Warga Negara Amerika Serikat Tewas dalam Serangan Udara Israel di Jalur Gaza

Andi Ahmad S

Rabu, 16 Oktober 2024 | 16:28 WIB
Warga Negara Amerika Serikat Tewas dalam Serangan Udara Israel di Jalur Gaza
Warga Palestina memeriksa kehancuran setelah serangan tentara Israel di sekitar tenda-tenda pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, di Jalur Gaza, Palestina, Senin (14/10/2024). [Eyad BABA / AFP]

Suara.com - Warga negara Amerika Serikat tewas dalam seranga udara berulang di Jalur Gaza, Palestina oleh Israel. Hal itu mendapatkan desakan dari Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR).

Mereka mendesak pemerintahan Joe Biden untuk meminta Israel menghentikan serangan di kamp pengungsi Jabalia setelah keluarga dari seorang warga negara Amerika tewas.

Seorang pria Palestina-Amerika dari Negara Bagian Virginia, yang identitasnya tidak diungkapkan, memberi tahu kelompok pembela hak-hak sipil Muslim di Amerika Serikat ini bahwa rumah keluarganya dibom pada Senin (14/10) dalam serangan Israel di Gaza.

Menurut pernyataan CAIR, rumah di kamp tersebut dilaporkan dihuni oleh 15 orang pada saat itu, termasuk tujuh anak-anak. Di antara mereka terdapat ibu kandung dari pria tersebut, yang merupakan penduduk tetap AS.

Setelah serangan awal, sang ibu dan beberapa anggota keluarga terluka dan masih hidup, tetapi terjebak di bawah reruntuhan. Keluarga tersebut dilaporkan menghubungi otoritas Israel dengan memberikan lokasi dan koordinat GPS rumah tersebut untuk memfasilitasi akses ambulans, kata CAIR.

Namun, meskipun informasi tersebut telah diberikan, militer Israel diduga membom rumah itu untuk kedua kalinya.

Ambulan yang tiba untuk membantu para korban selamat juga dilaporkan menjadi sasaran serangan. Akibatnya, seorang dokter yang merespons panggilan darurat dan beberapa anak tewas.

Hanya seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun yang selamat dari serangan itu, kata CAIR.

CAIR mengatakan telah menghubungi Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS untuk membagikan detail serangan tersebut seraya menekankan bahwa ibu dari seorang warga Amerika termasuk di antara para korban tewas.

baca juga

Namun, mereka belum menerima tanggapan.

Anadolu juga menghubungi Departemen Luar Negeri untuk konfirmasi, tetapi belum menerima tanggapan segera.

Sementara itu, sumber lokal di Gaza melaporkan pada Selasa (15/10) bahwa pasukan Israel menargetkan beberapa wilayah termasuk Khan Younis, kamp pengungsi Nuseirat, dan kamp Jabalia di Gaza.

Israel telah menewaskan lebih dari 42.000 warga Palestina di Gaza. Serangan demi serangan pasukan Zionis sejak 7 Oktober 2023 itu juga memaksa hampir 2,3 juta warga Gaza mengungsi.

Israel Tolak Gencatan Senjata!

Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas menolak gencatan senjata sepihak dengan Hizbullah di Lebanon. Hal itu diungkapkan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Pernyataan itu disampaikan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron oleh Netanyahu lewat panggilan telepon.

Netanyahu mengatakan bahwa dia menentang gencatan senjata sepihak atau upaya penyelesaian lain yang "tidak akan mengubah situasi keamanan di Lebanon."

Kementerian Luar Negeri Prancis pada 9 Oktober mengumumkan bahwa Macron akan menggelar konferensi internasional tentang konflik di Lebanon pada 24 Oktober di Paris.

Konferensi itu akan mempertemukan negara-negara mitra Lebanon, PBB, Uni Eropa, organisasi-organisasi internasional dan regional, serta masyarakat sipil untuk menghimpun dukungan dan bantuan bagi Lebanon.

Menurut laporan surat kabar Prancis Le Parisien pada Selasa, Macron mengatakan dalam rapat kabinet bahwa "Netanyahu tidak boleh lupa bahwa Israel didirikan (pada 1948) oleh keputusan PBB, sehingga dia tidak bisa mengabaikan resolusi-resolusi PBB."

Pernyataan Macron itu muncul di tengah ketegangan di Lebanon selatan, di mana pasukan Israel telah menyerang pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Pada 6 Oktober, Macron menyerukan agar pengiriman senjata yang digunakan Israel di Gaza, dihentikan. Dia mengatakan bahwa Prancis "tidak terlibat" dalam pengiriman senjata seperti itu.

Netanyahu, yang mengecam pernyataan Macron itu, mengatakan, "Israel akan menang dengan atau tanpa Anda."

Namun, beberapa jam setelah komentar Macron itu muncul, kantornya menegaskan bahwa Prancis akan terus menyediakan Israel dengan peralatan yang diperlukan "untuk membela diri."

Setelah pembicaraan via telepon antara Macron dan Netanyahu pada 10 Oktober, Istana Elysee Prancis menyatakan bahwa Macron menegaskan kembali "komitmen Prancis yang kuat terhadap keamanan Israel".

Mereka juga menyatakan bahwa sumber daya militer Prancis telah disiapkan untuk membela Israel dalam serangan Iran baru-baru ini. [Antara].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Tolak Gencatan Senjata!

Israel Tolak Gencatan Senjata!

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 16:20 WIB

AS Ancaman Akan Hentikan Bantuan Militer untuk Israel Jika Tak Melakukan Hal Ini

AS Ancaman Akan Hentikan Bantuan Militer untuk Israel Jika Tak Melakukan Hal Ini

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 13:30 WIB

Tanggapi Pernyataan Emmanuel Macron, Netanyahu 'Kami Ada Lewat Perang Kemerdekaan'

Tanggapi Pernyataan Emmanuel Macron, Netanyahu 'Kami Ada Lewat Perang Kemerdekaan'

News | Rabu, 16 Oktober 2024 | 12:33 WIB

Terkini

Semarak Kemerdekaan, Intip Promo Spesial BRI

Semarak Kemerdekaan, Intip Promo Spesial BRI

Sulsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:42 WIB

Duka Bintang Persib: Rumah Orang Tua Saddil Ramdani Ludes Terbakar di Muna Barat

Duka Bintang Persib: Rumah Orang Tua Saddil Ramdani Ludes Terbakar di Muna Barat

Jabar | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:38 WIB

Rayakan HUT ke-81 RI, BRI Tebar Promo Spesial

Rayakan HUT ke-81 RI, BRI Tebar Promo Spesial

Malang | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:37 WIB

Bukan Sekadar Warisan: Cara Anak Muda Ini Bikin Sektor Pertanian Terlihat Keren di Mata Gen Z

Bukan Sekadar Warisan: Cara Anak Muda Ini Bikin Sektor Pertanian Terlihat Keren di Mata Gen Z

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Khofifah Gratiskan Naik Trans Jatim pada 17 Agustus 2026

Kado HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Gubernur Khofifah Gratiskan Naik Trans Jatim pada 17 Agustus 2026

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:30 WIB

31 Gempa Susulan Guncang NTT, Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan

31 Gempa Susulan Guncang NTT, Masih Ada Warga Terjebak di Reruntuhan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Harta Kekayaan Ketua MA Sunarto yang Gajinya Disebut Prabowo Lebih Besar dari Ketua MA Singapura

Harta Kekayaan Ketua MA Sunarto yang Gajinya Disebut Prabowo Lebih Besar dari Ketua MA Singapura

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:21 WIB

Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?

Gaji Istri Lebih Besar, Apakah Adil Kendali Finansial Tetap di Suami?

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:15 WIB

4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan

4 Sepatu Under Armour Terbaik untuk Lari hingga Ngegym, Mulai Rp500 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:08 WIB

Memahami Sesar Naik Flores, Busur Raksasa di Balik Gempa 7,7 Hari Ini

Memahami Sesar Naik Flores, Busur Raksasa di Balik Gempa 7,7 Hari Ini

Opini | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 18:08 WIB

×