Upaya Pemprov DKI Tingkatkan Layanan Kesehatan untuk Penyandang Disabilitas

Fabiola Febrinastri, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 30 Agustus 2024 | 17:46 WIB
Upaya Pemprov DKI Tingkatkan Layanan Kesehatan untuk Penyandang Disabilitas
Layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas. (Dok: Pemprov DKI)

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas. Upaya ini meliputi penyediaan berbagai fasilitas dan program khusus untuk memastikan aksesibilitas yang lebih baik bagi kelompok tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati menyatakan, pihaknya telah mengimplementasikan berbagai langkah untuk memfasilitasi pelayanan kesehatan yang inklusif. Hal ini dilakukan agar para penyandang disabilitas tak merasakan perlakuan diskriminatif di fasilitas kesehatan.

"Kami fokus pada penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang non-diskriminatif dengan memperhatikan kebutuhan khusus penyandang disabilitas. Ini mencakup aksesibilitas fisik, aksesibilitas non-fisik, dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan," ujar Ani kepada Suara.com, Jumat (30/8/2024).

Dalam rangka memudahkan akses layanan kesehatan, Dinkes DKI telah menetapkan prioritas layanan di 44 Puskesmas dan 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) atau Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) di Jakarta. "Kami menyediakan loket prioritas khusus untuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya," ucap Ani.

Ia mengemukakan, standar rumah sakit yang ideal untuk penyandang disabilitas mengacu Instruksi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 14 Tahun 2019. Fasilitasnya mencakup aksesibilitas fisik, seperti jalur pejalan kaki, jalur pemandu, serta fasilitas non-fisik seperti pelayanan informasi dan layanan khusus.

Selain itu, pihaknya juga aktif dalam memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan. "Tahun 2023, kami telah menyelenggarakan Workshop Rancangan Aksi Daerah (RAD) dengan 104 peserta terlatih. Untuk 2024, kami menargetkan pelatihan untuk 30 pemberi layanan di setiap angkatan," kata Ani.

Selain itu, kerja sama dengan Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD) juga menjadu bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan kesehatan mereka. Dinkes DKI menampung berbagai aspirasi Perangkat Daerah, supaya menjadi bahan evaluasi peningkatan pelayanan ke depan. "Kami melibatkan Perangkat Daerah dalam pertemuan kebijakan teknis untuk membahas pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas," tutur Ani.

Dinkes DKI juga menyediakan layanan kesehatan di rumah bagi penyandang disabilitas yang kesulitan datang ke fasilitas kesehatan. Layanan ini difasilitasi oleh puskesmas, sesuai wilayah domisili dan dilakukan oleh tim khusus.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta memiliki berbagai target, termasuk 100 persen pemeriksaan kesehatan untuk diagnosis disabilitas. Lalu, 85 persen puskesmas diharapkan mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi sesuai pedoman. "Kami berupaya mencapai target-target ini untuk memastikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi penyandang disabilitas," tegasnya.

baca juga

Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Elva Farhi Qolbina menilai, pemberian kemudahan untuk disabilitas dalam mengakses layanan kesehatan sangatlah penting. Tak boleh ada program yang menimbulkan kesan diskriminasi untuk semua kelompok.

"Pelaksanaan layanan kesehatan seperti loket khusus, jalur sendiri dan lainnya untuk penyandang disabilitas merupakan program penting, karena pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda)," papar Elva.

Tak hanya itu, ia menandaskan pula, perhatian Pemprov DKI kepada kelompok disabilitas juga dibuktikan lewat Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ). "Kita apresiasi untuk jajaran Dinkes DKI yang konsisten memberikan layanan optimal bagi kelompok disabilitas. Harapannya ini terus dilaksanakan untuk menciptakan Jakarta yang inklusif bagi siapa pun," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Ekonomi Inklusif, Bangun Bangsa luncurkan Empower Academy

Dukung Ekonomi Inklusif, Bangun Bangsa luncurkan Empower Academy

News | Kamis, 29 Agustus 2024 | 07:10 WIB

3 Alasan Mengapa Penyandang Disabilitas Sulit Bekerja, Apa Solusi yang Bisa Dilakukan?

3 Alasan Mengapa Penyandang Disabilitas Sulit Bekerja, Apa Solusi yang Bisa Dilakukan?

Lifestyle | Selasa, 27 Agustus 2024 | 13:58 WIB

Momen 3 Penyandang Disabilitas Kibarkan Bendera Merah Putih Saat HUT RI

Momen 3 Penyandang Disabilitas Kibarkan Bendera Merah Putih Saat HUT RI

News | Minggu, 18 Agustus 2024 | 12:32 WIB

Dilecehkan dan Dimarahi Pelanggan Restoran, Pelayan Difabel di Malaysia Kenakan Tanda OKU

Dilecehkan dan Dimarahi Pelanggan Restoran, Pelayan Difabel di Malaysia Kenakan Tanda OKU

News | Rabu, 14 Agustus 2024 | 11:23 WIB

PNM Dampingi Nasabah Disabilitas Tumbuh Berkelanjutan

PNM Dampingi Nasabah Disabilitas Tumbuh Berkelanjutan

Bisnis | Selasa, 13 Agustus 2024 | 22:12 WIB

Borong Jualan Pedagang Disabilitas, Sikap Nikita Mirzani Ramai Diacungi Jempol

Borong Jualan Pedagang Disabilitas, Sikap Nikita Mirzani Ramai Diacungi Jempol

Lifestyle | Selasa, 13 Agustus 2024 | 18:00 WIB

Terkini

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:31 WIB

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 07:47 WIB

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 06:00 WIB

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

×