Lama di IMF, Sri Mulyani Alami Geger Budaya Lihat Kultur tak Tahu Malu Pejabat Tanah Air

Wakos Reza Gautama

Minggu, 08 September 2024 | 09:40 WIB
Lama di IMF, Sri Mulyani Alami Geger Budaya Lihat Kultur tak Tahu Malu Pejabat Tanah Air
Ilustrasi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani alami geger budaya ketika menjadi Menteri Keuangan pertama kali.

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pernah mengalami shock culture atau geger budaya birokrasi ketika pertama kali menjadi pejabat negara. 

Jabatan publik yang diemban wanita kelahiran 26 Agustus 1962 ini pertama kali adalah Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) pada tahun 2005.

Sebelumnya, Sri Mulyani bekerja sebagai Executive Director di International Monetary Fund (IMF). Di lembaga keuangan internasional itu, Sri Mulyani pertama kali mengenal para birokrat dari negara-negara maju.

Hari pertama bekerja di IMF, Sri Mulyani mengaku langsung diminta menandatangani pakta integritas etika seorang Executive Director IMF, apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Salah satunya adalah tentang konsep konflik kepentingan. 

"Di situ juga disebutkan konsep konflik kepentingan. Bagaimana suatu institusi yang memprodusir suatu policy publik untuk level internasional mengharuskan setiap elemen orang yang terlibat dalam proses kebijakan itu, harus menanggalkan konflik kepentingannya," ujar Sri Mulyani saat memberikan kuliah umum Kebijakan Publik dan Etika Publik di tahun 2010 silam.

Jika ragu tentang apa yang dimaksud konflik kepentingan itu, menurut wanita yang pernah menjadi dosen Ekonomi Universitas Indonesia (UI), boleh bertanya ke atasan di IMF.

"Sehingga bekerja di institusi seperti itu menurut saya mudah dan kalau anda tergelincir ya kebangetan aja anda," tuturnya.

Hal berbeda dialami Sri Mulyani ketika kembali ke Indonesia menjadi Menteri Keuangan. Doktrin konsep konflik kepentingan yang ia yakini ketika di IMF tidak berlaku sama sekali di tanah air.

Menurutnya, dalam rapat-rapat membuat sebuah kebijakan justru pihak yang punya kepentingan ikut duduk merumuskan kebijakan tersebut dan tidak merasa risih.  

baca juga

"Saya sering menghadiri suatu rapat membuat suatu kebijakan di mana kebijakan itu akan berimplikasi pada anggaran, entah belanja, entah insentif dan pihak yang ikut duduk di dalam kebijakan itu adalah pihak yang akan mendapatkan keuntungan itu dan tidak ada rasa risih," ujar Sri Mulyani.

Semua rapat-rapat itu menurut Sri Mulyani, hanya formalitas saja untuk menunjukkan ke publik bahwa pemerintahan berjalan efektif. Sementara mengenai 'kue- dibagi ke siapa, adalah perkara sekunder.  

Ia mencontohkan ada pejabat yang berlatar belakang pengusaha mengaku telah meninggalkan semua bisnisnya. Namun semua orang tahu keluarganya masih berada di perusahaan tersebut.

Pejabat itu lalu kata Sri Mulyani ikut dapat membuat keputusan yang menguntungkan perusahaannya. Hal ini menurut Sri Mulyani membuatnya terbengong-bengong.

"Ada keputusan ini, tiba-tiba besok lagi keputusan itu yang mengimpor adalah perusahaan dia," ujar Sri Mulyani seraya mengatakan masih banyak contoh lain yang ia catat di buku pribadinya.

Hal semacam ini menurut Sri Mulyani, adalah penyakit yang terjadi di zaman Orde Baru hanya saja perumusan kebijakannya dibuat tertutup.

"Tapi sekarang dengan kecanggihan karena kemampuan dari kekuasaan dia bisa mengkooptasi decision making process juga. Kelihatannya demokrasi, kelihatannya melalui proses check and balance tapi di dalam dirinya unsur mengenai konflik kepentingan dan tanpa etika begitu kental. Etika merupakan barang jarang disebut," tegas Sri Mulyani.

Ia kembali menceritakan pengalamannya ketika memimpin rapat di Kementerian Keuangan. Rapat ini berhubungan dengan beberapa perusahaan. 

Dalam rapat itu diundang sejumlah pihak seperti pihak komisaris perusahaan tersebut. Sebagai Menkeu baru, Sri Mulyani saat itu memulai tradisi baru. Ia ingin rapat tersebut steril dari pihak yang punya konflik kepentingan. 

"Saya mengatakan dengan tenang, bagi yang punya afiliasi dengan apa yang sedang kita diskusikan silakan keluar dari ruangan. Memang itu adalah tradisi yang coba kita lakukan di Kementerian Keuangan. Kebetulan mereka adalah teman-teman saya," ujar Sri Mulyani.

Namun teman-temannya itu lanjut Sri Mulyani, dengan pintar mengatakan, "Mba Ani jangan sadis-sadis amatlah kaya gitu. Kalaupun kita suruh keluar diem-diem aja ga usah caranya kaya gitu."

"Saya ingin menceritakan cerita seperti ini bagaimana ternyata konsep mengenai etika dan konflik kepentingan itu sangat langka di Republik ini. Dan kalau kita berusaha untuk menjalankan dan menegakkan kita dianggap menjadi barang yang aneh," ujar Sri Mulyani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menggetarkan! Pidato Lawas Sri Mulyani Ungkap Alasan Mundur dari Menkeu Era SBY, Singgung Kartel Politik

Menggetarkan! Pidato Lawas Sri Mulyani Ungkap Alasan Mundur dari Menkeu Era SBY, Singgung Kartel Politik

News | Sabtu, 07 September 2024 | 20:45 WIB

Sri Mulyani Ungkap Kendala Ambisius RI Soal Transisi Energi

Sri Mulyani Ungkap Kendala Ambisius RI Soal Transisi Energi

Bisnis | Jum'at, 06 September 2024 | 19:06 WIB

Sri Mulyani Usul Anggaran Pendidikan 20 Persen Dikaji Ulang, DPR Menolak: Jangan Diutak-atik

Sri Mulyani Usul Anggaran Pendidikan 20 Persen Dikaji Ulang, DPR Menolak: Jangan Diutak-atik

News | Jum'at, 06 September 2024 | 13:05 WIB

Sri Mulyani Tiba-tiba Soroti Tantangan Ekonomi Domestik dan Global

Sri Mulyani Tiba-tiba Soroti Tantangan Ekonomi Domestik dan Global

Bisnis | Jum'at, 06 September 2024 | 12:49 WIB

Momen Rocky Gerung Sukses Bikin Ngakak Sri Mulyani Usai Mundur dari Kabinet SBY

Momen Rocky Gerung Sukses Bikin Ngakak Sri Mulyani Usai Mundur dari Kabinet SBY

News | Jum'at, 06 September 2024 | 10:35 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×