Sebut Sedimen dan Pasir Laut Beda, Jokowi Dikritik Tak Paham Bahaya Penambangan Pasir Laut

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 01 Oktober 2024 | 13:27 WIB
Sebut Sedimen dan Pasir Laut Beda, Jokowi Dikritik Tak Paham Bahaya Penambangan Pasir Laut
Presiden Joko Widodo atau Jokowi. (istimewa)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikritik tidak paham dengan dampak lingkungan akibat penambangan pasir laut. Hal tersebut, yang dikatakan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), membuat Jokowi tak segan membuka kembali izin ekspor pasir laut.

Dalam pernyataannya Jokowi mengatakan kalau yang diekspor hanya sedimen laut bukan dalam bentuk pasir.
Terkait itu, Manajer Kampanye Pesisir Laut dan Pulau Kecil dari Walhi, Parid Ridwanuddin, menegaskan bahwa sedimen laut dan pasir sebenarnya sama.

"Kalau kita dengar penjelasan Jokowi, penjelasannya sederhana, 'ini bukan pasir laut ini sedimentasi'. Itu penjelasan macam apa? Ketika dia menjelaskan bahwa yang ditambang itu adalah sedimentasi bukan pasir laut, artinya dia enggak paham itu barang yang sama," kata Parid, dikutip dari tayangan video kanal YouTube Bambang Widjojanto, Selasa (1/10/2024).

Parid menjelaskan bahwa negara akan alami kerugian besar bila lakukan penambangan pasir laut karena kerusakan alam. Hasil studi Walhi ditemukan bahwa negara perlu keluarkan dana hingga lima kali lebih banyak untuk memulihkan lingkungan yang rusak.

Namun, Parid mengkritik bahwa pemerintah tidak paham akan hal tersebut.

"Jadi kalau negara dibayar, misalnya Rp 18,6 juta per hektare oleh pengusaha, maka dia butuh lima kali lipat untuk memulihkan kerusakan akibat pertambangan pasir laut. Ini yang enggak pernah dipahami oleh pemerintah," ujarnya.

Kerugian juga langsung dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar pesisir pantai. Walhi lakukan riset di satu wilayah pesisir di Lombok Timur. Terdapat penambangan pasir diselat yang memisahkan antara pulau Lombok dengan pulau Sumbawa.

Parid mengungkapkan, pemerintah pernah memberikan izin tambang pasir di selat tersebut pada tahun 2015/2016 senagai suplay pasir untuk reklamasi Teluk Benoa di Bali. Wilayah Lomok Timur tersebut menjadi mata pencaharian warga setempat yang bekerja sebagai nelayan.

Meski reklamasi Beno sudah distop akibat terjadi protes, namun penambangan di Lombok Timur yang sudah terjadi telah terlanjur rusak.

baca juga

"Kerusakannya itu sampai sekarang terus terjadi. Jadi fishing ground-nya nelayan sudah hancur di bawahnya," ungkapnya.

Akibatnya, para nelayan di Lombok Timur harus melaut sampai ke perairan Sumba melewati perairan lepas. Kemudian nelayan-nelayan itu biasa mendarat di Pulau Salura yang nerada tepat di bawah pulau Sumba.

"Mereka itu melaut sampai ke perairan Sumba terus mendarat di Pulau Salura. Jadi pulau kecil itu penting bagi mereka untuk singgah dari aktivitas melaut yang panjang," tuturnya.

Para nelayan perlu melaut lebih jauh karena laut di depan rumahnya sudah hancur akibat pengerukan pasir yang digunakan untuk proyek reklamasi. Kerusakan yang telah terjadi hampir selama 10 tahun itu juga tidak pernah dipulihkan kembali oleh pemerintah.

"Sampai sekarang mereka masih terus melaut ke Sumba dan itu resikonya adalah kalau mereka masuk ke perairan lepas, itu nyawa karena gelombangnya tinggi. Apalagi sekarang kita tahu ya dampak dari krisis iklim," kata Parid.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adu Pesona Annisa Pohan Vs Iriana Jokowi saat Foto Bareng: Istri AHY Disebut The Next Ibu Negara

Adu Pesona Annisa Pohan Vs Iriana Jokowi saat Foto Bareng: Istri AHY Disebut The Next Ibu Negara

Lifestyle | Selasa, 01 Oktober 2024 | 12:48 WIB

Kelakar Kaesang Kasih Hadiah Jet Pribadi, Buktikan Jurang Ketimpangan Kaya dan Miskin yang Makin Lebar di Era Jokowi

Kelakar Kaesang Kasih Hadiah Jet Pribadi, Buktikan Jurang Ketimpangan Kaya dan Miskin yang Makin Lebar di Era Jokowi

Bisnis | Selasa, 01 Oktober 2024 | 12:01 WIB

Dihadiri Jokowi hingga Prabowo, 5.614 Personel Gabungan Amankan Pelantikan Anggota Dewan di Kompleks Parlemen Senayan

Dihadiri Jokowi hingga Prabowo, 5.614 Personel Gabungan Amankan Pelantikan Anggota Dewan di Kompleks Parlemen Senayan

News | Selasa, 01 Oktober 2024 | 10:48 WIB

Disambut Anggota Dewan Termuda, Jokowi hingga Prabowo Hadiri Acara Pelantikan Anggota DPR RI Periode 2024-2029

Disambut Anggota Dewan Termuda, Jokowi hingga Prabowo Hadiri Acara Pelantikan Anggota DPR RI Periode 2024-2029

News | Selasa, 01 Oktober 2024 | 10:38 WIB

Momen Puan Berbincang Hangat Dengan Prabowo Dan Jokowi, Diselingi Tawa Hingga Acungan Jempol

Momen Puan Berbincang Hangat Dengan Prabowo Dan Jokowi, Diselingi Tawa Hingga Acungan Jempol

News | Selasa, 01 Oktober 2024 | 09:16 WIB

Terkini

Danantara Housing Expo 2026, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Bagi Masyarakat

Danantara Housing Expo 2026, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Bagi Masyarakat

Malang | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:46 WIB

Purbaya Turun Tangan Bantu Korban Tumpahan Minyak Montara NTT 2009, Tak Cuma Janji Ganti Rugi

Purbaya Turun Tangan Bantu Korban Tumpahan Minyak Montara NTT 2009, Tak Cuma Janji Ganti Rugi

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Lima Hektare Lahan Terdampak Karhutla di Labuhanbatu

Lima Hektare Lahan Terdampak Karhutla di Labuhanbatu

Sumut | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Merdeka Finansial, Bebas Memilih: Refleksi Perempuan Pekerja di HUT ke-81 RI

Merdeka Finansial, Bebas Memilih: Refleksi Perempuan Pekerja di HUT ke-81 RI

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Disiplin Tanpa Nalar: Ketika Sekolah Lebih Sibuk Mengatur daripada Mendidik

Disiplin Tanpa Nalar: Ketika Sekolah Lebih Sibuk Mengatur daripada Mendidik

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:45 WIB

3 HP Samsung RAM 8 GB Murah Harga Mulai Rp2 Juta, Ini Pilihannya

3 HP Samsung RAM 8 GB Murah Harga Mulai Rp2 Juta, Ini Pilihannya

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:45 WIB

Cetak 9 Juta Talenta Digital: ITSEC Asia Luncurkan Academy Cybersecurity dan AI Berbasis Cyber Range

Cetak 9 Juta Talenta Digital: ITSEC Asia Luncurkan Academy Cybersecurity dan AI Berbasis Cyber Range

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:43 WIB

Klaim Menteri LH Jumhur Hidayat Sukses Tekan Angka Kebakaran Hutan, Janji Buka Data

Klaim Menteri LH Jumhur Hidayat Sukses Tekan Angka Kebakaran Hutan, Janji Buka Data

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Danantara Housing Expo 2026: BRI Tawarkan KPR Dengan Bunga Mulai 2,75%

Danantara Housing Expo 2026: BRI Tawarkan KPR Dengan Bunga Mulai 2,75%

Riau | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Starting XI Belanda Kelahiran Indonesia Era Kolonial: Lengkap dengan Data Lahir dan Jejak Timnas

Starting XI Belanda Kelahiran Indonesia Era Kolonial: Lengkap dengan Data Lahir dan Jejak Timnas

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:41 WIB

×