Lutfi Sebut Prabowo Pemimpin yang Mengutamakan Persatuan Bangsa

Denada S Putri | Suara.com

Senin, 05 Februari 2024 | 20:23 WIB
Lutfi Sebut Prabowo Pemimpin yang Mengutamakan Persatuan Bangsa
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam debat capres kelima, Jakarta, Minggu (4/2/2024). (Dok: Istimewa)

Suara.com - Muhammad Lutfi kembali berkomentar soal debat calon presiden (Capres) yang berlangsung pada Minggu (04/02/2024) kemarin malam. Kali ini, mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Indonesia itu menyinggung soal siapa yang menjadi pemenang di debat capres.

Ia mengatakan, ada satu kejadian yang menjadi sorotannya. Yakni, saat Prabowo Subianto meminta maaf.

"Siapa pemenang di debat Capres 2024? Sini, saya akan jelaskan. Saya mau highlight satu kejadian ini, Prabowo Subianto dalam sebuah tindakan yang berani meminta maaf atas segala kesalahpahaman selama kampanye di akhir debat," ucapnya, disadur Senin (05/02/2024).

Pria yang lahir pada 16 Agustus 1969 itu menyebut pasangan calon (Paslon) lain justru masih terperangkap dengan dinamika kampanye. Diduga ia menyatakan, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan masih saling serang di akhir debat.

"Sementara itu, paslon lainnya tampak masih terperangkap dalam dinamika kampanye. Bahkan, hingga detik-detik akhir debat, mereka terus-menerus saling menyerang."

"Mencoba mempertahankan citra diri dan menjelek-jelekkan lawan, seolah-olah closing statement menjadi arena pertempuran terakhir buat memenangkan opini publik," katanya.

Permintaan maaf Prabowo dianggap Lutfi merupakan cara yang lebih tinggi. Prabowo disebut menyerukan dengan kuat persatuan bangsa.

Ia menegaskan, permintaan maaf Prabowo memiliki kepentingan untuk bangsa. Yang diharap bisa kembali bersatu usai debat.

"Di sisi lain, Prabowo mengambil alih jalur yang lebih tinggi. (Prabowo) mengakhiri debat dengan seruan kuat untuk menyatukan kembali bangsa, menegaskan bahwa kepentingan bangsa harus diutamakan di atas segala perbedaan politik," ujarnya.

Ia melanjutkan, Prabowo mengatasi masalah nyata yang dihadapi rakyat. Prabowo juga katanya memiliki sifat seorang negarawan karena meminta maaf.

"Fokusnya jelas, mengatasi masalah nyata yang dihadapi rakyat. Bukan menang dalam pertarungan politik dengan permintaan maafnya, Prabowo menunjukkan sifat gentlemen seorang negarawan, memilih jalan persatuan di atas segalanya," tuturnya.

Ia juga menyebut Ptabowo memiliki hati yang besar. Kalimat 'Indonesia Maju' bagi Lutfi bukan sekedar slogan untuk Prabowo. 

"Ini bukan tentang siapa lebih keras suaranya, tapi siapa lebih besar hatinya. Indonesia maju menjadi dari sekedar slogan, ini adalah komitmen Prabowo untuk keadilan, kemakmuran dan keamanan bagi semua. Menegaskan kembali, di mata Prabowo, tidak ada namanya lawan. Hanya saudara dalam perjuangan bersama menuju Indonesia emas," lugasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Cak Imin Komat-kamit Khusyuk Doa saat Anies Bersiap Ikuti Debat Capres

Momen Cak Imin Komat-kamit Khusyuk Doa saat Anies Bersiap Ikuti Debat Capres

Kotak Suara | Senin, 05 Februari 2024 | 20:12 WIB

PDIP Sebut Ganjar dan Anies Punya Kemiripan Saat Debat, Prabowo Beda Sendiri Cuma Defense Saja

PDIP Sebut Ganjar dan Anies Punya Kemiripan Saat Debat, Prabowo Beda Sendiri Cuma Defense Saja

Kotak Suara | Senin, 05 Februari 2024 | 20:10 WIB

Ketika Fedi Nuril Mengoreksi Dahnil Anzar Simanjuntak Soal Prabowo Presiden Untuk Semua

Ketika Fedi Nuril Mengoreksi Dahnil Anzar Simanjuntak Soal Prabowo Presiden Untuk Semua

News | Senin, 05 Februari 2024 | 20:08 WIB

Terkini

Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal

Perang Besar di Depan Mata? AS Gelontorkan Rp3000 T Percepat Pembangunan Perisai Anti Rudal

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 22:01 WIB

Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember

Dentuman di Rakaat ke-16: Fakta-Fakta Ledakan Misterius yang Mengguncang Masjid Raya Pesona Jember

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:57 WIB

Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat

Kremlin Bantah Rusia Bantu Drone Iran Serang Pasukan Amerika Serikat

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:49 WIB

Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo

Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:37 WIB

Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS

Here We Go! Rusia Disebut Bantu Iran Lacak Posisi Strategis Pasukan AS

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 21:29 WIB

DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru

DPR Dorong Anggota TNI Pelaku Teror Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum Pakai KUHAP Baru

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:59 WIB

Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific

Berhasil Bongkar Identitas Pelaku Teror Air Keras Andrie Yunus, Polda Metro: Ini Hasil Scientific

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:54 WIB

Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?

Percepat Pencaplokan Tepi Barat Palestina, Cara Licik Israel Manfaatkan Perang di Teluk?

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:36 WIB

Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo

Menaker Melepas Mudik Gratis Pelaku Usaha Warmindo

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:32 WIB

Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang

Kasus Air Keras Andrie Yunus: Polisi Periksa 15 Saksi, Pelaku Diduga Bisa Lebih dari 4 Orang

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 20:23 WIB