Revolusi Mental Jokowi Gagal? Integritas Guru dan Murid Jalan di Tempat Selama 10 Tahun

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 22 Oktober 2024 | 17:30 WIB
Revolusi Mental Jokowi Gagal? Integritas Guru dan Murid Jalan di Tempat Selama 10 Tahun
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonensia (JPPI) Ubaid Matraji (kiri) menyebut revolusi mental Jokowi selama 10 tahun tidak menumbuhkan integritas guru dan murid.

Suara.com - Revolusi mental Joko Widodo (Jokowi) selama 10 tahun menjadi Presiden Republik Indonesia dinilai tidak ada hasilnya terhadap kualitas pendidikan Indonesia.

Dikutip dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, revolusi mental berarti warga Indonesia harus kembali mengenal dan menjalankan karakter orisinil bangsa Indonesia yang santun, berbudi pekerti dan bergotong royong.

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonensia (JPPI) Ubaid Matraji menyebut revolusi mental Jokowi selama 10 tahun tidak menumbuhkan integritas guru dan murid. 

"Meskipun Presiden (Jokowi) sangat fokus dengan revolusi mental, meningkatkan karakter penyumbang sumber daya manusia, tapi nyatanya Survei Penilaian Integritas dari tahun 2022 kemudian 2023 kemarin itu kita masih jalan di tempat di level 2 dengan skor 73," kata Ubaid saat konferensi pers di Kantor ICW, Jakarta, Selasa (22/10/2024).

Ubaid menjelaskan, level 2 artinya berada pada posisi dua terendah dari 5 level yang ditentukan. Angka tersebut menunjukan karakter integritas serta karakter peserta didik dan guru masih rendah.

"Mestinya kita sudah berada di level 4 atau 5 selama 10 tahun ini. Tapi ternyata sejak pertama kali revolusi mental itu diberlakukan, lalu ada pengaruh keutamaan pendidikan karakter di sekolah, ternyata tidak berubah ini. Jadi kita masih berada di level kedua, yaitu korektif, masih bermasalah," ujarnya.

Integritas yang rendah itu kemudian berdampak jadi salah satu penyebab masih tingginya kasus korupsi pada sektor pendidikan. Data ICW juga tercatat bahwa sektor pendidikan masih menempati lima besar kasus korupsi yang terjadi.

Bukan hanya korupsi dana besar dari pemerintah, bahkan praktik korupsi juga telah terjadi dari lingkup paling kecil yang dilakukan oleh guru di sekolah. Ubaid mencontohkan, korupsi itu terjadi pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).

"Waktu proses PPDB itu 25 persen orang-orang mengaku bahwa masuk sekolah ada imbalan yang harus diberikan oleh calon peserta didik kepada sekolah. Kemudian ada beberapa sekolah dan juga beberapa kampus yang terlibat dalam kasus pengli," ungkapnya.

baca juga

Selama PPDB itu praktik pungutan liar masih terjadi di lebih dari 44,86 persen sekolah dan 57,14 persen perguruan tinggi. Menurut Ubaid, kondisi itu menunjukan kalau ekosistem sekolah di Indonesia masih toksik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Pergantian Foto Presiden dari Jokowi ke Prabowo di Lingkungan Sekolah

Momen Pergantian Foto Presiden dari Jokowi ke Prabowo di Lingkungan Sekolah

Foto | Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:21 WIB

Sidang Putusan Gugatan Rp5,246 Triliun Ditunda Lagi, Hakim Malah Minta Kubu Rizieq Bersurat ke Jokowi di Solo, Kenapa?

Sidang Putusan Gugatan Rp5,246 Triliun Ditunda Lagi, Hakim Malah Minta Kubu Rizieq Bersurat ke Jokowi di Solo, Kenapa?

News | Selasa, 22 Oktober 2024 | 16:05 WIB

Beda Peliharaan Prabowo vs Jokowi di Istana, Ada Kucing hingga Kambing!

Beda Peliharaan Prabowo vs Jokowi di Istana, Ada Kucing hingga Kambing!

Lifestyle | Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:50 WIB

Beda Kelas Pindad Garuda Limousine dan Esemka Garuda, Publik: Tidak Perlu Omon-Omon...

Beda Kelas Pindad Garuda Limousine dan Esemka Garuda, Publik: Tidak Perlu Omon-Omon...

Otomotif | Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:45 WIB

Terkini

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai

Kepala SPPG Dinonaktifkan Imbas Puluhan Siswa Keracunan MBG di Dumai

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Komdigi Pantau Pemulihan 200 BTS di Flores yang Diguncang Gempa 7,7

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:27 WIB

Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT

Instruksi Pimpinan DPR ke Legislator: Koordinasikan Bantuan dan Evakuasi Korban Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda

Kapan Waktu Terbaik Pakai Juva Wrinkle Warrior ZAP? Simak Panduannya Biar Wajah Kencang Awet Muda

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang

Desa Les Buleleng Bali Menanam Masa Depan Lewat Konservasi Terumbu Karang

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar

Cocok Ditonton Keluarga 9-10 Oktober, Drama Musikal Sirena Angkat Kisah Putri Duyung Terdampar

Entertainment | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Presiden Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa

Gus Rozin: NU Perlu Lebih Banyak Mendengar Suara dari Jamaah di Luar Jawa

Jawa Tengah | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Waspada, 159 Desa dan Kelurahan Berpotensi Rawan Karhutla di Riau

Riau | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:09 WIB

×