Apa Itu Tragedi Nakba? Disebut-sebut Kembali Terulang di Gaza yang Sedang Diserang Israel

Agatha Vidya Nariswari, Elvariza Opita

Jum'at, 10 November 2023 | 09:05 WIB
Apa Itu Tragedi Nakba? Disebut-sebut Kembali Terulang di Gaza yang Sedang Diserang Israel
Seorang menggendong jenazah ibunya yang terbungkus selimut di tengah reruntuhan bangunan yang hancur dalam serangan Israel di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza, Palestina, Kamis (2/11/2023). [MAHMUD HAMS/AFP]

Suara.com - Jurnalis di Palestina, Motaz Azaiza, membagikan detik-detik warga Jalur Gaza meninggalkan kediaman mereka untuk bergerak ke arah Selatan. Terlihat rombongan warga itu mengangkat kedua tangannya karena berjalan di antara banyak tank Israel.

Warga Gaza meninggalkan kota dengan tangan terangkat saat melewati tank-tank militer Israel di tengah Jalur Gaza,” begitulah keterangan yang dituliskan Motaz, dikutip pada Kamis (9/11/2023).

Momen ini membuat warganet tersentil hingga mengungkit tragedi Nakba 1948. Warganet menilai saat ini tengah terjadi peristiwa Nakba 2023.

Namun sebenarnya apa itu tragedi Nakba?


Tragedi Nakba Diperingati Setiap 15 Mei

Mengutip DW, Nakba berarti malapetaka yang diambil dari kata al-Nakba. Peristiwa ini mengacu pada warga Palestina yang kehilangan tanah air selama dan setelah perang Arab-Israel 1948.

Istilah Hari Nakba ini dicetuskan pada tahun 1998 oleh pimpinan Palestina saat itu, Yasser Arafat. Bukan tanpa alasan, sebab saat itu ada total 700 ribu orang Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka.

Alasan Eksodus Warga Palestina

Sampai akhir Perang Dunia I, Palestina berada di bawah kekuasaan Turki sebagai bagian dari Kekaisaran Ottoman. Palestina kemudian jatuh dalam kekuasaan Inggris atau yang dikenal sebagai British Mandate.

baca juga

Selama periode itulah jumlah orang Yahudi yang memasuki wilayah Palestina semakin meningkat. Bagi mereka, Palestina merupakan tanah air leluhur bertajuk Eretz Israel, Tanah Perjanjian untuk orang Yahudi.

Israel serang Gaza Palestina dengan pesawat tempur sebelum sahur. (Antara)
Israel serang Gaza Palestina dengan pesawat tempur sebelum sahur. (Antara)


Peristiwa Holocaust oleh Nazi Jerman membuat lebih banyak kaum Yahudi yang mendatangi wilayah Palestina. Peristiwa ini juga memicu Majelis Umum PBB mengadopsi Rencana Pemisahan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Palestina. Rencana ini ditolak oleh Liga Arab, tetapi Badan Yahudi untuk Palestina menerima sehingga pada tanggal 14 Mei 1948, Negara Israel diproklamasikan.

Sebagai reaksi, koalisi lima negara Lima Arab menyatakan perang meski akhirnya dikalahkan oleh Israel pada tahun 1949. Selama peperangan itulah sekitar 300-400 ribu orang Palestina mengungsi. Padahal sebelum perang, antara 200-300 ribu orang Palestina dipaksa meninggalkan rumah mereka.

Selama peperangan juga terjadi banyak sekali pelanggaran hak asasi manusia, seperti penghancuran lebih dari 400 desa Arab. Lalu terjadi pula pembantaian Deir Yassin (sebuah desa di jalan antara Tel Aviv dan Yerusalem) yang menewaskan setidaknya 100 orang termasuk wanita dan anak-anak. Situasi ini memicu ketakutan warga Palestina sehingga mereka beramai-ramai mengungsi meninggalkan rumah.

Pengungsian warga Palestina ini membuat daerah yang diduduki Israel meluas, bahkan sampai menguasai 40 persen wilayah yang semula dialokasikan untuk Palestina sesuai rencana partisi PBB tahun 1947.

Tujuan Pengungsian

Orang-orang memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza, Palestina, Kamis (2/11/2023). [Mahmud HAMS/AFP]
Orang-orang memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza, Palestina, Kamis (2/11/2023). [Mahmud HAMS/AFP]

Mirisnya, tragedi kemanusiaan ini mengakibatkan banyak orang Palestina berakhir menjadi pengungsi tanpa kewarganegaraan. Tujuannya pun beragam, mulai dari negara-negara Arab tetangga sampai nekat pindah lebih jauh.

Sampai saat ini, hanya sebagian kecil pengungsi Palestina dan keturunannya yang telah mengajukan atau menerima kewarganegaraan lain. Sementara ada sekitar 6,2 juta orang Palestina di Timur Tengah hidup tanpa kewarganegaraan.

Mengutip Badan Pengungsi Palestina PBB, UNRWA, sebagian besar pengungsi ini tinggal di kamp-kamp pengungsi yang seiring waktu berubah menjadi kota pengungsi. Mereka kebanyakan menempati kawasan Jalur Gaza, Tepi Barat (Occupied West Bank), Lebanon, Suriah, Yordania, serta Yerusalem Timur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib 380 Bayi Baru Lahir dan 4.600 Ibu Hamil di Gaza, Mereka Butuh Layanan Medis!

Nasib 380 Bayi Baru Lahir dan 4.600 Ibu Hamil di Gaza, Mereka Butuh Layanan Medis!

News | Jum'at, 10 November 2023 | 08:56 WIB

Nonton Konser Coldplay di Jepang, Prilly Latuconsina Diceramahi Netizen soal Palestina

Nonton Konser Coldplay di Jepang, Prilly Latuconsina Diceramahi Netizen soal Palestina

Your Say | Kamis, 09 November 2023 | 19:44 WIB

Viral Anak Gaza 'Bersyukur' Ayah Meninggal Kena Serangan Bom Israel: Dia Sudah Bahagia di Surga

Viral Anak Gaza 'Bersyukur' Ayah Meninggal Kena Serangan Bom Israel: Dia Sudah Bahagia di Surga

News | Jum'at, 10 November 2023 | 08:57 WIB

Bang Onim Skakmat Buya Arrazy: Ilmunya soal Isu Palestina Baru 1 Persen

Bang Onim Skakmat Buya Arrazy: Ilmunya soal Isu Palestina Baru 1 Persen

Video | Kamis, 09 November 2023 | 19:00 WIB

Israel Tuding Lubang Ini Jadi Pintu Masuk Terowongan Hamas, Ternyata Isinya..

Israel Tuding Lubang Ini Jadi Pintu Masuk Terowongan Hamas, Ternyata Isinya..

News | Kamis, 09 November 2023 | 17:44 WIB

Terkini

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:23 WIB

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:05 WIB

×