Ia juga menjabat Wakil Sekjen PERHATI periode kepengurusan 2019-2022. Selain, menjadi anggota Komite Dakwah Khusus MUI periode 2019-2024. Di periode yang sama, dia juga menjabat sebagai anggota Badan Arbitrase Syariah Nasional (Perwakilan Banten).
Pria yang memiliki kemampuan berbahasa Arab, Persia, dan Inggris ini juga tercatat sebagai anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional MUI Provinsi Banten untuk periode 2019-2021.
Kiprah
Sukron Makmun pernah bekerja sebagai dosen di STIKOM Prosia, Jakarta, pada periode tahun 2014-2015. Ia juga sempat menjadi Koordinator proyek Biro Hukum dan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama RI pada periode tahun 2014-2016.
Selain itu, sebelumnya ia menjadi Staf Fungsi Protokol dan Konsuler Kedutaan Besar Republik Indonesia di Baku, Republik Azerbaijan pada periode tahun 2012-2014.
Pada forum nasional dan internasional, Sukron Makmun pernah menjadi delegasi Indonesia dalam program ASEAN Young Leaders di Nanning, Republik Rakyat Tiongkok, yang diselenggarakan pada 16 Oktober-13 November 2014.
Ia juga sempat mengikuti dan menjadi pemakalah pada acara International Conference on Religious Issues in Indonesia and Malaysia (ICRIIM), 2-3 Agustus 2019 silam.

Pada 28 Agustus-1 September 2019, Sukron Makmun mengikuti dan mempresentasikan makalah yang berjudul “Imam Zarkasyi and Said Nursi’s Fundamental Concepts of Islamic Education (Cultural and Philosophical Approach)” pada acara 10th International Graduate Conference on Risale-I Nur Studies, atas undangan dari Istanbul Foundation for Science and Culture, Istanbul, Turki. Sejak tahun 2015, ia juga sering diundang untuk menjadi pembicara di berbagai seminar nasional yang diselenggarakan oleh universitas-universitas Islam maupun forum di luar kampus.
Karya
Sukron Makmun diketahui sejak lama aktif menulis dan menjadi kontributor atau narasumber di berbagai majalah, koran, dan media online, baik yang berskala lokal maupun nasional.
Selain menulis di media, Sukron juga telah menerbitkan sejumlah buku karyanya, diantaranya adalah:
Moderatisme Islam dalam Konteks Indonesia Kekinian (Februari 2020).
Percakapan Sehari-hari Azerbaijan-Inggris-Indonesia (Daily Conversation Azerbaijan-English-Indonesia—sebagai penyunting sekaligus kontributor, 2013).
Law Compilations of Indonesia-Azerbaijan on Immigration (penyunting sekaligus kontributor, 2013).
Law Compilations of Indonesia-Azerbaijan on Labor (penyunting sekaligus kontributor, 2013), dan A Compilation of Family Code of Indonesia-Azerbaijan (Editor and Contributor, 2013).
Buku lainnya, Percakapan Sehari-hari Indonesia-Azerbaijan [Daily Conversation Indonesia-Azerbaijan]–(penyunting sekaligus kontributor, 2012).
Women’s Political Rights in Islamic Jurisprudence, Rights of Iran and Indonesia (Tesis, 2011).
Orang Kaya yang Mengikuti Iblis; Untaian Bahasa Hati (2011).
OBSESI (Obrolan Sekitar Islam) di Sudut Tehran (2009).
SAKKARA; Antologi puisi (2004).
Melukis Sahara; Antologi puisi (Kontributor, 2004).
Diskursus Kontekstualisasi Pemikiran Islam (Penyunting, 2003)
Sosiologi Pemikiran Islam (Kontributor, 2003).
Mengejar Cahaya; Antologi puisi (Kontributor, 2001).
Tak Pernah Mengutus
Mengenai keikutsertaan Sukron Makmun yang bertemu Presiden Israel, belakangan dibenarkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Banten ketika dikonfirmasi.
Hal itu diungkapkan Sekretaris PWNU Banten, Amas Tajudin kemarin.
"Saya berkeyakinan itu adalah foto Pak Sukron Makmun, tapi saya tidak tahu posisi dia berada di mana dan dalam acara apa. Kemudian, dia ke sana mewakili siapa, itu saya tidak paham," ungkapnya.
Menurut dia, PWNU Banten secara tegas tak pernah mengutus maupun memberangkatkan Sukron Makmun menghadiri pertemuan tersebut. Selain itu, saat ini Sukron telah berhenti dari kepengurusan PWNU Banten.
"Dan yang bersangkutan juga sudah di-caretaker atau sudah berhenti dari kepengurusan PWNU Banten. Yakni, sejak bulan Juni 2024, yang bersangkutan sudah berhenti jadi pengurus PWNU Banten," ujar Amas.