Tiba di Riyadh, Presiden Donald Trump Disambut 21 Kali Tembakan Meriam

Chandra Iswinarno | Suara.com

Selasa, 13 Mei 2025 | 18:44 WIB
Tiba di Riyadh, Presiden Donald Trump Disambut 21 Kali Tembakan Meriam
Kedatangan Trump di Saudi Arabia disambut Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Trump tiba di Bandara Abdul Khalik, Riyadh pada Selasa (13/5/2025). [Tangkapan layar Youtube The White House]

Suara.com - Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman menyambut hangat kedatangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang baru saja mendarat di Bandara King Abdul Khalid, Riyadh pada Selasa 13 Mei 2025.

Dilansir dari Kantor Berita Arab Saudi, SPA dalam agenda tersebut, Trump mendapatkan kehormatan sebagai tamu negara Arab Saudi.

Saat tiba di Bandara Abdul Khalid, Presiden Trump disambut dengan tembakan meriam sebanyak 21 kali dan alunan terompet sebagai penghormatan.

Setelah itu, keduanya melakukan pembicaraan ramah sambil menikmati kopi khas Arab Saudi.

Untuk diketahui, hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi telah terjalin sejak 1933 dengan ditandai kerja sama pada sektor energi dan keamanan.

Arab Saudi kemudian menjadi mitra strategis utama AS di Kawasan Timur Tengah, khususnya karena cadangan minyaknya yang melimpah dan posisinya yang strategis dalam percaturan geopolitik regional.

Hubungan tersebut terus bertransformasi dari waktu ke waktu, dengan kepentingan ekonomi dan pertahanan menjadi poros utama kerja sama kedua negara.

Pada Pemerintahan Presiden Donald Trump silam, menandai salah satu fase paling erat dalam hubungan bilateral tersebut, terutama setelah Mohammed bin Salman diangkat sebagai Putra Mahkota Arab Saudi pada Juni 2017.

Trump dan Mohammed Bin Salman memiliki pendekatan yang serupa dalam kebijakan luar negeri, yakni pragmatis dan berorientasi pada kepentingan ekonomi serta stabilitas keamanan regional.

Salah satu tonggak penting dalam hubungan mereka terjadi saat Trump melakukan kunjungan luar negeri pertamanya sebagai presiden ke Arab Saudi pada Mei 2017.

Dalam kunjungan itu, kedua negara menandatangani kesepakatan senjata senilai lebih dari 110 miliar dolar AS, serta nota kesepahaman kerja sama yang nilainya mencapai 350 miliar dolar dalam 10 tahun.

Kesepakatan tersebu mengukuhkan Arab Saudi sebagai pembeli utama peralatan militer buatan AS dan mencerminkan dukungan kuat Trump terhadap visi reformasi ekonomi Vision 2030 yang diusung Mohammed Bin Salman.

Pangeran Mohammed bin Salman (MbS). [Reuters/Handout]
Pangeran Mohammed bin Salman (MbS). [Reuters/Handout]

Trump juga mendukung langkah-langkah kontroversial yang dilakukan Mohammed Bin Salman, termasuk pemblokiran terhadap Qatar pada 2017 dan tindakan keras terhadap para pangeran dan pengusaha dalam operasi 'pemberantasan korupsi' di Ritz-Carlton Riyadh.

AS juga memandang langkah-langkah ini sebagai bagian dari konsolidasi kekuasaan dengan putra mahkota Arab Saudi itu untuk mempercepat reformasi internal, meski menuai kritik dari kelompok HAM internasional.

Namun, hubungan ini diuji setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada Oktober 2018.

Investigasi CIA menyimpulkan bahwa Mohammed Bin Salman terlibat dalam pembunuhan tersebut, namun Trump menolak menjatuhkan sanksi langsung terhadap sang Putra Mahkota.

Ia menegaskan bahwa hubungan strategis dan ekonomi dengan Arab Saudi terlalu penting untuk dikorbankan.

Pernyataan Trump ini menuai kecaman luas, tetapi juga memperlihatkan sikap realpolitik khas pemerintahannya.

Hubungan antara keduanya juga ditandai dengan dukungan dari Trump terkait agenda reformasi ekonomi Vision 2030 yang digagas Mohammed Bin Salman.

Selain itu, juga menjalin kerja sama besar di sektor pertahanan dengan penandatanganan kesepakatan senjata senilai lebih dari 110 miliar dolar AS pada 2017.

Trump juga memberikan dukungan politik terhadap berbagai langkah kontroversial Mohammed Bin Salman, seperti blokade terhadap Qatar dan operasi internal pembersihan elite Saudi.

Selain itu, Trump dan MbS memiliki kepentingan bersama dalam menghadapi pengaruh Iran di kawasan.

Pemerintahan Trump secara aktif mendukung kebijakan 'tekanan maksimum' terhadap Iran, termasuk penarikan diri dari kesepakatan nuklir JCPOA pada 2018, yang disambut positif oleh Riyadh.

Kedua negara juga bekerja sama dalam membendung kelompok-kelompok proksi Iran di Yaman, Suriah, dan Irak.

Secara keseluruhan, masa kepemimpinan Mohammed bin Salman dan Donald Trump memperlihatkan fase hubungan yang sangat erat, berlandaskan kepentingan ekonomi, pertahanan, dan geopolitik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Tuding Mangga Dua 'Surga' Barang Bajakan, Ada Tas Guess KW Dijual Rp 200 Ribu

Donald Trump Tuding Mangga Dua 'Surga' Barang Bajakan, Ada Tas Guess KW Dijual Rp 200 Ribu

News | Senin, 21 April 2025 | 17:41 WIB

Donald Trump Optimis Pertemuan antara Pejabat AS dan Ukraina yang Akan Digelar di Arab Saudi Berbuah Positif

Donald Trump Optimis Pertemuan antara Pejabat AS dan Ukraina yang Akan Digelar di Arab Saudi Berbuah Positif

News | Senin, 10 Maret 2025 | 21:55 WIB

Donald Trump Berencana Bubarkan Departemen Pendidikan AS

Donald Trump Berencana Bubarkan Departemen Pendidikan AS

News | Jum'at, 07 Maret 2025 | 05:05 WIB

Terkini

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:52 WIB

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:33 WIB

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 20:24 WIB