Mengenal Humanitarian Pause, Permintaan Presiden AS ke Israel Untuk Jeda Serangan Selama 4 jam

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 10 November 2023 | 12:59 WIB
Mengenal Humanitarian Pause, Permintaan Presiden AS ke Israel Untuk Jeda Serangan Selama 4 jam
Seorang pria mengevakuasi korban anak-anak setelah serangan Israel di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza, Palestina, Kamis (2/11/2023). [Mahmud HAMS/AFP]

Suara.com - Israel telah setuju untuk memulai jeda empat jam setiap hari dalam pertempuran di Gaza utara untuk memungkinkan orang-orang melarikan diri dari serangan yang mereka lancarkan. Hal itu diumumkan oleh pemerintah Ameriak Serikat, sekaligus mengklaim itu adalah sebuah langkah yang benar. 

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengatakan humanitarian pause atau jeda kemanusiaan pertama akan diumumkan pada hari Kamis. Ia menambahkan bahwa Israel telah berkomitmen untuk mengumumkan setiap jeda empat jam setidaknya tiga jam sebelumnya.

“Kami telah diberitahu oleh Israel bahwa tidak akan ada operasi militer di wilayah ini selama masa jeda, dan proses ini akan dimulai hari ini,” kata Kirby.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Kirby. (Jim WATSON / AFP)
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Kirby. (Jim WATSON / AFP)

Presiden AS Joe Biden mengatakan kepada wartawan bahwa dia telah meminta Israel untuk “jeda lebih dari tiga hari” selama negosiasi mengenai pembebasan beberapa tawanan yang ditahan oleh kelompok Palestina Hamas, tetapi dia mengesampingkan kemungkinan gencatan senjata secara umum.

Kirby menjelaskan bahwa tidak akan ada gencatan senjata antara Israel dan Hamas, dengan mengatakan hal itu akan membantu kelompok Palestina “melegitimasi apa yang mereka lakukan” pada tanggal 7 Oktober, “dan kami tidak akan mendukung hal itu saat ini”.

Biden telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melakukan jeda harian selama panggilan telepon pada hari Senin.

Biden, ketika ditanya apakah dia merasa frustrasi dengan Netanyahu atas keterlambatan dalam melakukan humanitarian pause, berkata, “Ini memakan waktu lebih lama dari yang saya harapkan.”

Lantas, apa sebenarnya jeda kemanusiaan atau humanitarian pause itu? 

Istilah humanitarian pause sebenarnya tidak mempunyai definisi baku dalam hukum internasional. Begitupun dengan ‘humanitarian ceasefire’, ‘‘humanitarian truce’, atau ‘ceasefire. Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata juga tidak diwajibkan untuk mengambil langkah-langkah tersebut berdasarkan hukum. Demikian seperti dilansir dari Chatham House. 

baca juga

Namun, penerapan jeda kemanusiaan dapat mendorong kepatuhan terhadap kewajiban berdasarkan hukum humaniter internasional. 

Bagaimana cara kerja jeda kemanusiaan (atau gencatan senjata atau gencatan senjata)?

Penghentian seranganuntuk tujuan kemanusiaan harus disetujui oleh pihak-pihak yang bertikai. Mereka perlu menyepakati waktu, lokasi, rute, dan siapa saja yang berhak mendapatkan manfaat dari hal tersebut.

Jeda tersebut tidak mempengaruhi perlindungan dan kewajiban berdasarkan hukum humaniter internasional. Itu adalah cara untuk memberikan efek pada mereka.

Langkah persis yang perlu dilakukan tergantung pada tujuan jeda tersebut.  Misalnya, dalam hal terdapat jeda untuk memungkinkan transit bantuan kemanusiaan. 

Kilatan cahaya terlihat menerangi langit selama serangan militer Israel di Rafah, Jalur Gaza, Palestina, Kamis (2/11/2023). [SAID KHATIB/AFP]
Kilatan cahaya terlihat menerangi langit selama serangan militer Israel di Rafah, Jalur Gaza, Palestina, Kamis (2/11/2023). [SAID KHATIB/AFP]

Selain rute dan waktu, para pihak harus menyetujui organisasi mana yang berhak untuk berpartisipasi; pengaturan apa, yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa hanya barang-barang bantuan yang diberikan; dan kelompok masyarakat mana yang dapat memperoleh manfaat dari bantuan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ustaz Derry Sulaiman Komentari Podcast Deddy Corbuzier dan Buya Arrazy, Sebut Giring Masyarakat Setop Bantu Palestina

Ustaz Derry Sulaiman Komentari Podcast Deddy Corbuzier dan Buya Arrazy, Sebut Giring Masyarakat Setop Bantu Palestina

Entertainment | Kamis, 09 November 2023 | 16:39 WIB

Adu Kekuatan Militer Hamas vs Israel, Bagai Langit dan Bumi

Adu Kekuatan Militer Hamas vs Israel, Bagai Langit dan Bumi

News | Kamis, 09 November 2023 | 15:44 WIB

Bendera Palestina Berkibar di Duel Copenhagen Vs MU, Ini Bunyi Pesannya

Bendera Palestina Berkibar di Duel Copenhagen Vs MU, Ini Bunyi Pesannya

Video | Kamis, 09 November 2023 | 15:00 WIB

Terkini

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

Viral Diskriminasi WNI di Bali, Imigrasi Larang 2 WNA Penyelenggara Event Lari Masuk Indonesia Lagi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:02 WIB

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Harga Kebutuhan Naik, Gaji Tetap: Realitas Daya Beli yang Kian Menurun

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Arsenal Siapkan Strategi Khusus Datangkan Julin Alvarez, Viktor Gyokeres Jadi Opsi Tukar?

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:00 WIB

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:50 WIB

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Ulasan Novel Kado Terbaik: Potret Haru Perjuangan Anak Jalanan

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:30 WIB

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Qualcomm Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Murah, Akhiri Era HP Flagship Mahal?

Tekno | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:24 WIB

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:22 WIB

Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Momen Febrie Adriansyah Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:05 WIB

The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran

The Da Vinci Code: Misteri, Simbol, dan Sejarah yang Memancing Rasa Penasaran

Your Say | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:05 WIB

Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti

Heboh Kasus Pencabulan Anak SD Yatim Piatu di Sumut, Guru ASN Wajib Disanksi Berat jika Terbukti

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:00 WIB

×