Gempa Megathrust Tinggal Menunggu Waktu, BMKG Beri Peringatan Serius: Daerah Mana yang Terancam?

M. Reza Sulaiman

Kamis, 15 Agustus 2024 | 18:09 WIB
Gempa Megathrust Tinggal Menunggu Waktu, BMKG Beri Peringatan Serius: Daerah Mana yang Terancam?
Ilustrasi Gempa Megathrust di Indonesia (Freepik)

Sulawesi Utara memiliki potensi terdampak gempa besar karena letak Megathrust yang berada di lepas pantai utara Sulawesi, yang dapat menimbulkan tsunami.

Wilayah berpotensi di Sulawesi Utara meliputi:

  • Bitung
  • Manado
  • Bolaang Mongondow

5. Maluku

Maluku juga termasuk dalam wilayah yang berpotensi terkena dampak gempa besar dan tsunami yang dipicu oleh Megathrust di Laut Banda.

Wilayah di Maluku yang berisiko antara lain:

  • Ambon
  • Ternate
  • Kepulauan Banda

Meski demikian, penting untuk tetap tenang dan tidak panik, agar dapat bertindak cepat dalam menghadapi situasi darurat.

Penjelasan BMKG Soal Gempa Megathrust di Indonesia

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa ada kekhawatiran terkait Seismic Gap Megathrust Selat Sunda M 8.7 dan Megathrust Mentawai-Suberut M 8.9, yang mana zona-zona ini telah lama tidak mengalami gempa besar.

Ilustrasi Gempa Megathrust (unsplash)
Ilustrasi Gempa Megathrust (unsplash)

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 mencatat bahwa segmen Megathrust Mentawai-Suberut dan Megathrust Selat Sunda terakhir kali mengalami gempa besar lebih dari ratusan tahun lalu. Megathrust Selat Sunda tercatat pernah 'pecah' pada 1699 dan 1780 dengan M 8.5. Sementara Megathrust Mentawai-Siberut tercatat mengalami gempa M 8.7 pada 1797 dan M 8.9 pada 1833.

baca juga

Meskipun ada kekhawatiran, Daryono menyarankan masyarakat untuk tidak terlalu khawatir karena BMKG telah menyiapkan sistem pemantauan, pemrosesan, dan penyebaran informasi gempa serta peringatan dini tsunami yang semakin cepat dan akurat.

BMKG juga memiliki sistem InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) yang siap digunakan untuk menyebarluaskan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami ke seluruh Indonesia.

Selain itu, BMKG juga telah melakukan berbagai upaya mitigasi, seperti edukasi, pelatihan mitigasi, drill, hingga evakuasi berbasis pemodelan tsunami. Upaya ini telah disosialisasikan kepada instansi terkait, masyarakat, pelaku usaha pariwisata pantai, serta industri pantai dan infrastruktur kritis seperti pelabuhan dan bandara pantai.

Karakteristik Gempa Megathrust

Gempa bumi megathrust berasal dari zona megathrust, yaitu bagian dangkal dari suatu jalur pada zona subduksi yang memiliki sudut landai. Megathrust adalah daerah pertemuan antar lempeng tektonik yang berpotensi memicu gempa besar dan tsunami.

Menurut para ahli, zona megathrust adalah jalur subduksi lempeng bumi yang sangat panjang namun relatif dangkal. Gempa megathrust terjadi ketika lempeng bumi menumpuk, dengan lempeng di bawahnya mendorong lempeng di atasnya.

Zona megathrust merupakan sumber gempa yang terjadi akibat tabrakan antara lempeng tektonik di kedalaman yang relatif dangkal. Ketika gempa terjadi, lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra akan terdorong ke atas, sehingga memicu gempa besar yang dapat diikuti oleh tsunami.

Gempa megathrust umumnya memiliki magnitudo maksimum berkisar antara 9,3 hingga 10,3. Gempa megathrust paling besar yang pernah tercatat adalah gempa Valdivia pada tahun 1960, dengan magnitudo antara 9,4 hingga 9,6.

Mitigasi Gempa Megathrust

Gempa megathrust yang kuat dapat menyebabkan tsunami. Oleh karena itu, pemahaman mitigasi untuk gempa bumi dan tsunami sangat penting.

Prabencana:

  1. Rencanakan cara menyelamatkan diri.
  2. Lakukan latihan rutin seperti merunduk, melindungi kepala, dan bersembunyi di bawah meja.
  3. Sediakan alat pemadam kebakaran, peralatan keselamatan standar, dan obat-obatan.
  4. Bangun konstruksi rumah tahan gempa.
  5. Perhatikan daerah rawan gempa dan ikuti aturan penggunaan lahan dari pemerintah.

Saat Bencana:

  1. Berlindung di bawah meja, kemudian keluar dari rumah jika sudah aman.
  2. Perhatikan potensi bahaya seperti pecahan kaca, genteng, atau material lain saat keluar rumah.
  3. Hindari penggunaan lift, gunakan tangga darurat untuk evakuasi.

Pascabencana:

  1. Waspadai gempa susulan.
  2. Periksa adanya potensi kebakaran.
  3. Berdiri di tempat terbuka.
  4. Hindari daerah rawan longsor.
  5. Jika di dalam mobil, hindari berhenti di bawah jembatan atau rambu lalu lintas.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penting! Ini Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa Megathrust dan Tsunami

Penting! Ini Cara Menyelamatkan Diri dari Gempa Megathrust dan Tsunami

Lifestyle | Kamis, 15 Agustus 2024 | 16:37 WIB

Gempa Megathrust Mengintai! Isi Tas Siaga Bencana Ini Bisa Selamatkan Nyawamu

Gempa Megathrust Mengintai! Isi Tas Siaga Bencana Ini Bisa Selamatkan Nyawamu

Lifestyle | Kamis, 15 Agustus 2024 | 16:33 WIB

Waspada! Ini Daftar Wilayah di Indonesia yang Rawan Terkena Gempa Megathrust

Waspada! Ini Daftar Wilayah di Indonesia yang Rawan Terkena Gempa Megathrust

Lifestyle | Kamis, 15 Agustus 2024 | 16:22 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×