Perkembangan Terkini di Suriah usai Kejatuhan Rezim Assad

Aprilo Ade Wismoyo

Minggu, 22 Desember 2024 | 15:38 WIB
Perkembangan Terkini di Suriah usai Kejatuhan Rezim Assad
Seorang warga mengibarkan bendera oposisi Suriah saat merayakan kemenangan di Lapangan Umayyah di Damaskus, Suriah, Minggu (8/12/2024). [Bakr AL KASSEM / AFP]

Suara.com - Sejak milisi Suriah menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar Al-Assad pada 8 Desember, pasukan Israel telah meningkatkan serangan ke negara tersebut dan melanggar wilayah yang sebelumnya merupakan zona demiliterisasi.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada awal Desember bahwa kesepakatan pemisahan pasukan Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan tidak lagi berlaku karena militer Suriah telah meninggalkan posisinya setelah penggulingan rezim Assad.

Berikut adalah perkembangan terkini mengenai Suriah yang kini dipimpin oleh pemerintahan sementara:

Reformasi Ekonomi
Pelaksana tugas Menteri Perdagangan Suriah, Maher Khalil al-Hassan, menyebutkan bahwa pemerintahan sementara Suriah memiliki cadangan strategis barang kebutuhan pokok yang cukup untuk lima hingga enam bulan ke depan.

Dia menambahkan bahwa otoritas berencana merevisi regulasi dan mengurangi pajak impor untuk menghidupkan kembali pasar domestik.

Menurutnya, pendekatan ekonomi yang lebih bebas dan pencabutan batasan terhadap komoditas penting dapat membantu menurunkan biaya.

Pemerintahan saat ini juga tengah mempertimbangkan serangkaian reformasi, termasuk kenaikan upah hingga 400 persen dan penghapusan subsidi terhadap beberapa barang strategis, dengan tujuan untuk meliberalisasi ekonomi dan meredakan pengambilan untung yang berlebihan.

Keterlibatan Uni Eropa
Ketua Dewan Eropa, Antonio Costa, mengungkapkan bahwa Uni Eropa (EU) akan memperkuat keterlibatan diplomatik di Suriah pascapemerintahan Assad.

EU telah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak terkait di lapangan, pemerintah baru, dan pihak lain di kawasan, serta berencana untuk meningkatkan kehadiran diplomatiknya di Damaskus.

baca juga

Costa menyatakan bahwa EU bertujuan untuk "mempertahankan kedaulatan Suriah dan memastikan penghormatan terhadap hak asasi manusia." Dia menambahkan bahwa kelompok negara Eropa tersebut sedang mengirimkan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Suriah.

Ketua Komisi EU, Ursula von der Leyen, menyatakan bahwa Eropa akan berperan dalam mendukung Suriah selama masa kritis menuju pembentukan pemerintahan baru setelah 13 tahun perang saudara.

Uni Eropa merupakan donor terbesar bagi Suriah, dengan total bantuan kemanusiaan mencapai lebih dari 160 juta euro (sekitar 2,7 triliun rupiah) tahun ini.

Penempatan Pasukan AS
Markas besar Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengungkapkan bahwa ada 2.000 tentara AS yang ditempatkan di Suriah, lebih dari dua kali lipat dari angka yang diakui sebelumnya.

Juru bicara Pentagon, Mayjen Pat Ryder, menyebutkan bahwa 900 tentara hadir di Suriah untuk jangka panjang guna mendukung operasi melawan ISIS. Sementara itu, 1.100 tentara sisanya dikerahkan secara sementara untuk membantu "memenuhi kebutuhan misi yang dapat berubah sewaktu-waktu" dalam perang melawan ISIS.

Pasukan tersebut sebagian besar terdiri dari pasukan konvensional dan pasukan operasi khusus Angkatan Darat AS.

Desakan PBB
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, mendesak Israel untuk menghentikan pelanggaran terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Suriah.

Guterres mengecam serangan udara luas Israel di Suriah yang bertujuan menghancurkan persenjataan strategis dan infrastruktur militer. Dia juga mengutuk masuknya pasukan Israel ke dalam zona demiliterisasi antara Suriah dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Lebih lanjut, Guterres menekankan bahwa Israel dan Suriah harus mematuhi ketentuan yang terdapat dalam Perjanjian Pemisahan 1974 (1974 Disengagement of Forces Agreement), yang masih berlaku sepenuhnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Netanyahu Digempur Demo dan Disebut "Biadab" oleh Keluarga Tawanan, Sang Anak Malah Berlibur di Miami

Netanyahu Digempur Demo dan Disebut "Biadab" oleh Keluarga Tawanan, Sang Anak Malah Berlibur di Miami

News | Minggu, 22 Desember 2024 | 15:17 WIB

Ribuan Warga Israel Tuntut Gencatan Senjata dan Pembebasan Tawanan Gaza

Ribuan Warga Israel Tuntut Gencatan Senjata dan Pembebasan Tawanan Gaza

News | Minggu, 22 Desember 2024 | 15:07 WIB

Gencatan Senjata Hamas-Israel di Ambang Kesepakatan?

Gencatan Senjata Hamas-Israel di Ambang Kesepakatan?

News | Minggu, 22 Desember 2024 | 14:46 WIB

Sanaa Digempur dari Udara, Houthi Tuding AS dan Inggris Bertanggung Jawab

Sanaa Digempur dari Udara, Houthi Tuding AS dan Inggris Bertanggung Jawab

News | Minggu, 22 Desember 2024 | 14:36 WIB

Rudal Yaman Lolos, Tel Aviv Hancur - Sirene 'Mengaung' di Seluruh Israel

Rudal Yaman Lolos, Tel Aviv Hancur - Sirene 'Mengaung' di Seluruh Israel

News | Minggu, 22 Desember 2024 | 02:46 WIB

7 Anak Tewas dalam Serangan Udara Gaza, Paus Fransiskus: Ini Kekejaman!

7 Anak Tewas dalam Serangan Udara Gaza, Paus Fransiskus: Ini Kekejaman!

News | Minggu, 22 Desember 2024 | 04:05 WIB

Terkini

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

Kritik Gaji ASN Lewat Koperasi Merah Putih, Pakar UGM: Sudahlah, Jangan Tambah Masalah!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:58 WIB

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

Makanan Tak Boleh Terbuang! BGN Atur Distribusi MBG di Tengah PJJ Akibat Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

×