Wacana Libur Sekolah Selama Ramadhan, Prof Iskandar: Momentum Transformasi Pendidikan

Bangun Santoso

Rabu, 08 Januari 2025 | 23:10 WIB
Wacana Libur Sekolah Selama Ramadhan, Prof Iskandar: Momentum Transformasi Pendidikan
Ilustrasi libur sekolah selama Ramadan. [Ist]

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) tengah menggodok wacana meliburkan aktivitas sekolah selama satu bulan penuh pada Ramadan 2025. Wacana ini mencuat setelah mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk efektivitas proses belajar mengajar selama bulan puasa, serta kebutuhan siswa dan guru untuk menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk.

Isu mengenai libur sekolah selama Ramadan menjadi perhatian publik seiring semakin dekatnya bulan suci tersebut. Kebijakan ini juga menggugah diskusi publik terkait masa depan pendidikan nasional. Kebijakan ini pernah diterapkan di era Presiden Abdurrahman Wahid, dan kini menuai beragam tanggapan.

Prof. Iskandar Nazari, Guru Besar Psikologi Pendidikan memberikan perspektifnya yang mana libur Ramadhan seharusnya dilihat sebagai peluang revolusioner untuk memperkuat dimensi ruhani peserta didik, yang saat ini terancam oleh dominasi teknologi dan rasionalitas semata.

"Ramadhan bukan sekadar jeda akademik, tetapi waktu emas untuk membentuk generasi dengan kesadaran spiritual yang mendalam. Di tengah era digital yang sering menciptakan krisis identitas, spiritualitas, dan lingkungan, pendidikan ruhani adalah solusi yang mendesak," ungkap pendiri Ruhiology Quotient Institute ini dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/1/2025).

Sebagai bulan penuh keberkahan, Ramadhan menyimpan potensi besar untuk menciptakan transformasi pendidikan nasional. Prof. Iskandar menegaskan pentingnya menjadikan bulan ini sebagai momentum mujahadah untuk memperkaya dimensi ruhani siswa dan pendidik.

"Selama 11 bulan, program sekolah dan madrasah lebih banyak berfokus pada pengembangan akal dan rasionalitas. Ramadhan, sebaliknya, dapat menjadi laboratorium spiritual untuk mendalami ibadah seperti salat, zikir, doa, tadarus Al-Qur'an, dan kegiatan sosial berbasis nilai-nilai spiritual," jelasnya.

Seperti apa yang pernah disampaikan oleh Menteri Agama RI Prof. Nasaruddin Umar, kata Dia, harusnya paradigma Guru mengajar tidak hanya menggunakan Rasio saja namun yang tak kalah penting harus dengan Rasa "segala sesuatu yang keluar daripada lubuk hati yg paling dalam itulah nanti yang akan mendarat di dalam lubuk hati sang murid".

"Seorang guru tidak boleh memberi materi ilmu sebelum melakukan pembathinan, artinya melalui mempersiapkan tahapan bahan pelajaran hingga melakukan amalan ritual ibadah melalui salat, doa dan zikir, sehingga guru dapat menjiwai dan meraih keberkahan dan akan lahir generasi emas yang berkesadaran" konsep ini sangat selaras dengan momentum Ramadhan waktu yang tepat untuk mengisi kembali baterai spiritual," jelasnya.

"Dengan mendalami praktik ibadah, peserta didik tidak hanya mengasah kesadaran ruhani, tetapi juga memperkuat karakter mereka sebagai makhluk spiritual yang memuliakan kemanusiaan," tambahnya.

baca juga

Kemajuan teknologi membawa dampak positif sekaligus tantangan besar. Dosen UIN STS Jambi ini juga menyoroti bahwa media sosial kini kerap menjadi panggung perilaku menyimpang, mulai dari penyalahgunaan narkoba, korupsi, hingga bullying dan ekshibisionisme digital. Krisis spiritualitas yang meluas mencerminkan kelemahan sistem pendidikan yang terlalu menekankan aspek intelektual, namun mengabaikan dimensi ruhani.

"Ketika pendidikan hanya berfokus pada kecerdasan intelektual, kita kehilangan makna hidup. Nilai-nilai luhur terkikis, meninggalkan generasi yang rapuh secara moral dan spiritual," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Prof. Iskandar mengajak pemerintah, institusi pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk berkolaborasi merealisasikan wacana libur Ramadhan. Ia berharap Kementerian Agama RI dan Kementerian Pendidikan  Dasar dan Menengah RI dapat merancang strategi pendidikan yang mengintegrasikan pendekatan formal dan informal selama bulan suci ini.

"Ini bukan sekadar jeda akademik, melainkan momentum transformasi pendidikan menuju peradaban yang lebih luhur," tutupnya.

Namun, jika kebijakan libur penuh tidak diberlakukan, Prof. Iskandar menyarankan sekolah dan madrasah memperbanyak program pendidikan ruhani selama Ramadhan.

"Dengan begitu, bulan suci ini tetap menjadi momen strategis untuk memperkuat fondasi spiritual generasi emas Indonesia," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Terakhir Bayar Utang Puasa Qadha Ramadhan? Jangan sampai Terlewat!

Kapan Terakhir Bayar Utang Puasa Qadha Ramadhan? Jangan sampai Terlewat!

Religi | Rabu, 08 Januari 2025 | 20:00 WIB

Kapan Puasa Ramadhan 2025? Ini Tanggal 1 Ramadhan 1446 Hijriah Versi Muhammadiyah

Kapan Puasa Ramadhan 2025? Ini Tanggal 1 Ramadhan 1446 Hijriah Versi Muhammadiyah

Religi | Rabu, 08 Januari 2025 | 06:10 WIB

Teks Arab dan Latin Sholawat Rajab Sya'ban Ramadhan, Lengkap dengan Artinya

Teks Arab dan Latin Sholawat Rajab Sya'ban Ramadhan, Lengkap dengan Artinya

Religi | Selasa, 07 Januari 2025 | 20:24 WIB

5 Pemain Timnas Indonesia Korban Shin Tae-yong, Ditolak hingga Ditendang

5 Pemain Timnas Indonesia Korban Shin Tae-yong, Ditolak hingga Ditendang

Bola | Rabu, 08 Januari 2025 | 08:30 WIB

Apakah Benar Sekolah Libur 1 Bulan Selama Puasa 2025?

Apakah Benar Sekolah Libur 1 Bulan Selama Puasa 2025?

Video | Selasa, 07 Januari 2025 | 11:00 WIB

Tata Cara Membayar Puasa Ramadhan yang Bolong dengan Fidyah

Tata Cara Membayar Puasa Ramadhan yang Bolong dengan Fidyah

Lifestyle | Senin, 06 Januari 2025 | 07:10 WIB

Tips Hemat di Bulan Ramadhan

Tips Hemat di Bulan Ramadhan

Lifestyle | Minggu, 05 Januari 2025 | 15:15 WIB

Terkini

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Seni Menghadapi Drama Teman Kantor yang Suka Ambil Hati Hal-Hal Sepele

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:35 WIB

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

4 Shio Paling Beruntung 3 Oktober 2026, Masa Sulit Berakhir dan Hoki Berdatangan

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

Ubah Sampah Jadi Berkah: Cerita Ketua RT di Petukangan Utara Sulap Botol Plastik Bekas Jadi Sapu

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

×