Ramai Soal Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Merasa Janggal : Ijazah Keluar Duluan Baru Skripsi?

Eviera Paramita Sandi

Senin, 24 Maret 2025 | 14:36 WIB
Ramai Soal Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Merasa Janggal : Ijazah Keluar Duluan Baru Skripsi?
Tangkap Layar [Youtube DRTF Channel]

Suara.com - Isu soal ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini mencuat kembali dan jadi perbincangan.

Keaslian ijazah dan skripsi Jokowi sebagai lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali dipertanyakan.

Hal ini setelah adanya komentar dari Rismon Hasiholan.

Jokowi diketahui lulus dari Fakultas Kehutanan UGM pada 1985.

Kejanggalan mulai terlihat dari penggunaan font Times New Roman dalam sampul skripsi Jokowi, pasalnya font tersebut belum ada di era tahun 1980 an.

Aktivis sosial media, Tifauzia atau akbrab disapa Dokter Tifa mengatakan bahwa banyak keanehan dari ijazah hingga skripsi milik Jokowi.

Menurut Dokter Tifa, keanehan terlihat pada tanggal yang tercantum di keduanya.

Kemudian untuk dosen pembimbing yang dinyatakan dan tertulis berbeda nama.

“Dari skripsi ini juga malah jadi banyak poin keanehan, pertama dari tanggal ujian skripsi dengan tanggal wisuda yang ada di ijazah,” ujar Dokter Tifa, dikutip dari youtubenya, Sabtu (22/3/25).

baca juga

Dalam skripsi yang tertulis adalah Dosen Pembimbing Prof Ahmad Sumitro, sementara yang diakui oleh Jokowi dosen pembimbingnya adalah Kasmujo.

“Dosen pembimbing yang dinyatakan dengan yang tertulis dalam repositori juga berbeda. Jadi dosen pembimbing yang tertulis di dalam skripsi yang direpositorikan oleh UGM itu Jokowi nama mahasiswanya, nama dosen pembimbingnya Prof Ahmad Sumitro, sedangkan yang diakui dosen pembimbing skripsinya adalah Kasmujo,” urainya.

Dokter Tifa menjelaskan keanehan terlihat dari tanggal ijazah tertulis 5 November 1985, sementara skripsi disetujui tanggal 14 November 1985.

“Apa yang tertulis di ijazah menunjukkan keanehan, karena skripsi disetujui tanggal 14 November 1985, sementara ijazah tanggal 5 November 1985,” jelas Dokter Tifa.

Dari tanggal tersebut menjelaskan bahwa ijazahnya jadi terlebih dahulu, sementara skripsinya baru disetujui.

“Keanehannya jadi ijazahnya duluan tanggal 5, skripsinya belakangan tanggal 14,” ucapnya.

Hal ini menurut Dokter Tifa begitu janggal, lantaran dirinya yang sesama alumni UGM mengakui jika jarak ujian skripsi dan menunggu wisuda adalah 3-5 bulan.

Sehingga tidak bisa instan dalam 1 bulan saja.

“Ini alumni UGM seperti saya pasti tahu, ketika kita sudah ujian skripsi, maka kita menunggu jadwal wisuda itu 3 sampai 5 bulan setelahnya, bukan dalam 1 bulan. Apalagi ini yang aneh sekali adalah skripsinya belakangan, ijazahnya keluar duluan, aneh sekali ya,” tambahnya.

Sebelumnya, mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar menyangsikan keaslian ijazah dan skripsi milik Jokowi sebagai lulusan UGM.

Penjelasan Dekan Fakultas Kehutanan

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta menyesalkan adanya informasi yang menyesatkan tersebut.

Terlebih, Rismon, yang menuding soal isu ijazah tersebut merupakan alumni dari Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada.

Melalui laman web Universitas Gadjah Mada, Sigit mengatakan bahwa seorang dosen seharusnya Rismon dalam menyimpulkan suatu informasi harus didasarkan pada fakta dan metode penelitian yang baik.

Menurut Sigit, seharusnya Rismon tidak hanya menampilkan ijazah dan skripsi Jokowi saja yang ditelaah.

Namun, harus juga melakukan perbandingan dengan ijazah dan skripsi yang diterbitkan pada tahun yang sama di Fakultas Kehutanan.

Sementara itu, soal penggunaan font Times New Roman pada sampul skripsi dan ijazah seperti yang dituduhkan oleh Rismon, Sigit menegaskan bahwa di tahun itu sudah banyak mahasiswa menggunakan font tersebut.

Soal nomor seri ijazah Jokowi yang tidak menggunakan klaster, namun hanya angka saja, Sigit menuturkan penomoran ijazah di masa itu, Fakultas Kehutanan memiliki kebijakan sendiri, dan belum ada penyeragaman dari Tingkat Universitas.

Penomoran tersebut tidak hanya berlaku pada ijazah Jokowi, namun berlaku pada semua ijazah lulusan Fakultas Kehutanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Struktur Pengurus Danantara Terungkap! Jokowi-SBY Jadi Dewan Pengarah

Struktur Pengurus Danantara Terungkap! Jokowi-SBY Jadi Dewan Pengarah

Bisnis | Senin, 24 Maret 2025 | 13:04 WIB

Budi Arie Ungkap Pertemuan Rahasia Jokowi dan Adik Prabowo

Budi Arie Ungkap Pertemuan Rahasia Jokowi dan Adik Prabowo

Video | Sabtu, 22 Maret 2025 | 20:00 WIB

Apakah Gelar Drs dan Ir Itu Sama? Ramai Dibahas usai UGM Klarifikasi soal Ijazah Jokowi

Apakah Gelar Drs dan Ir Itu Sama? Ramai Dibahas usai UGM Klarifikasi soal Ijazah Jokowi

Lifestyle | Sabtu, 22 Maret 2025 | 15:23 WIB

Terkini

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:33 WIB

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:28 WIB

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:24 WIB

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:59 WIB

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:53 WIB

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 22:45 WIB

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:53 WIB

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:38 WIB

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:47 WIB

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:41 WIB

×