Kemensos Hadirkan Solar Home System ke Kepulauan Mapia, Warga Bersuka Cita

Fabiola Febrinastri

Selasa, 19 September 2023 | 18:14 WIB
Kemensos Hadirkan Solar Home System ke Kepulauan Mapia, Warga Bersuka Cita
Warga menikmati penerangan jalan yang dihadirkan Kemensos. (Dok: Kemensos)

Suara.com - Pukul 19.30 WIT menandakan malam telah tiba, namun aktivitas di Kepulauan Mapia, pulau terluar Indonesia, masih berlanjut. Suara anak-anak bermain masih terdengar, saling memanggil nama anak lainnya agar menangkap bola yang dilempar.

Tak lama kemudian, wanita paruh baya datang, menyuruh anaknya agar segera pulang.

Anak-anak dan orang tua mondar-mandir di jalan setapak berukuran 1,5 meter. Di beberapa sisi jalan, tampak lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) berjejer menjadi sumber penerangan. Lampu ini baru dipasang oleh Kementerian Sosial dua minggu lalu.

Ada sembilan unit yang dipasang di Pulau Brasi, pulau yang menjadi pusat pemerintahan di Kepulauan Mapia. Satu unit lagi dipasang di Pulau Pegun.

“Selama ini kan gelap toh. Saya berterima kasih karena sudah ada bantuan dari Kemensos,” kata salah satu warga Kepulauan Mapia, Paulina Aruan (33).

Menurutnya, bantuan penerangan sangat dibutuhkan, dan ia bersuka cita karena saat ini rumahnya tidak lagi gelap di malam hari. Bagaimana tidak, rumahnya sekarang dilengkapi dengan Solar Home System (SHS) dari Kemensos.

“Saya pakai untuk charge hape, kadang malam hari saya pakai untuk penerangan saat masak,” kata Paulina.

SHS adalah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) independen untuk memenuhi kebutuhan energi listrik baik peralatan rumah tangga seperti lampu, TV, radio, dan alat elektronik lainnya. Kemensos menyalurkan 82 unit SHS bagi setiap rumah dan instansi di Kepulauan Mapia.

Sejak setahun lalu, warga Kepualauan Mapia melewati malam tanpa penerangan dan daya listrik yang memadai, sebab Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menjadi sumber penerangan utama, rusak.

baca juga

Listrik tenaga surya menjadi satu-satunya pilihan, mengingat Kepulauan Mapia terletak di Samudera Pasifik. Jarak terdekat dengan daratan dalah Kota Manokwari yang terletak 290 km dari Kepulauan Mapia.

Untuk memenuhi kebutuhan listrik, biasanya mereka datang ke Pos Satgas Pamputer (Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar) untuk sekedar mengisi daya baterai gawai yang telah habis. Ada juga yang menggunakan genset, jika mampu. Bagi yang tidak, mereka kembali menggunakan pelita, lampu obor berbahan bakar minyak tanah.

Penerangan menjadi semakin sulit ketika persediaan minyak tanah habis. Kapal yang membawa bahan bakar dan kebutuhan lainnya hanya berlabuh dua kali dalam sebulan, dan itu pun jika cuaca memungkinkan. Dalam cuaca buruk, kapal bisa tidak berlabuh selama berbulan-bulan. Oleh karena itu, kehadiran SHS dari Kemensos disambut dengan gembira.

Sama seperti Paulina, warga lainnya, Widiana Lestiarini (56) juga merasakan manfaat dari SHS dari Kemensos. Wanita yang akrab disapa Mama Jawa ini kegirangan karena bisa tidur dengan penerangan. Cucunya pun bisa belajar dengan tenang.

“Kalau yang ini bisa charge HP sama untuk penerangan di rumah. Kita beruntung sekali anak-anak bisa kembali belajar tidak kayak kemarin-kemarin,” ujarnya.

Menurutnya, SHS yang diberikan Kemensos cukup mudah dioperasikan.

“Kalau untuk ibu-ibu rumah tangga Lebih mudah, nggak terlalu sulit. Misalkan bapak tidak ada kita bisa sendiri,” katanya.

Mama Widi juga berbagi pengalamannya tentang penggunaan SHS. Dia menjelaskan bahwa dia mengatur panel surya atau modul surya untuk menangkap sinar matahari di siang hari. Ketika senja tiba, dia menghubungkan baterai yang sudah terisi energi ke lampu LED bulp.

Jika cuaca cerah seharian, dia dan keluarganya dapat menikmati penerangan sepanjang malam dan mengisi daya ponsel.

“Kalau saya punya sendiri itu, syukur alhamdulillah, sampai pagi kita bisa masih menikmati lampu dari SHS,” cerita wanita berdarah Jawa yang sudah menetap selama 16 tahun ke Mapia ini.

Selain SHS, Mama Widi juga merasa lebih aman untuk keluar rumah pada malam hari berkat lampu PJUTS dari Kemensos. Sebelumnya, dia harus mengandalkan senter atau cahaya bulan saat keluar pada malam hari. Kurangnya penerangan juga menghambat pekerjaannya dalam mengolah kopra pada malam hari.

“Kalau sekarang ada lampu ini kita keluar malam kita tidak takut. Kita sudah enak jalan sendiri, Kita juga nyaman jalan sendiri tidak takut apa-apa. Terima kasih ibu. Terima kasih banyak kita sudah menikmati lampu,” katanya.

Kepulauan Mapia adalah gugusan pulau yang berbatasan langsung dengan negara Palau dan Filipina. Kepulauan ini terletak di utara Papua dan terdiri dari tiga pulau, yaitu Pulau Brasi, Pulau Pegun, dan Pulau Fanildo.

Hanya dua pulau yang dihuni dengan total 79 kepala keluarga. Sementara itu, Pulau Fanildo dibiarkan tanpa penduduk untuk menjaga keberlanjutan habitat satwa seperti penyu.

Kepulauan ini menghadapi tantangan akses, termasuk masalah penerangan, air bersih, transportasi, dan pasokan pokok. Pada tanggal 12 September 2023, Ekspedisi Kebangsaan Kepulauan Mapia yang melibatkan Kemensos dan TNI AL membawa bantuan berupa air bersih, peralatan rumah tangga, ayam petelur, dukungan kesehatan, pendidikan, dan bantuan lainnya untuk penduduk Kepulauan Mapia yang berada di Distrik Supiori Barat, Kabupaten Supiori, Papua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dirjen Anggaran dan Bappenas Apresiasi Program Permakanan di Kabupaten Bogor

Dirjen Anggaran dan Bappenas Apresiasi Program Permakanan di Kabupaten Bogor

News | Jum'at, 15 September 2023 | 16:58 WIB

Mensos Risma: Potensi Kerugian Negara dalam Penyaluran Bansos lebih dari Rp523 M Dapat Diselamatkan

Mensos Risma: Potensi Kerugian Negara dalam Penyaluran Bansos lebih dari Rp523 M Dapat Diselamatkan

News | Rabu, 06 September 2023 | 13:02 WIB

DPR Setujui Kenaikan Anggaran Kemensos Senilai Rp2,1 Triliun di 2024

DPR Setujui Kenaikan Anggaran Kemensos Senilai Rp2,1 Triliun di 2024

News | Jum'at, 01 September 2023 | 18:09 WIB

Dirjen Rehsos Sebut HLUN Diambil dari Peristiwa Ketokohan Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat

Dirjen Rehsos Sebut HLUN Diambil dari Peristiwa Ketokohan Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat

News | Jum'at, 26 Mei 2023 | 17:00 WIB

Hadiri Puncak HLUN ke-27, Mensos: Hormati dan Rawat Para Lansia

Hadiri Puncak HLUN ke-27, Mensos: Hormati dan Rawat Para Lansia

News | Senin, 29 Mei 2023 | 19:00 WIB

Menko PMK Sebut Dugaan Korupsi Bansos Beras Kemensos Sudah Terendus Inspektorat Sejak Awal, Kok Baru Sekarang Terungkap?

Menko PMK Sebut Dugaan Korupsi Bansos Beras Kemensos Sudah Terendus Inspektorat Sejak Awal, Kok Baru Sekarang Terungkap?

News | Kamis, 25 Mei 2023 | 07:45 WIB

Terkini

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:26 WIB

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:18 WIB

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:12 WIB

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:10 WIB

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:05 WIB

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi

Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:59 WIB

Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik

Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:53 WIB

Kedok Game Keluarga! Disney Timezone di Jakarta Ternyata Sarang Judi Beromzet Rp2,1 Miliar Sebulan

Kedok Game Keluarga! Disney Timezone di Jakarta Ternyata Sarang Judi Beromzet Rp2,1 Miliar Sebulan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:50 WIB

Guntur Romli Sebut Safari Politik Jokowi Demi Gibran di 2029

Guntur Romli Sebut Safari Politik Jokowi Demi Gibran di 2029

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:45 WIB