Ngeri! Begini Cerita Mantan Pasien Dokter Gadungan di Cikarang: Dibedah Tanpa Dibius

Galih Prasetyo

Kamis, 21 Maret 2024 | 21:11 WIB
Ngeri! Begini Cerita Mantan Pasien Dokter Gadungan di Cikarang: Dibedah Tanpa Dibius
Ngeri! Begini Cerita Mantan Pasien Dokter Gadungan di Cikarang: Dibedah Tanpa Dibius [Suara.com/Mae Harsa]

Suara.com - Seorang ibu bernama Yuli (33) menceritakan pengalamannya saat menemani putranya berobat di Klinik Pratama Keluarga Sehat, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi. Klinik tersebut merupakan tempat praktek dokter gadungan bernama Ingwy Tito Banyu alias Sunaryanto.

Saat itu, Yuli mengeluhkan keadaan putranya yang sering mengalami bengkak pada bagian telinga. Setelah diperiksa, dr. Banyu sapaan akrab dokter gadungan mengambil tindakan dengan melakukan pembedahan pada bagian telinga korban.

"Pernah, anak saya (diperiksa) ini anak saya dulunya sering bengkak di sininya (telinga), terus berobat di klinik pratama, katanya harus dibelek tanpa dibius," kata Yuli kepada wartawan termasuk Suara.com, Kamis (21/3/2024).

Baca juga: 

Yuli mengaku saat itu sempat berpikir bahwa tindakan dokter gadungan itu di luar prosedur kesehatan. Namun, dirinya tak mampu berbuat banyak sehingga putranya tetap dilakukan tindakan di klinik tersebut.

'Enggak sesuai prosedur seharusnya kalau pembelekan itu kan harus ada pembiusan disuntik gitu ini mah enggak, langsung. Bocahnya kejer nangis,' ujarnya.

Ngeri! Begini Cerita Mantan Pasien Dokter Gadungan di Cikarang: Dibedah Tanpa Dibius [Suara.com/Mae Harsa]
Ngeri! Begini Cerita Mantan Pasien Dokter Gadungan di Cikarang: Dibedah Tanpa Dibius [Suara.com/Mae Harsa]

Peristiwa tersebut menjadi pengalaman pertama dan terakhir bagi Yuli berobat di klinik tersebut. Sebab, selain menjadi korban malpraktek bagi Yuli biaya pengobatan yang ditawarkan juga tergolong mahal.

"enggak (berobat lagi), sekali itu doang. Karena mahal juga, jadi enggak sesuai, enggak gimana ya, pokoknya lebih mahal tarifnya dari pada (klinik) yang lain," tutur Yuli.

Baca juga: 

baca juga

Yuli kemudian bersyukur setelah mengetahui kedok dr. Banyu sebagai dokter gadungan terkuak. Dia berharap, ke depan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Sementara, Ketua IDI Kabupaten Bekasi, Mulyana Syarif Panija Mars, mengingatkan masyarakat untuk lebih hati-hati dalam memilih klinik kesehatan.

“Masyarakat berhak mengetahui legalitas klinik dan dokter itu,” ujar Mulyana dikutip Kamis (21/3/2024).

Dia mengungkap, tak sulit untuk mengetahui klinik atau dokter yang asli maupun palsu. Caranya bisa dilihat dari surat izin operasional klinik serta surat izin praktek dari para tenaga kesehatannya.

Klinik yang legalitasnya baik, akan menampilkan surat izin operasional dan izin praktek dari para tenaga kerja yang bertugas di tempat itu.

“Sekarang, klinik yang benar itu Dinas Kesehatan dan BPJS mewajibkan surat izin operasional, dan dokter praktek dan nakes yang sudah ada izin prakteknya izin prakteknya itu dipajang di tembok-tembok klinik yang bisa dilihat oleh pasien,” jelasnya.

“Kalau memang klinik itu tidak ada legalitasnya itu diragukan, karena kalau klinik yang berizin pasti dia pajang. Sehingga pasien ini adalah klinik yang benar,” imbuhnya.

Sebelumnya, Polres Metro Bekasi mengamankan dr. Ingwy Tito Banyu alias SM (39) yang merupakan merupakan dokter gadungan dengan membuka klinik di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi mengatakan pelaku berhasil diamankan di tempat prakteknya yakni Klinik Pratama Keluarga Sehat pada Jumat (15/3/2024) malam.

“Pelaku diamankan di tempat prakteknya di Klinik Pratama Keluarga Sehat, lokasinya di Perum Taman Cikarang Indah Blok F 20 No 6 Ciantra, Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi,” kata Twedi kepada wartawan termasuk SuaraBekaci.id, Selasa (19/3/2024).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku telah menjalani praktek sejak tahun 2019. Kepada polisi, pelaku mengaku memiliki latar belakang di bidang kesehatan.

“Jadi berdasarkan keterangan dari tersangka dia pernah sekolah di salah satu sekolah kesehatan di Pati (Jawa Tengah),” ucap Twedi.

Alasan pelaku nekat menjadi seorang dokter gadungan tak lain adalah karena faktor ekonomi dan keinginan untuk menjadi orang terpandang.

“Pelaku ingin mendapatkan uang secara cepat, memperkaya diri, serta ingin dihargai orang,” ujar Twedi.

Kontributor : Mae Harsa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sepasang Pria Wanita Ketahuan Nyolong Sampo Dan Sosis Di Minimarket Bekasi, Begini Tampangnya

Sepasang Pria Wanita Ketahuan Nyolong Sampo Dan Sosis Di Minimarket Bekasi, Begini Tampangnya

News | Kamis, 21 Maret 2024 | 15:08 WIB

Kompak! Ketua dan Anggota PPK Bekasi Timur Berkelit Saat Sidang Kasus Penggelembungan Suara

Kompak! Ketua dan Anggota PPK Bekasi Timur Berkelit Saat Sidang Kasus Penggelembungan Suara

News | Rabu, 20 Maret 2024 | 16:27 WIB

Kacau! 5 Tahun Praktik, Dokter Gadungan Di Cikarang Bikin Resep Modal Searching Internet

Kacau! 5 Tahun Praktik, Dokter Gadungan Di Cikarang Bikin Resep Modal Searching Internet

News | Rabu, 20 Maret 2024 | 07:20 WIB

5 Tahun Berpraktik, Dokter Gadungan di Cikarang Ini Buat Resep Obat Bermodal Internet!

5 Tahun Berpraktik, Dokter Gadungan di Cikarang Ini Buat Resep Obat Bermodal Internet!

News | Selasa, 19 Maret 2024 | 14:08 WIB

Proyek Rumah Tapak LPCK Mulai Diserahterimakan

Proyek Rumah Tapak LPCK Mulai Diserahterimakan

Bisnis | Selasa, 19 Maret 2024 | 14:08 WIB

Terkini

Pentingnya Jaga Mental Krisis Iklim Anak Muda dari Sustainability Burnout

Pentingnya Jaga Mental Krisis Iklim Anak Muda dari Sustainability Burnout

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 10:45 WIB

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

Dugaan Keracunan MBG, Akademisi: Jangan Berhenti pada Permintaan Maaf

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:39 WIB

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

5 Sepatu 910 Nineten untuk Trail Running Terpopuler, Lengkap Harga dan Spek

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:36 WIB

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Kenapa Pengering Mesin Cuci Tak Berputar dan Cuma Berdengung? Begini Solusinya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 10:35 WIB

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Erick Thohir Konfirmasi Gianni Infantino Hingga Presiden Prabowo Hadiri Final FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 10:30 WIB

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Pantauan Terkini Lapas Cibinong Jelang Kedatangan DPR RI Pascatemuan Fasilitas Mewah

Bogor | Rabu, 30 September 2026 | 10:29 WIB

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

KPK Geledah 3 Rumah di Madiun Terkait Pengembangan Kasus TPPU

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:23 WIB

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Chandra Asri Group Gelar CHASE Volleyball Tournament 2026, Hadirkan Puluhan Tim dan UMKM Lokal

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 10:18 WIB

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

Kabel Semrawut di Kuningan Barat Bikin Warga Resah, Dinas Bina Marga Janji Beres Oktober

News | Rabu, 30 September 2026 | 10:16 WIB

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Bocah 8 Tahun Tendang Anggota PKI Solo, Heri Isranto Kenang Suasana Mencekam 1965

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 10:15 WIB

×