Sejarah Muhammadiyah, Awalnya Bangun Sekolah hingga Ditawari Mengelola Tambang

Rifan Aditya

Jum'at, 26 Juli 2024 | 16:37 WIB
Sejarah Muhammadiyah, Awalnya Bangun Sekolah hingga Ditawari Mengelola Tambang
logo Muhammadiyah - Berapa Dana Muhammadiyah di BSI? (X/muhammadiyah)

Suara.com - Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah kembali menjadi sorotan pasca mencuat wacana izin pengelolaan tambang diberikan kepada sejumlah ormas. Sejarah Muhammadiyah dari awal berdiri hingga sekarang menjadi menarik untuk diketahui.

Pasalnya, dalam rekam jejak organisasi Islam, belum pernah ada yang mengelola pertambangan. Pun demikian dengan Muhammadiyah, yang lebih fokus membangun dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia.

Awal Berdiri

Muhammadiyah didirikan oleh Muhammad Darwis atau dikenal dengan KH Ahmad Dahlan. Organisasi Islam ini dbentuk di Kampung Kauman Yogyakarta, pada 8 Dzulhijjah 1330 H/18 November 1912.

Sebenarnya, Ahmad Dahlan awalnya bukanlah pemuka agama yang terkenal. Sebelum membentuk Muhammadiyah, Ahmad Dahlan adalah seorang pedagang, khatib sekaligus pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta.

Saat itu, Ahmad Dahlan merasa kondisi masyarakat terlalu condong dengan kegiatan bersifat mistik dan jauh dari ajaran Islam. Ia kemudian berinisiatif membuat kegiatan keagamaan dan pengkajian agama Islam di rumahnya di Kampung Kauman.

Perlahan, aktifitasnya mulai diketahui banyak orang baik di luar kampung hingga menyebar ke berbagai penjuru Pulau Jawa. Ajaran dan pemahaman Ahmad Dahlan semakin menyebar setelah ia pulang dari Tanah Suci untuk haji.

Pada tahun 1903, Ahmad Dahlan berguru dengan ulama-ulama Indonesia yang bermukim di Mekkah. Sekembalinya dari Arab Saudi, Kyai Dahlan justru membawa ide dan gerakan pembaruan dalam Islam, yang jauh dari kata konservatif.

Alhasil, Kyai Ahmad Dahlan diberikan kesempatan untuk menjadi pengajar di Kweekscholl Jetis. Meskipun agama kala itu hanya sebagai pelajaran ekstrakulikuler saja.

baca juga

Salah satu muridnya menyarankan agar ajaran Kyai Ahmad Dahlan ini disahkan menjadi organisasi agar tetap berlanjut meskipun kelak beliau meninggal.

1 Desember 1911, didirikanlah sekolah Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah sebagai cikal bakal organisasi Muhammadiyah. Setahun kemudian baru terbentuklah organisasi Muhammadiyah.

”Statuten Muhammadiyah” (Anggaran Dasar Muhammadiyah) yang pertama diajukan pada 20 Desember 1912. Lalu, Gubernur Jenderal Belanda baru mengesahkan Muhammadiyah pada 22 Agustus 1914.

Peran di Pendidikan dan Kesehatan

Sejak zaman kolonial, kemerdekaan hingga era reformasi Muhammadiyah tetap bertahan. Peran Muhammadiyah untuk Indonesia selalu konsisten di dunia pendidikan.

Ormas Islam tertua ini pun kini telah memiliki 3.334 lembaga pendidikan di seluruh wilayah Indonesia. Mengutip dari situs resminya, Muhammadiyah telah membangun:

  • SD 1.904
  • SMP 1.128
  • SMA 558
  • SMK 554
  • Universitas 83
  • Institut 28
  • Sekolah Tinggi 54
  • Politeknik 6
  • Akademi 1

Menurut data Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tahun 2023, organisasi ini tercatat memiliki peningkatan dalam sektor pendidikan.

  • Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA): 172 ( 83 Universitas, 53 Sekolah Tinggi, dan 36 bentuk lainnya)
  • Sekolah/Madrasah: 5345
  • Pesantren Muhammadiyah (PesantrenMu): 440

Menariknya, Muhammadiyah juga berhasil membangun lembaga pendidikan di luar negeri. Seperti Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Muhammadiyah Australia Collage (MAC), TK ABA di Kairo, dan sekolah darurat untuk pengungsi Palestina di Lebanon.

Tidak hanya di dunia pendidikan, Muhammadiyah juga berperan penting soal kesehatan. Banyak sekali kita temukan rumah sakit dengan nama PKU Muhammadiyah yang tersebar di berbagai daerah.

Setidaknya ada 122 rumah sakit (ditambah dengan 20 RS dalam proses pembangunan) dan 231 klinik yang dimiliki Muhammadiyah.

Tawaran Izin Usaha Pertambangan

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Muti. (Suara.com/Muhammad Yasir)
Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Muti. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Sejauh ini, Muhammadiyah belum pernah berurusan ataupun mengelola usaha pertambangan. Baru-baru ini saja, pemerintah menawarkan izin usaha pertambangan (IUP) melalui Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadilla.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pun tidak mau gagabah mengambil keputusan atas tawaran tersebut. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengakui ada tawaran IUP dari pemerintah.

Penawaran ini pun telah dibahas dalam rapat Pleno 13 Juli lalu. Abdul menegaskan, jika sikap resmi Muhammadiyah terkait kelola izin tambang baru akan disampaikan pada akhir Juli 2024.

"Keputusan resmi pengelolaan tambang oleh PP. Muhammadiyah akan disampaikan secara resmi setelah Konsolidasi Nasional yang Insyaallah dilaksanakan 27-28 Juli di Universitas Aisyiyah Jogjakarta," ujar Abdul Mu'ti.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla memastikan bahwa jikapun ormasnya menerima izin kelola tambang ini bakal dikerjakan secara profesional.

"Jika Muhammadiyah menerima izin usaha pertambangan ini percayalah bahwa pengelolaan tambang itu semata-mata untuk kesejahteraan sosial masyarakat, bukan untuk pribadi atau kelompok organisasi sendiri," kata Dzulfikar dalam keterangannya diterima Suara.com, Jumat (26/7/2024). 

"Integritas Muhammadiyah itu bisa ditelusuri dari jejak sejarah. Organisasi kami ini hadir untuk masyarakat, tak pernah ada jejak meraup keuntungan pribadi maupun kelompok," imbuhnya.

Apabila akhirnya Muhammadiyah menerima IUP, teknis dan manajerial akan dikelola oleh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Ia pun menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki ahli yang bisa mengelola pertambangan.

"Muhammadiyah punya para ahli yang dipercaya bisa mengelola pertambangan. Bukan kader sembarangan," ucap Dzulfikar.

Seperti itulah perjalanan sejarah Muhammadiyah dimana awalnya mendirikan sekolah dan berfokus membangun pendidikan dan kesehatan. Kini mulai mendapatkan tawaran mengelola tambang dari pemerintah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dapat 'Jatah' Urus Tambang, Pemuda Muhammadiyah: Organisasi Kami Tak Pernah Ada Jejak Raup Keuntungan Pribadi

Dapat 'Jatah' Urus Tambang, Pemuda Muhammadiyah: Organisasi Kami Tak Pernah Ada Jejak Raup Keuntungan Pribadi

News | Jum'at, 26 Juli 2024 | 13:15 WIB

Pemuda Muhammadiyah Akui Ormas Terima Izin Tambang Bisa Picu Pro-Kontra, Tapi...

Pemuda Muhammadiyah Akui Ormas Terima Izin Tambang Bisa Picu Pro-Kontra, Tapi...

News | Jum'at, 26 Juli 2024 | 13:05 WIB

Angelina Sondakh dan Geni Faruk Akur bak Bestie, Ternyata Level Pendidikannya Setara

Angelina Sondakh dan Geni Faruk Akur bak Bestie, Ternyata Level Pendidikannya Setara

Lifestyle | Jum'at, 26 Juli 2024 | 12:53 WIB

Outfit Sekolah Rayyanza Curi Perhatian, Pakai Tas hingga Kaus Kaki dari Brand Mahal Ini

Outfit Sekolah Rayyanza Curi Perhatian, Pakai Tas hingga Kaus Kaki dari Brand Mahal Ini

Lifestyle | Kamis, 25 Juli 2024 | 20:50 WIB

Menanti Sikap Muhammadiyah Ikut Kelola Tambang Atau Tidak, Akhir Bulan Diputuskan

Menanti Sikap Muhammadiyah Ikut Kelola Tambang Atau Tidak, Akhir Bulan Diputuskan

News | Jum'at, 26 Juli 2024 | 06:10 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×