Kisah Bocah 9 Tahun Alami Lumpuh Permanen Usai Ditembak Tentara Israel di Leher

Bella

Senin, 02 Desember 2024 | 14:46 WIB
Kisah Bocah 9 Tahun Alami Lumpuh Permanen Usai Ditembak Tentara Israel di Leher
Ilustrasi Kursi Roda (Pexels/SHVETS production)

Suara.com - Di sebuah klinik di Tepi Barat, seorang ayah menunjukkan kepada sky news luka mengerikan yang menimpa anaknya, Kareem Sharaab, seorang bocah berusia sembilan tahun. Peluru yang ditembakkan oleh tentara Israel telah memasuki lehernya dan keluar melalui tulang punggungnya, membuatnya lumpuh permanen dari pinggang ke bawah.

Kareem sedang dalam perjalanan membeli bahan makanan ketika insiden tragis itu terjadi di kampung halamannya.

"Tidak ada yang terjadi saat itu, tidak ada bentrokan, tidak ada apa-apa. Anaknya hanya bermain di jalan," kenang sang kakek, Hani, yang segera berlari untuk menyelamatkan cucunya setelah mendengar teriakan bahwa Kareem terluka.

Meski nyawanya berhasil diselamatkan, Kareem harus hidup dengan kelumpuhan yang akan mengubah hidupnya dan keluarganya selamanya. Sang ayah, Shadi, mengungkapkan kesedihannya melihat anak-anaknya yang kini takut akan suara tembakan dan ketakutan saat melihat tentara di pos pemeriksaan.

Seorang anak laki-laki Palestina duduk ketika orang-orang memeriksa kehancuran menyusul serangan tentara Israel di sekitar tenda-tenda pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, di Jalur Gaza, Palestina, Senin (14/10/2024). [Eyad BABA / AFP]
Seorang anak laki-laki Palestina duduk ketika orang-orang memeriksa kehancuran menyusul serangan tentara Israel di sekitar tenda-tenda pengungsi di dalam tembok Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, di Jalur Gaza, Palestina, Senin (14/10/2024). [Eyad BABA / AFP]

"Begini, sebelum insiden itu, anak-anak saya menjalani kehidupan yang normal," kata Shadi.

"Sekarang, mereka terkejut mendengar suara-suara dan ketakutan saat melihat tentara di pos pemeriksaan. Mereka tidak bisa menghilangkan pikiran bahwa tentara akan selalu menembaki Anda." lanjutnya.

Kisah tragis Kareem hanyalah salah satu dari banyak kisah kelam yang dialami keluarga-keluarga di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang menyaksikan anak-anak mereka menjadi korban tembakan militer Israel. Sejak 7 Oktober tahun lalu, jumlah anak-anak Palestina yang tewas dalam serangan Israel telah meningkat dua kali lipat.

Menurut laporan dari DCI Palestina dan Save the Children, hingga akhir November, 170 anak di bawah usia 18 tahun telah kehilangan nyawa mereka, dengan sebagian besar korban berusia 15 tahun atau lebih muda.

Dalam beberapa kasus, Israel mengklaim bahwa anak-anak yang tewas sedang mengancam pasukan dengan senjata atau bom molotov. Namun, banyak saksi mata yang membantah klaim tersebut, menyebut bahwa anak-anak yang ditembak tidak terlibat dalam aktivitas kekerasan.

baca juga

Pihak Tentara Pertahanan Israel (IDF) beralasan bahwa pasukan mereka sering terlibat dalam "kerusuhan kekerasan" di mana anak-anak ikut serta dalam kegiatan yang dianggap mengancam. Namun, meski ada aturan ketat yang membatasi penggunaan kekuatan mematikan, banyak pasukan yang tidak pernah dihukum meskipun melanggar prosedur tersebut.

Puluhan bocah Palestina berdemo di Jalur Gaza meminta dunia internasional campur tangan menghentikan blokade Israel, Minggu (4/2/2018). [AFP/Mahmud Hams]
Puluhan bocah Palestina berdemo di Jalur Gaza meminta dunia internasional campur tangan menghentikan blokade Israel, Minggu (4/2/2018). [AFP/Mahmud Hams]

Dalam wawancara dengan keluarga yang sedang berduka di Jenin, kami mendengar kisah pilu dari Reem, ibu dari Rayan Al Sayed, seorang bocah 14 tahun yang tewas pada 14 Oktober lalu setelah ditembak tentara Israel. Reem mengungkapkan betapa ia merindukan anaknya setiap saat dan sering merasakan kehadirannya meskipun Rayan sudah tiada.

Anak-anak Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur hidup dalam ketakutan, dengan banyak dari mereka menjadi korban tembakan yang tak bisa dijelaskan secara jelas. Organisasi Save the Children dan DCI Palestina mengecam penggunaan kekuatan yang berlebihan dan tidak proporsional terhadap anak-anak, yang melanggar hukum internasional.

Di tengah kekerasan ini, banyak yang meminta agar penyelidikan independen dilakukan dan mereka yang bertanggung jawab dihukum, sementara dunia menyaksikan keluarga-keluarga yang hancur oleh tindakan militer yang menargetkan anak-anak tak bersalah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Paling Untung dari Perang? Produsen Senjata Cetak Rekor Penjualan!

Siapa Paling Untung dari Perang? Produsen Senjata Cetak Rekor Penjualan!

News | Senin, 02 Desember 2024 | 13:50 WIB

Komandan Israel Tewas di Gaza, Korban Militer Terus Berjatuhan

Komandan Israel Tewas di Gaza, Korban Militer Terus Berjatuhan

News | Senin, 02 Desember 2024 | 13:05 WIB

"Maniak Genosida": Putra Penulis Palestina Kecam Biden yang Terlihat Membawa Buku Ayahnya

"Maniak Genosida": Putra Penulis Palestina Kecam Biden yang Terlihat Membawa Buku Ayahnya

News | Senin, 02 Desember 2024 | 12:15 WIB

Dua Tewas, Sepuluh Terluka Akibat Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Lebanon

Dua Tewas, Sepuluh Terluka Akibat Pelanggaran Gencatan Senjata Israel di Lebanon

News | Senin, 02 Desember 2024 | 11:46 WIB

Paus Fransiskus Dukung Gencatan Senjata Lebanon, Berharap Jadi Inspirasi Perdamaian Dunia

Paus Fransiskus Dukung Gencatan Senjata Lebanon, Berharap Jadi Inspirasi Perdamaian Dunia

News | Senin, 02 Desember 2024 | 11:29 WIB

Rudal Hipersonik Yaman Serang Target Utama Tel Aviv, Wujud Dukungan untuk Rakyat Palestina

Rudal Hipersonik Yaman Serang Target Utama Tel Aviv, Wujud Dukungan untuk Rakyat Palestina

News | Senin, 02 Desember 2024 | 11:05 WIB

Aksi Reuni 212, Rizieq Shihab Ingatkan Kasus Penistaan Agama 8 Tahun Lalu

Aksi Reuni 212, Rizieq Shihab Ingatkan Kasus Penistaan Agama 8 Tahun Lalu

News | Senin, 02 Desember 2024 | 09:35 WIB

Mengutuk Genosida Gaza di Konser Seringai 'Serigala Militia Selamanya'

Mengutuk Genosida Gaza di Konser Seringai 'Serigala Militia Selamanya'

Entertainment | Minggu, 01 Desember 2024 | 14:42 WIB

Bendera Palestina Berkibar di Everblast, Fans Semringah Dinotice Killing Me Inside

Bendera Palestina Berkibar di Everblast, Fans Semringah Dinotice Killing Me Inside

Video | Sabtu, 30 November 2024 | 22:05 WIB

44.282 Jiwa Melayang: Warga Gaza Berharap Keajaiban Gencatan Senjata Seperti Lebanon

44.282 Jiwa Melayang: Warga Gaza Berharap Keajaiban Gencatan Senjata Seperti Lebanon

News | Minggu, 01 Desember 2024 | 02:55 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×