaja pun memberikan klarifikasinya berupa bantahan terlibat atas perencanaan atau penyebaran informasi tersebut.

Hal ini lantaran Indomie dan Mie Gaga sebenarnya memiliki fakta bahwa keduanya adalah perusahaan yang menjalin kerjasama.

Masyarakat mengenal produk mi instan pada 1968 setelah PT Lima Satu Sankyu memproduksi Supermi. Perusahaan tersebut dikabarkan merupakan perusahaan hasil kerjasama dengan Jepang, Sankyo Shokuhin Kabushiki Kaisha dengan PT Lima Satu milik Eka Widjaja Moeis dan Sjarif Adil Sagala.

Kerjasama keduanya berbentuk teknis dan pengiriman tepung dari luar negeri. Kemudian pada tahun 1970, muncul saingannya yakni Indomie. Indomie merupakan produk dari PT Sanmaru Food yang didirikan oleh Waghyu Tjuandi, Djajadi Djaja, Ulong Senjaya, dan Pandi Kusuma yang turut dinaungi jaringan Grup Djangkar Djati.

Grup tersebut didirikan oleh Djajadi Djaja yang merupakan sosok asal Medan. Pada 1964, ia turut mendistribusikan Indomie melalui PT Wicaksana Overseas.

Kemudian muncul pendatang baru yakni Sarimi pada 19-80an. Sudono Salim memproduksi Sarimi melalui PT Sarimi Asli Jaya. Menurut Richard borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe liong dan Salim Group (2016) produksi mie saat itu merupakan tanggapan atas langkanya beras di Indonesia pada akhir 1970-an.

Saat itu, berat adalah makanan yang tidak dapat digantikan. Pemerintah dan swasta pun berupaya berinovasi. Saat itu juga ada industri tepung di Indonesia yakni PT Bogasari yang didirikan Salim, Djuhar Sutanto, Sudwikatmono, dan Ibrahim Risjad.

baca juga

Pada saat itu, Salim rela memesan 20 lini produksi dari pemasok Jepang yang setiap lininya dapat memproduksi 100 juta bungkus mi instan. Namun pada 1980-an, stok beras kembali membaik dan keinginan Salim menjadikan mi sebagai makanan utama pun gagal total.

Akhirnya ia mendekati Djajadi yang merupakan pemilik Indomie. Salim ingin pihak Djajadi melakukan sesuatu agar tidak kalah saing. Djajadi pun merasa pada posisi yang sulit karena Indomie juga bergantung pada produksi tepung Bogasari.

Akhirnya, terjadi penolakan Djajadi meski ia tahu, menyaingi Salim di Orde Baru tidaklah mudah. pertarungan keduanya pun dimulai dan Salim berani mengeluarkan USD$10 untuk memasarkan mi dengan harga lebih murah dari Indomie.

Indomie pun takluk dan Sarimi berhasil menguasai 40% pasar mi instan. Salim pun percaya diri dan kembali menawarkan proposal kerjasama tetapi Djajadi kali ini harus menyetujui tawaran tersebut. Keduanya pun setuju membentuk perusahaan patungan bernama PT Indofood Interna pada 1984.

Saat itu, Djajadi memiliki 57,7% saham dan Salim 42,5% saham. CEO-nya adalah sosok terdekat Djajadi yakni Hendy Rusli. Singkat cerita, kekuasaan bergeser ke Salim dan Djajadi akhirnya harus pergi.

Salim pun menguasai Indomie dan memasukkannya ke perusahaan PT Indofood Sukses makmur pada 1994. Djajadi tidak melawan dan diam saja karena Salim juga dekat dengan Presiden Soeharto.

Usai Soeharto lengser, Djajadi buka suara dan melawan Salim. Djajadi mengaku terpaksa menjual perusahaan dan 11 mereknya dengan harga yang sangat murah yakni saat 1986 senilai Rp30.000.

"Pak Djajadi menuntut agar transaksi penjualan tersebut dibatalkan karena ia menuduh perjanjian jual belinya diambil dengan paksa. Dia bersikeras bahwa merek tersebut adalah miliknya secara pribadi dan tidak seharusnya dimasukkan sebagai aset Sanmaru. Jadi, meski Sanmaru sudah dijual, dia tetap menjadi pemilik sah merek tersebut, kata Pak Djajadi," tutur kuasa hukum Djajadi kepada jurnalis Wall Street Journal.

Akhirnya Djajadi mengajukan gugatan ke PN Jaksel untuk menuntut ganti rugi Rp620 miliar ke indofood. Anthony Salim, Sudwikatmono, Ibrahim Risjad, dan Djuhar Sutanto menjadi pihak yang dituntut. PN Jaksel menolak tuntutan ini.

Djajadi kemudian melawan ke MA dalam 7 tahun. Akhirnya pada 2005, MA menolak tuntutan Djajadi dan menyatakan tidak ada masalah dalam proses pengalihan bisnis itu. Sejak saat itu, Djajadi resmi menyerah.

Salim pun tetap memproduksi Indomie. Djajadi akhirnya berbisnis di PT Wicaksana Overseas dan berjualan mi melalui PT Jakarana Tama yang menghasilkan Mie Gaga.

Lalu kini muncul klaim Indomie merupakan hasil kudeta PT Indofood terhadap perusahaan Djajadi Djaja. Pemilik Mie Gaga itu pun mengklarifikasinya.

"Djajadi Djaja dan PT Jakarana Tama tidak pernah membuat, menyuruh membuat, menyebarkan, atau menjadi narasumber ataupun dimintai keterangan oleh pihak-pihak yang telah membuat pemberitaan dan konten di media online dan media sosial tersebut," ungkap Djajadi.

Kontributor : Annisa Fianni Sisma

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisahnya Melawan Indomie Tuai Simpati, Siapa Pendiri Mie Gaga?

Kisahnya Melawan Indomie Tuai Simpati, Siapa Pendiri Mie Gaga?

News | Kamis, 31 Agustus 2023 | 18:58 WIB

Ujung-ujungnya Rilis Lagu, Kesedihan Wika Salim Diyakini Cuma Setingan

Ujung-ujungnya Rilis Lagu, Kesedihan Wika Salim Diyakini Cuma Setingan

Entertainment | Kamis, 31 Agustus 2023 | 18:28 WIB

Sosok Djajadi Djaja Pencetus Indomie yang Kisahnya Viral, Kini Jadi Bos Mie Gaga

Sosok Djajadi Djaja Pencetus Indomie yang Kisahnya Viral, Kini Jadi Bos Mie Gaga

Bisnis | Kamis, 31 Agustus 2023 | 16:01 WIB

Anies Baswedan Boyong Nama Cawapres ke Surya Paloh, SBY, dan Salim Segaf, Siapa Saja?

Anies Baswedan Boyong Nama Cawapres ke Surya Paloh, SBY, dan Salim Segaf, Siapa Saja?

Kotak Suara | Rabu, 30 Agustus 2023 | 13:44 WIB

Tak Terima Dihujat Minim Karya, Apa Saja Prestasi Wika Salim?

Tak Terima Dihujat Minim Karya, Apa Saja Prestasi Wika Salim?

Entertainment | Selasa, 29 Agustus 2023 | 19:14 WIB

Wika Salim Ditolong Pasha Ungu setelah Dibikin Nangis Haters, Calon Suami Kemana?

Wika Salim Ditolong Pasha Ungu setelah Dibikin Nangis Haters, Calon Suami Kemana?

Entertainment | Selasa, 29 Agustus 2023 | 17:39 WIB

Dibilang Penyanyi Cuma Modal Tubuh Seksi, Wika Salim Anggap Haters Otak Mesum

Dibilang Penyanyi Cuma Modal Tubuh Seksi, Wika Salim Anggap Haters Otak Mesum

Entertainment | Selasa, 29 Agustus 2023 | 14:53 WIB

Terkini

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Pembebasan Bersyarat Dicabut, Bechi Kembali ke Lapas Malang, 6 Pegawai Diperiksa

Jatim | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:10 WIB

×