Pakar Gambut UGM Sebut Proyek Food Estate di Merauke Berisiko Ganggu Ekosistem Lahan

Andi Ahmad S, Lilis Varwati

Minggu, 02 Februari 2025 | 22:30 WIB
Pakar Gambut UGM Sebut Proyek Food Estate di Merauke Berisiko Ganggu Ekosistem Lahan
Kondisi mangkraknya lahan singkong di Kalimantan Tengah untuk program lumbung cadangan pangan nasional atau food estate. [Twitter/@gus_raharjo]

Suara.com - Peneliti gambut Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Ir. Azwar Maas mengingatkan pemerintah untuk tidak asal dalam mengelola lahan untuk dikembangkan jadi proyek food estate.
Menurutnya, gambut yang masih utuh sebaiknya tidak diganggu, terutama gambut yang berkubah.

Kubah ini sumber air untuk kesehatan tanah sekitarnya terutama pada musim kemarau. Jika kubah gambut ini ikut dibuat saluran drainase atau kanalisasi maka tidak ada lagi pencadangan air.

Gambut dengan karakter asli suka dengan air, bisa menjadi tidak suka air dan mudah dibakar. Tumbuhan yang memerlukan air pun menjadi tidak dapat hidup wajar dan berproduksi.

“Lahan gambut di Merauke, Papua yang digunakan sebagai food estate itu bekas rawa lama yang mengalami pengangkatan. Tandanya ada banyak karat besi di permukaan. Ini sama dengan Lampung. Tapi lahan gambut di Lampung sudah lebih dari 100 tahun dimanfaatkan. Sementara, Merauke baru dibuka. Jadi masih banyak yang harus dilakukan,” ujar Azwar dalam keterangannya, Minggu (2/2/2025).

Untuk membangun food estate di lahan gambut dengan luasan masif, menurut Azwar, harus melibatkan perguruan tinggi dan jalankan proses yang tidak sebentar.

Ia mengutip pembelajaran dari sebuah perusahaan swasta di Papua yang gagal mengembangkan sawit, tebu dan Hutan Tanaman Industri di Papua karena kurang melibatkan banyak ahli, terlalu fokus pada persoalan engineering atau sipil dan abai pengetahuan tentang tanah.

Jika lahan gambut terlanjur dibuka, kegiatan restorasi tidak mungkin mengembalikan ke kondisi semula.

Azwar menambahkan, ada beberapa prasyarat untuk memperpanjang usia gambut tersebut. Yang paling utama adalah menjaga tinggi permukaan air gambut, gambut tidak boleh diberi kapur untuk meningkatkan pH dan gambut tidak boleh dibiarkan terbuka tanpa adanya
tanaman penutup (cover crops).

“Gambut harus ada cover crops, ada tumbuhan-tumbuhan rerumputan sehingga gambut itu tidak terbuka di permukaan. Jika tidak ada tanaman penutupnya, maka gambut akan menjadi hidro-phobic, takut air. Ini yang membuat gambut kering dan rentan terjadi kebakaran,” kata Azwar.

baca juga

Untuk perbaikan ke depan, ia mengatakan pemerintah Presiden Prabowo sebaiknya menata kembali berbagai peraturan perundangan untuk pelestarian dan pemanfaatan gambut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Ditegur soal Proyek Food Estate, Gagal Swasembada Pangan Jadi Ancaman

Prabowo Ditegur soal Proyek Food Estate, Gagal Swasembada Pangan Jadi Ancaman

News | Minggu, 02 Februari 2025 | 21:05 WIB

Pertemuan Jokowi-Prabowo: Tawa dan Bingungnya Arti Cawe-cawe

Pertemuan Jokowi-Prabowo: Tawa dan Bingungnya Arti Cawe-cawe

Video | Minggu, 02 Februari 2025 | 20:00 WIB

Dedek Prayudi Pamer Selfie Bareng Gibran Rakabuming, Cuitan Lawas Sindir Prabowo Viral: Mencla-mencle..

Dedek Prayudi Pamer Selfie Bareng Gibran Rakabuming, Cuitan Lawas Sindir Prabowo Viral: Mencla-mencle..

Tekno | Minggu, 02 Februari 2025 | 19:16 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×